Penataan Taman Samarendah, Dukungan XL Axiata untuk Samarinda

Taman Samarendah adalah salah satu icon baru di Kota Samarinda. Manfaatnya sudah dirasakan oleh warga Samarinda sejak dibuka, karena taman ini dapat dijadikan sebagai tempat berolahraga, bermain anak, atau sekedar bersantai. Kini taman yang berada di pusat Kota Samarinda ini bersolek menjadi semakin cantik. Taman Samarendah ditata kembali agar semakin dapat dinikmati oleh warga Samarinda dan para wisatawan.

Beberapa waktu lalu sempat membuat penasaran warga yang melintasi Taman Samarendah, sebuah tower sedang dibangun menjulang di tengah-tengah taman. Kemudian kita mengetahui bahwa tower tersebut merupakan lampu hias dan di malam hari warga dapat menikmati animasi warna-warni lampu tersebut. Ternyata bukan hanya sampai di situ. Penataan Taman Samarendah ini juga ditambah dengan kehadiran patung-patung kuda dan air mancur. Continue reading

Advertisements

Dare to Change – Berani Berubah Bersama Sophie

Dare to change adalah tajuk dari event Regional Conference 2018 Sophie Paris yang diadakan di beberapa kota di Indonesia. Senang banget karena aku bisa menghadiri event untuk wilayah Samarinda yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit pada hari Sabtu, tanggal 10 November 2018. Tampil sebagai pembicara Gregory Fauvet selaku EVP Sales & Marketing dan Deasy Rahayu yang merupakan VP Sales & Training Sophie Paris.

Mendengar mereka berbicara, semangatku ikut meletup-letup. Bagaimana tidak, Continue reading

Cantik Alami dengan Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid

Awalnya aku mengira punya kulit wajah yang tidak berjerawat itu artinya tidak ada masalah dengan kulit. Padahal kasar dan kusam itu sebenarnya juga masalah. Merasa sudah cukup dengan cuci muka setiap hari, makanya ya hasilnya wajah begitu-begitu saja. Bahkan wajah terlihat lebh tua setiap harinya.

“Coba deh raba kulit wajah Anda. Bila terasa kasar, berarti banyak tumpukan sel-sel kulit mati.”

Kalimat itu adalah salah satu penghantar dari Continue reading

Sedekah Iuran BPJS,  Mungkinkah? 

Sudah lebih dari 2 bulan berlalu sejak program pemerintah yang dijalankan kantorku berakhir. Jaminan Kesehatan Daerah,  yang menjadi program unggulan di kotaku memang (mau tidak mau) harus diakhiri, sesuai dengan peraturan tentang pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Perlahan-lahan masyarakat diedukasi untuk mendaftar sebagai peserta BPJS secara mandiri.

Masalah timbul tatkala tidak semua masyarakat bisa menyisihkan penghasilannya untuk membayar iuran BPJS. Selain dikarenakan penghasilan mereka yang pas-pasan, atau memang jumlah anggota keluarga yang cukup besar. Banyak masyarakat yang datang ke kantorku, berharap program Jaminan Kesehatan Daerah yang gratis tetap dilanjutkan. Tak sedikit di antaranya menitikkan air mata. Sebenarnya pemerintah telah menyediakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk warga tidak mampu sebagai Penerima Bantuan Iur (PBI), tetapi tentu jumlahnya terbatas. Masih banyak warga tidak mampu yang tidak memperoleh bantuan KIS.

Diilhami dari berbagai gerakan sedekah,  aku terpikir bagaimana bila ada “Gerakan Sedekah Iuran BPJS”. Mungkin bisa dipilih BPJS yang kelas III, atau terserah pada donatur. Iuran dibayarkan per bulan, sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang ingin dibantu. Namun sedekah BPJS ini memang butuh komitmen tinggi dari donatur, mengingat peraturan BPJS yang akan me-nonaktif-kan kepesertaan seseorang bila iurannya tidak dibayarkan dalam kurun waktu tertentu.

Sedekah BPJS memang bukan hal yang sederhana. Butuh banyak pertimbangan terkait peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh BPJS. Pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan suatu keluarga diberi sedekah iuran BPJS?  Apakah selamanya, atau hingga keluarga itu mampu dalam hal finansial? Akan banyak pertanyaan lain yang timbul.

Nah,  bagaimana menurut Sahabat sekalian? Sedekah iuran BPJS, mungkinkah?