Lomba Beduk Sahur Samarinda Seberang

Iseng mencoba meng-upload video di youtube, sekaligus aku ingin berbagi keriuhan lomba beduk sahur di kampungku, Samarinda Seberang, Ramadhan lalu. Ada dua kali pelaksanaan lomba beduk sahur dalam waktu yang berdekatan, yaitu pada Jum’at malam (2/8/13) yang diadakan oleh ‘Si Kuning’, dan Senin malam (5/8/13) yang diadakan oleh Pengurus Masjid Shirathal Mustaqiem. Yang sempat kurekam adalah lomba beduk sahur yang kedua. Continue reading

Sepekan Setelah Kebakaran itu…

Hari ini tepat sepekan setelah kejadian kebakaran itu. Sore tadi aku duduk di depan warung emak sambil melihat-lihat sekitarku. Kampungku tetap ramai, bahkan rasanya lebih ramai dibanding hari-hari sebelum terjadinya kebakaran. Rupanya banyak korban kebakaran yang dikunjungi sanak familinya. Atau ada pula orang yang sengaja lewat hanya untuk melihat lokasi kebakaran. Para pedagang jadi kebagian rejeki juga, karena banyak orang. Continue reading

Kebakaran itu… (part 2)

Akhirnya aku mendapatkan waktu, energy dan mood untuk menuliskan cerita tentang kebakaran yang terjadi di kampungku, Samarinda Seberang, pada hari Selasa (4 Desember 2012) lalu.

Selasa malam lalu, bakda Magrib, aku sedang berbincang-bincang dengan temanku yang datang berkunjung ke rumahku. Aku menanyakan kabarnya dan ia menceritakan tentang kehamilannya yang sudah memasuki usia 7 bulan. Di rumahku listrik sedang padam, jadi kami menggunakan penerangan lampu emergency. Continue reading

Permen Gula Tarik

Satu lagi penganan masa kecil kutemukan hari ini. Saat aku berada di warung ibuku, aku melihat sebuah toples diantara deretan toples permen. Toples tersebut berisi permen yang dulu sering banget kumakan. Di kampungku (Samarinda Seberang), permen ini disebut ‘Golla Tare’ (bahasa Bugis). Sepertinya karena pengaruh suku Bugis yang banyak tinggal disana. Bila disebut dalam Bahasa Indonesia, jadi ‘gula tarik‘. Continue reading

Selamat Datang dari Tanah Suci

Kloter jamaah haji sudah mulai berdatangan ke tanah air. Alhamdulillah, beberapa jamaah haji yang berasal dari kampungku dapat tiba di rumah dalam kondisi sehat wal afiat. Biasanya acara syukuran di rumah masing-masing digelar dalam rangka kedatangan para haji/hajjah ini.

Yang menyenangkan saat mengunjungi rumah orang yang baru pulang haji ini, tak lain dan tak bukan adalah oleh-olehnya 😀 Biasanya bagi yang agak berkelebihan, camilan dan pernak-pernik khas oleh-oleh haji ini dikemas dalam kantong plastik kecil-kecil dan dibagikan kepada tetangga  yang datang saat syukuran. Meskipun kita tahu, kemungkinan besar oleh-oleh itu dibeli di Indonesia juga, tapi tetap saja senang saat menerimanya. Untuk air zam-zam, biasanya disajikan dalam cangkir yang super imut, supaya semua bisa kebagian 🙂 Continue reading

Apa Kabar Dapur Ibuku?

Kemarin aku ‘pulang’ ke kampung seberang untuk menengok ibuku. Setiap aku libur kerja atau bila sempat, insya Allah aku selalu pulang. Kampung seberang ini namanya Samarinda Seberang yang hanya berjarak tempuh sekitar 25 menit dari rumah omku. Ibuku adalah seorang wanita yang lahir di tahun 1941, kini usia beliau hampir kepala 7. Sudah lansia memang. Namun ibuku masih produktif hingga kini. Warung sembako yang telah dirintis keluargaku sejak lebih dari 20 tahun yang lalu, tetap digeluti beliau hingga saat ini,dibantu oleh salah seorang tanteku. Warung sembako, walaupun kecil-kecilan namun telah lumayan membantu perekonomian keluargaku, karena almarhum ayahku dulu hanya seorang buruh pabrik plywood.

Aku berbincang-bincang dengan beliau mengenai keadaan warung dan perekonomian masyarakat di sekitar RT kami, dimana terdapat sebuah mesjid tertua di Samarinda, yaitu Mesjid Shiratal Mustaqiem. Aku memanggil ibuku dengan sebutan mama (bukan mamah 😛 ). Bahasa sehari-hari yang kami gunakan adalah bahasa banjar, kurang lebih beginilah terjemahannya 🙂 Continue reading