Madu

“Ini minumannya, Sayang.” Tya meletakkan air madu kesukaan Andi di nakas dan mendapati suaminya itu tertidur. Tya menatapnya lekat.

“Jangan menatapku seperti itu,” ucap Andi berpuluh tahun lalu. “Kuharap… kamu tidak meminta cerai…”

Tatap tajam Tya terganti linangan air mata. “Baiklah, aku rela…”

Setelah 30 tahun mendua, kini suami Tya kembali. Tya mengendus aroma yang menguar. Ia lalu bangkit untuk mengganti popok suaminya.