Peci Baru

Penjual Peci

Ramadhan datang, berbagai jejualan khas pun marak terlihat. Selain pedagang kue untuk berbuka, penjual peci turut meramaikan bulan suci ini. Banyak orang yang baru ngeh bahwa pecinya sudah terlalu butut untuk dipakai sholat tarawih di masjid, sehingga mereka berburu peci baru. Mungkin juga dengan peci baru, memberi energi atau semangat baru agar lebih rajin ke masjid. Peci yang dibeli bisa juga sekalian untuk persiapan sholat Ied. Continue reading

Beduk Sahur

Lomba beduk sahur adalah acara rutin setiap Bulan Ramadhan yang diadakan di kampungku, Samarinda Seberang. Menurutku, penggunaan istilah ‘beduk sahur’ hanya berdasarkan istilah umum yang digunakan saat sekelompok orang memukul suatu alat untuk membangunkan orang yang akan bersantap sahur, meskipun sebenarnya tidak menggunakan alat berupa beduk sama sekali. Lomba beduk sahur menarik  minat berbagai kalangan, dari anak kecil hingga dewasa. Pesertanya pun banyak pula berdatangan dari luar kampungku. Biasanya lomba diadakan pada Minggu dini hari pekan terakhir Ramadhan. Continue reading

Sibuk-sibuk Jelang Lebaran

“Capek?” Tanya tanteku padaku siang tadi.

“Nggak. Tadi kan di rumah sudah minum segelas es sirup.” Sahutku sambil tersenyum :mrgreen:

Dengan semangat tanteku melangkah menembus lautan manusia di seputaran daerah Pasar Pagi Samarinda. Matahari sudah bergeser sedikit dari puncak kepala dan panas teriknya mampu membuat bintik-bintik hitam di wajahku semakin bertambah. Ketularan tanteku, akupun ikut bersemangat. Continue reading

Bingka Telur

Beberapa hari yang lalu Mae minta dibuatkan kue bingka telur. Bingka telur ini mungkin adalah khas Kalimantan (awalnya kukira khas Bugis), karena saat aku gugling, nemu blog dari Kalsel yang memuat resep kue ini. Sedangkan resep yang kugunakan adalah dari mulut kemulut seputaran kampungku. Kedua resep itu kurang lebih sama bahan dasarnya. Continue reading

Suasana Malam Lebaran di Samarinda

Malam Idul Fitri tahun ini lagi-lagi aku melintasi Kota Samarinda. Jika tahun lalu aku “terpaksa” melewati jalan-jalan yang padat di malam lebaran karena aku baru pulang jaga sore. Hari ini ibuku minta aku mengantar daging ke rumah tante dan mesti beli kurma di mall, jadinya suasana malam lebaran ini kurasakan lagi.

Setelah urusanku selesai, aku harus balik ke rumah ibu di Samarinda Seberang. Dari pada ngedumel karena melewati jalanan yang macet, mending enjoy aja 🙂 Continue reading