(Study) Tour to Bali

Sepertinya frase study tour cukup akrab di telinga masyarakat kita. Istilah lain yang maknanya kurang lebih sama adalah studi banding, sama-sama ada unsur studi dan jalan-jalan atau tur-nya, dan biasanya porsi jalan-jalannya sama-sama lebih besar. Ada studi banding yang menuai kontroversi seperti yang dilakukan oleh para anggota dewan yang terhormat, ada juga yang dilakukan dalam rangka menghabiskan anggaran kantor saat akhir tahun #eh. Kalau yang satu ini, biasanya populer di kalangan wahasiswa tingkat akhir, yaitu study tour kampus. Mungkin maksudnya adalah agar mahasiswa refreshing dulu sebelum mulai magang dan ngurusin skripsi. Continue reading

Halte-halte Cantik di Kota Samarinda

Selain berfungsi sebagai tempat untuk menunggu, ternyata kini halte juga berfungsi sebagai penghias kota. Inilah yang terlihat beberapa bulan belakangan ini di Kota Samarinda. Pada ruas-ruas jalan utama dibangun halte dengan desain cantik, yang merupakan halte baru atau halte lama yang diperbaiki, dengan papan nama terpasang pada bagian atasnya. Halte ini tak jarang menjadi tempat berteduh kala hujan tiba-tiba turun, sedangkan mantel hujan lupa terbawa. Continue reading

Corperation

Apakah sebuah judul dalam bahasa Inggris itu lebih menarik? Apakah lebih membuat penasaran? Atau malah membuat pengunjung enggan membaca? Entahlah. Tetiba saja aku ingin menuliskan judul di atas, tanpa pertimbangan apakah akan menarik pembaca atau tidak. Padahal seharusnya judul menjadi ‘pandangan pertama’ terhadap postingan.

Yang jelas, pemilihan judul “Corperation” bukannya tanpa alasan. Aku baru saja selesai menyaksikan drama Korea yang berjudul Hyde, Jekyll and I episode 2 secara online. Sebagai informasi, drama ini baru tayang hingga episode 3 di Korea Selatan sana. Karena aku penasaran dengan peran Hyun Bin sebagai seseorang berkepribadian ganda, aku jadi berusaha nonton drama ini tanpa menunggu tamat terlebih dahulu. Continue reading

Kado Spesial yang Aku Mau

Di awal pernikahan, aku pernah berucap pada Pak Suami bahwa kami tak perlu membeli televisi untuk diletakkan di kamar kami. Menurutku, adanya televisi di kamar hanya akan membuat kami kurang bersosialisasi dengan penghuni rumah yang lain, karena kami memutuskan untuk tetap tinggal bersama emak yang sudah berusia lanjut. Tetapi apa hendak dikata, seorang pamanku yang juga tinggal bersama kami sangat suka menonton sinetron yang tayang di R**I dari sore hingga malam hari. Beliau bersinggasana di depan televisi yang ada di ruang tamu rumah. Daripada kami mual-mual karena dicekoki sinetron setiap hari, akhirnya aku dan Pak Suami memutuskan membeli sebuah televisi dan sekalian memasang TV kabel. Continue reading