My June

Bulan Juni ini, tepat setahun aku pindah kerja dari puskesmas 24 jam ke sebuah kantor jaminan kesehatan milik pemerintah daerah. Transformasi pekerjaannya juga sangat berbeda. Sebelumnya yang kuhadapi adalah pasien, kini aku menghadapi warga terkait jaminan kesehatan mereka. Sebelumnya aku bekerja dalam shift pagi, sore atau malam, Continue reading

Advertisements

Loker

Umumnya perawat tidak memiliki meja kerja sendiri, kecuali perawat senior yang memiliki jabatan, misalnya sebagai kepala ruang rawat dan wakilnya. Sama halnya di tempat kerjaku, tak satupun diantara aku dan rekan-rekan memiliki meja kerja. Jadinya kami kesulitan untuk menyimpan barang-barang keperluan pribadi kami. Continue reading

Produk Unggulan Diri

Lulus sekolah atau kuliah merupakan pintu gerbang menuju tahap kehidupan selanjutnya yaitu dunia kerja. Sebelum dapat bekerja, langkah yang harus ditempuh adalah melamar pekerjaan. Alangkah baiknya bila setiap orang dapat mengenali dan mempersiapkan ‘produk unggulan’ yang terdapat dalam dirinya. Setiap orang mengidam-idamkan memperoleh pekerjaan yang bagus, dengan gaji lumayan dan tunjangan yang besar. Karena itu diperlukan untuk mempersiapkan produk unggulan diri yang baik, agar dapat ditawarkan kepada tempat kerja atau perusahaan yang akan dikirimi surat lamaran. Continue reading

Seputar Keluarga

Pendokumentasian tindakan keperawatan

Prinsip saat bekerja di UGD: manfaatkanlah waktu luang sebaik mungkin, karena terkadang di saat-saat padat bahkan segelas airpun tak sempat diminum.

Hehe.. itu sih prinsip karanganku sendiri. Nah, di tempat kerjaku biasanya waktu luang yang ada kami gunakan untuk ngobrol sambil ngemil 😀 Kadang tangan kami gunakan juga untuk melipat kassa atau menggulung kapas. Continue reading

Yang Tersisa

Alhamdulillah pada Minggu malam, tanggal 18 Juli lalu aku tiba kembali di rumah. Sempat beristirahat beberapa menit, kemudian aku bersiap lagi untuk berangkat kerja ke puskesmas. Ya, mau nggak mau, aku harus kembali beraktivitas.

Berlibur selama beberapa hari membuatku merasa berbeda saat kembali berada di rumah. Rumah tampak asing, karena terlalu sering melihat ruangan kamar hotel. Sepeda motorku terasa aneh saat kunaiki. Terlebih lagi kepalaku masih berasa seperti di awang-awang 😀

One big problem! Kaitan belakang rokku copot! Hmm… Makan enak 3 kali sehari di hotel mewah, tanpa melakukan aktivitas pembakaran kalori yang berarti, telah membantu meningkatkan bobotku. Waduh!

___________________________________

Pengen banget BW… tapi belom sempat juga 😦