Gerai Panglima : Pusat Oleh-oleh Makanan Terbesar di Samarinda

Yeay, welcome 2016!

Ada yang baru nih! Ya, selain tahun yang baru, semangat juga mesti baru. Aku berniat lebih rajin menulis di tahun ini. Setidaknya, kalo niat baik sih dicatat malaikat. Hehe…. Lalu, hal lain apa lagi yang baru? Ini nih, Gerai Panglima, yang bertempat di Jalan Ir. H. Juanda No. 55 A Samarinda. Gerai ini mulai dibuka sejak tanggal 26 Desember 2015. Continue reading

Halte-halte Cantik di Kota Samarinda

Selain berfungsi sebagai tempat untuk menunggu, ternyata kini halte juga berfungsi sebagai penghias kota. Inilah yang terlihat beberapa bulan belakangan ini di Kota Samarinda. Pada ruas-ruas jalan utama dibangun halte dengan desain cantik, yang merupakan halte baru atau halte lama yang diperbaiki, dengan papan nama terpasang pada bagian atasnya. Halte ini tak jarang menjadi tempat berteduh kala hujan tiba-tiba turun, sedangkan mantel hujan lupa terbawa. Continue reading

Level 100

Tulisan ini adalah sebuah cerpen yang rencananya akan kusertakan pada proyek Kenduri Menulis Kreatif: Samarinda Under Attack. Proyek ini digagas oleh iSamarinda.net, sebagai lanjutan dari buku Samarinda Bekesah #1. Salah satu syarat tulisannya adalah “Inti tulisan harus mengurai problematika kota Samarinda (bisa fokus pada isu tertentu) dan gagasan atau alternatif-alternatif untuk perbaikannya“. Aku masih berusaha untuk bergerak di ranah fiksi. Semoga saja tulisanku cukup sesuai dengan tema.πŸ˜€ Continue reading

Jalan Tembus Aminah Syukur

Jalan tembus Aminah Syukur merupakan salah satu ruas jalan penting di Kota Samarinda. Jalan yang hanya satu arah ini menghubungkan Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan P. Hidayatullah. Biasanya warga yang melewati jalan ini adalah mereka yang berkendara dari arah Jalan Arif Rahman Hakim menuju ke arah Pasar Sungai Dama – Jalan Tenggiri – daerah Sambutan dan seterusnya. Namun tak sedikit juga pengguna jalan ini adalah warga dari pusat kota yang akan menuju Mall Samarinda Central Plaza. Ruas Jalan Aminah Syukur semakin banyak dipakai semenjak Jalan Imam Bonjol yang posisinya paralel dengan Jalan Aminah Syukur, diubah menjadi satu arah. Continue reading