Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2

Akhirnya serial Twilight Saga akan segera usai. Kehebohan para penggemar film ini mulai terdengar lagi, karena The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 yang menjadi penutup kisah para vampire ini sudah mulai tayang di bulan Nopember ini. Pemutaran perdana film ini sudah dimulai beberapa hari yang lalu di Los Angeles.

Tadi pagi aku mendengar salah satu stasiun televisi swasta mengundang para penggemar Twilight. Beberapa pertanyaan diajukan kepada mereka, salah satunya adalah mengenai alasan mereka menyukai film tersebut. Di tempat kerjaku tak kalah heboh. Beberapa rekan kerjaku kembali membahas sekuel film Twilight sebelumnya, hingga Breaking Dawn Part 1. Begitu gemarnya mereka, sampai-sampai gaya mereka bercerita seolah-olah Bella dan Edward itu adalah teman SMP mereka. :mrgreen:

Bagaimana dengan aku?

Sebenarnya aku bukan penggemar film Twilight Saga. Jadi, bila ada yang berusaha membahas film ini denganku, mungkin aku hanya menjawab dengan gelengan tak mengerti. Kemudian sekarang sudah ada sekuel terakhirnya, The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2, semakin tak mengertilah diriku. Baru beberapa hari yang lalu aku tahu bahwa vampir yang (katanya) ganteng itu bernama Edward Cullens. Lalu, katanya lagi, Bella sedang mengandung dan akan segera melahirkan. Aku hanya berdoa semoga dia tidak melahirkan di puskesmas tempat kerjaku. Bisa repot urusannya… :mrgreen:

Bukan hanya kali ini aku tidak mengikuti film-film yang sangat digemari di seluruh dunia. Hingga saat ini, aku belum pernah sama sekali menonton film Titanic secara utuh. Hanya sesekali melirik jika kebetulan film itu tayang di televisi. Rangkaian film Harry Potter juga ada yang belum kutonton. 😀

Jadi, bila ada sahabat yang mengajakku ke bioskop untuk menonton film The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2, mungkin aku akan menolak. Mungkin kemudian aku akan berkata, “Bagaimana kalau traktir aku makan di Pizza Hut saja?” :mrgreen:

Film : Cinta Suci Zahrana

Film Cinta Suci Zahrana adalah film yang lumayan kunanti-nantikan. Sebuah film yang berasal dari novel karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama. Terlebih lagi novelnya telah lama berada di tanganku. Seperti biasa, aku mengajak emak dan anggota keluarga yang lain untuk menonton film religi di bioskop. Mungkin sebagian temanku terheran-heran karena emakku yang sudah lansia masih tetap mau diajak nonton di bioskop dan juga makan pizza. Continue reading

Crows Zero

Gambar dari sini.

Bagi penggemar manga, atau hal-hal yang berbau Jepang, mungkin sudah pernah mendengar atau menonton film yang berjudul Crows Zero. Film ini diangkat dari komik Crows karya Takahashi Yamada. Saat aku coba googling tentang film ini, ternyata sudah akan ada dibuat film Crows Zero 3, setelah Crows Zero 1 (2007) dan Crows Zero 2 (2009).

Sebenarnya beberapa tahun yang lalu aku pernah punya DVD Crows Zero (1), tetapi belum selesai kutonton dan kini entah dimana kepingan itu berada. Alasan aku memiliki film ini dulu adalah karena pemeran utamanya adalah Shun Oguri. Aku sangat suka beberapa dorama yang dibintanginya, antara lain Hana Kimi, Hana Yori Dango, Gokusen dan tak ketinggalan Detective Conan. 😀 Continue reading

Suster Keramas

Sebelumnya, aku pengen ngakak dulu pas ingat tulisan Mbak Erry yang judulnya “Bermain Kata“. Ada namaku disebut disitu. Mbak Erry mengisahkan atau mengomentari tentang fenomena layar kaca, ada apa dengan Suster Keramas? Rupanya Mbak Erry (akhirnya) ngaku telah nonton film Suster Keramas, tapi bukan di bioskop loh, cuma di layar tv pada saluran yang menayangkan film Indonesia 24 jam. 😀

Aku sebenarnya nggak suka nonton film horor Indonesia. Pernah dulu nonton di bioskop dengan rombongan rekan kerja puskesmas, waktu film Kuntilanak 1 dan 2. Ngebet ikut karena diboss-in, habis itu ditraktir makan di food point. Rugi banget kalo nolak 😀 Belakangan ini bikin tambah malas aja nonton film Indonesia, karena kebanyakan yang ditayangin adalah film-film horor yang geje dan saat melihat daftar pemainnya saja sudah bikin mual. Continue reading

Camera… Action!!

Sekitar seminggu yang lalu bosku memberi tahu bahwa di puskesmas kami akan ada syuting. Puskesmas kami dijadikan salah satu lokasi syuting film dokumenter sebuah perusahaan tambang batu bara yang cukup besar di Kota Samarinda.

Beberapa hari yang lalu rombongan kru pembuat film datang meninjau puskesmas. Mereka memilih ruangan mana yang dapat dijadikan tempat syuting. Kuperhatikan bahasa yang mereka gunakan, ternyata bahasa Thailand. Wow 😯 Bikin film dokumenter aja mendatangkan kru dari Thailand. Kata temanku sih wajar aja, karena pemilik tambang batu bara itu adalah orang Thailand 😦 Continue reading

Aticipating Movie : Emak Ingin Naik Haji

Ternyata bakalan ada film religi baru lagi, sodara-sodara. Judulnya adalah “Emak Ingin Naik Haji”. Film garapan Mizan Production yang juga pernah menggarap “Laskar Pelangi” dan “Garuda di Dadaku” ini insya Allah akan ditayangkan di bioskop-bioskop kesayangan Anda mulai tanggal 12 Nopember 2009. Peluncuran film ini memang direncanakan untuk meramaikan musim haji tahun ini.

Seperti film religi sebelumnya, aku sudah ada niatan untuk menonton film ini. Tak lupa aku akan mengajak rombongan kecilku yang terdiri dari : para lansia (ibu dan tanteku) dan remaja (2 orang keponakanku), itupun kalo mereka berminat (hehe…serius amat… :mrgreen: ) Tapi ibuku sudah kukonfirmasi, insya Allah beliau mau nonton, karena kata beliau tayangan sinetron di tv sudah nggak jelas lagi dan tidak bermanfaat. Beliau juga sudah say goodbye sama sinetron CF yang dulu sangat beliau gemari. Kata ibuku, dari judulnya film ini pas banget sama beliau. Memang sih, ibuku pengen banget naik haji, ONH udah disetor 3 tahun yang lalu (yang reguler aja sih) dan sekarang masih ngantri nunggu giliran. Mudah-mudahan beliau bisa bersabar… karena anaknya ini nggak punya duit buat nambahin ongkos beralih ke Haji Plus…wkwkwk…

Back to the movie…. Film ini menceritakan tentang Emak, Continue reading