My June

Bulan Juni ini, tepat setahun aku pindah kerja dari puskesmas 24 jam ke sebuah kantor jaminan kesehatan milik pemerintah daerah. Transformasi pekerjaannya juga sangat berbeda. Sebelumnya yang kuhadapi adalah pasien, kini aku menghadapi warga terkait jaminan kesehatan mereka. Sebelumnya aku bekerja dalam shift pagi, sore atau malam, Continue reading

Pandangan Pertama: Sangat Suram

Membaca pemberitahuan yang tertempel di papan pengumuman Balai Kota Samarinda, membuatku bahagia. Hal tersebut terjadi di awal tahun 2005. Ada namaku tertulis pada sebuah daftar yang merupakan pengumuman hasil seleksi CPNSD. Aku lebih bahagia lagi, karena ternyata ada beberapa nama yang kukenal. Dari ratusan peserta tes CPNSD jurusan Keperawatan, yang lolos hanya 8 orang. Dari 8 orang itu, aku dan 4 nama lain saling kenal, karena kami berasal dari kampus yang sama. Continue reading

Inilah Jalanku

Saat lulus dari Akademi Keperawatan (D3), aku merasa gembira sekaligus penasaran akan dunia kerja yang akan kuhadapi. Surat lamaran pun kutulis untuk kukirimkan ke beberapa rumah sakit. Bahkan tawaran menjadi perawat di luar negeri juga sempat kulirik, namun tidak jadi kuikuti karena yakin takkan mendapat ijin orang tua. Tiba-tiba aku dihubungi kampusku dan aku ‘ditarik’ untuk bekerja di kampus. Kupikir dari pada lama menanti jawaban atas surat lamaranku, lebih baik kuterima saja tawaran itu. Bukankah itu berarti bahwa ada sesuatu yang ‘lebih’ dari diri kita, sehingga pihak kampus ‘meminang’ kita untuk bekerja di sana?  Memang saat itu aku sedang memiliki kelebihan, yaitu kelebihan berat badan. :mrgreen: Continue reading

Loker

Umumnya perawat tidak memiliki meja kerja sendiri, kecuali perawat senior yang memiliki jabatan, misalnya sebagai kepala ruang rawat dan wakilnya. Sama halnya di tempat kerjaku, tak satupun diantara aku dan rekan-rekan memiliki meja kerja. Jadinya kami kesulitan untuk menyimpan barang-barang keperluan pribadi kami. Continue reading

Pengalaman Pertama Menjadi Orang Ketiga

Lorong rumah sakit umum itu ramai dilalui oleh mahasiswa keperawatan yang sedang praktik lapangan. Waktu menunjukkan sekitar pukul 2 siang, saatnya pertukaran shift antara yang  jaga pagi dan sore. Tampak dua orang sahabat dengan seragam khas mahasiswa keperawatan berdiri di depan bangsal penyakit dalam. Yang laki-laki baru akan menuju bangsal anak di samping bangsal penyakit dalam, sedangkan yang perempuan sudah akan pulang karena sudah menyelesaikan giliran jaganya siang itu di bagian penyakit dalam. Continue reading