November Rain

“Tutup jendelanya! Mau turun hujan.”

Aku mendengar seruan seorang laki-laki dari rumah tetanggaku, kemudian suara seorang perempuan pun menyahut mengiyakan. Rumahku ini memang hanya terbuat dari kayu, sama halnya dengan rumah tetanggaku yang lain. Sehingga percakapan dengan nada biasa kadang bisa terdengar dengan baik, terlebih lagi bila berseru atau berteriak. Pembicaraan orang yang lalu lalang di gang samping rumahku juga terdengar jelas. Continue reading

Merajuk di Sudut Sepi

Hujan di luar sana sudah berhenti
Namun sisa dingin masih meresap
Bergulir tiada harap dapat berhenti
Sebait lagu yang laluย menusuk
Menyentuh setiap kepingan yang terburai
Tak tersembuhkan tak tersatukan
Tak guna cemburu pada tanah basah akan hujan
Rembulan yang indah di kala purnama
Menggenggam erat tiada daya
Mengais di diri lalu kemanakah pergi
Biarkanlah sejenak
Nikmati sepi ini…

_____________________________

Ehm… akhirnya ngakak sendiri saat membaca sesuatu seperti puisi diatas. Ingin seperti Arr Rian yang pandai berpuisi, namun apa daya, diriku tak pandai-pandai jua :mrgreen:

Sepatu Karet

Aku kehujanan…

Kebasahan…

Tapi untunglah aku telah mengantisipasi…

Sepasang sepatu karet yang takkan terkelupas

Lumayan…

Meskipun sama sekali tak cantik

Insya Allah bisa membantu menghadapi musim hujan ini… ๐Ÿ™‚

_______________________

Hmm… diluar baru mulai turun hujan dan aku masih belum mengenali bagaimana bau hujan itu… ๐Ÿ˜ฆ

 

Cerewet

Pada suatu siang hari yang panas, seorang gadis pergi berkendaraan dengan sepeda motor kesayangannya. Sebut saja namanya Tya. Sinar matahari membakar kulit wajah dan kedua tangannya yang tak mengenakan pelindung. Matanya menyipit memandang jalan raya yang tampak seperti digenangi air dari kejauhan.

“Ya Allah, panas banget hari ini. Pipiku rasanya perih sekali karena terkena sinar matahari” pikir Tya pada saat itu. Continue reading

Samarinda is Very Hot

Cuaca Samarinda hari ini benar-benar panas. Lihatlah langit cerah itu… Sebenarnya bukan hanya hari ini, beberapa pekan terakhir ini tak ada hujan mengguyur Samarinda. Kontras dengan daerah lain, seperti di Jawa, Sumatra atau Sulawesi yang malahan mengalami hujan terus-menerus hingga banjirpun datang. Lumayan juga selama hujan nggak turun ini, aku jadi nggak perlu repot-repot nyuci motor, karena motor ku tetap terjaga kebersihannya ๐Ÿ™‚

Panas memang terik, namun aktivitas tetap jalan. Siang bolong tadi aku harus mengantar ibuku ke pasar. Peralatan pendukung naik motor seperti penutup wajah, sarung tangan enggan kupakai, karena memang tidak terbiasa. Gosong, gosong dah… Sepertinya bintik-bintik yang sudah menghiasi wajah ku sejak aku kecil, akan bertambah banyak lagi :mrgreen: Celingak celinguk nyari yang segar-segar, alhamdulillah segelas es berhasil juga melalui kerongkonganku. Continue reading

Dari Pojok Utara Samarinda…

Kumasih menatap hujan…
Seiring bergantinya hari, aku masih berjaga. Namanya juga lagi kena giliran jaga malam, bukan keliling kampung loh ๐Ÿ™‚
Aku disini, duduk di teras depan puskesmas tempatku bekerja. Ngapain nih, malam-malam masih di teras?? Ini nih salah satu hal yang membosankan, di tempat kerjaku rada susah tuk mendapatkan sinyal GSM, black spot. Namun di beberapa titik terkadang penerimaan sinyal nya lumayanlah, skitar 2-3 bar, sperti posisiku skarang… Biasanya, bila kuingin nelpon, sms or ngecek email, harus nyari2 sinyal dulu… ๐Ÿ™‚

Hujan mulai berhenti…
Dan aku masih disini, menatap jalan raya Samarinda-Bontang di depan sana, yg dilalui oleh kendaraan yg semakin larut semakin besar pula ukurannya…
Teringat ku pada satu pasien yg tadi datang ke UGD, dengan keluhan nyeri ulu hati. Pasien itu seorang pria, dtg dengan diantar teman2nya, mengenakan kaos bertuliskan BRIMOB. Saat akan disuntik, bapak itu langsung kabur (cuma ke luar ruangan sih… ๐Ÿ™‚ ) sambil berkata “suster, saya dikasih obat aja… Saya takut disuntik. Daripada disuntik, mendingan saya ikut perang aja dah.” jyah…ternyata si om BRIMOB lbih berani pada peluru dari pada jarum suntik… :mrgreen:

Hujan telah berhenti… Dan kabut perlahan merayapi permukaan tanah… Kumasih disini..
Malam semakin dingin…
terucap do’a bagi penderita asma…mudah2an gak kambuh… ๐Ÿ™‚ mudah2an pengguna jalan malam ini berhati-hati, sehingga gak bakal ada kecelakaan… Mudah2an UGD-ku aman malam ini…
Karena sekarang aku sangat mengantukszzz….
Kabut semakin pekat… Membuat mataku semakin beratzz….-_-”