Tiga Bahasa

Perhatian!

Sebuah papan peringatan terpasang di tepi jalan, sebelum memasuki Jembatan Mahakam. Peringatan ini berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan Jembatan Kembar (Jembatan Mahakam IV) di samping Jembatan Mahakam I. Hal yang unik menurutku adalah peringatan itu ditulis dalam 3 bahasa. Bila umumnya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Inggris, kali ini ditambah dengan bahasa daerah, yaitu Bahasa Banjar.

Tak dipungkiri, warga keturunan Banjar (Kalimantan Selatan) sangat banyak yang menghuni Kota Samarinda. Aku ingat saat sekolah dulu, teman-teman banyak yang menggunakan Bahasa Banjar untuk berkomunikasi, apapun suku mereka. Bahasa Banjar menjadi semacam bahasa pergaulan. Entahlah di sekolah-sekolah jaman sekarang.😆

Emakku adalah orang Banjar dan bahasa sehari-hari yang kami gunakan di rumah adalah Bahasa Banjar. Ada alunan yang khas saat berbahasa banjar. Sahabat yang berasal dari Kalimantan Selatan tentu sangat mengerti hal ini.😉

Jadi, adakah yang ingin belajar Bahasa Banjar? #eh:mrgreen:

Ehm, sebenarnya sudah beberapa waktu lalu aku ingin menulis tentang papan peringatan ini. Namun saat aku akan menulis, hari itu di koran aku melihat sebuah foto  dengan tema yang sama dengan fotoku di atas. Jadi malas nulisnya.😀

18 thoughts on “Tiga Bahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s