Tiga Bahasa

Perhatian!

Sebuah papan peringatan terpasang di tepi jalan, sebelum memasuki Jembatan Mahakam. Peringatan ini berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan Jembatan Kembar (Jembatan Mahakam IV) di samping Jembatan Mahakam I. Hal yang unik menurutku adalah peringatan itu ditulis dalam 3 bahasa. Bila umumnya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Inggris, kali ini ditambah dengan bahasa daerah, yaitu Bahasa Banjar. Continue reading

Cara Membuat Abon Ikan

Abon IkanSejak dulu keluargaku sangat menyukai abon ikan. Biasanya abon ikan ini disebut “iwak berabuk” dalam bahasa Banjar (Banjarmasin), atau “bajabu'” dalam bahasa Bugis. Emak belajar cara membuat abon ikan dari almarhum nenek. Aku tidak begitu paham, abon ikan ini sebenarnya merupakan makanan khas daerah mana, karena sepertinya jenis masakan abon ikan juga bisa ditemukan di daerah lain.

Iwak berabuk ini dapat bertahan lama, sekitar beberapa bulan, sehingga bisa menjadi lauk simpanan di kala tak punya cukup waktu untuk memasak. Waktu emak berangkat menunaikan ibadah haji, beliau juga berbekal abon ikan ini. Selain untuk lauk, abon ikan juga bisa disandingkan dengan lepat atau buras yang biasanya muncul saat lebaran.

Ikan yang bisa dipakai untuk membuat abon ikan ini bisa ikan apa saja, tetapi alangkah lebih baiknya bila dipilih ikan yang agak besar agar tidak terlalu banyak duri. Biasanya emak membuat dari ikan tenggiri atau ikan cakalang. Terkadang juga ikan kembung, yang jelas emak belum pernah membuat abon ikan dari ikan badeng. 😀

Berikut ini adalah resep abon ikan yang kucontek dari emak.

RESEP ABON IKAN

Bahan-bahan:

  • 1 kg Ikan segar
  • Santan dari 1 butir kelapa

Bumbu-bumbu yang dihaluskan:

  • 1,5 ons bawang merah
  • 1 ons bawang putih
  • Jahe seruas jari
  • Kunyit seruas jari
  • Kencur setengah ruas jari
  • 1 ons cabe keriting, bila ingin rasa yang pedas, bisa ditambahkan cabe rawit.

Bumbu lain:

  • 3 batang serai, dimemarkan
  • Lengkuas seibu jari, dimemarkan
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Bubuk bumbu karih secukupnya, sekitar sebungkus
  • Air asam jawa, secukupnya
  • Penyedap secukupnya

Cara membuat abon ikan:

1. Rebus ikan hingga matang, lalu tiriskan dan buang durinya. Sebaiknya ikan ditumbuk hingga halus untuk mendapatkan tekstur yang lembut. (Emak menggunakan lesung dan alu untuk menumbuk ikan).

2. Haluskan bumbu-bumbu.

3. Rebus santan dalam wajan bersama serai dan lengkuas, sampai mengeluarkan minyak. Setelah minyak keluar, masukkan ikan yang sudah dihaluskan beserta semua bumbu. Tambahkan air asam jawa.

4. Aduk terus campuran ikan hingga mengering. Kecilkan api agar abon tidak gosong. Perlahan-lahan warna campuran akan berubah menjadi lebih coklat. Proses ini memakan waktu cukup lama, hingga berjam-jam untuk mendapatkan tekstur yang benar-benar kering dan tahan lama.

5. Setelah kering, abon ikan didinginkan, lalu simpan di tempat yang bersih dan tertutup rapat.

Demikianlah resep cara membuat abon ikan versi emak. Kesabaran juga dibutuhkan dalam pembuatan abon ikan ini, karena waktu yang dibutuhkan cukup lama. Bahkan aku dan emak secara bergantian mengaduk-aduk campuran ikan di wajan. Bila kami cukup lelah atau sedang akan ke luar rumah, maka kami akan melanjutkan prosesnya pada keesokan harinya. Selamat mencoba, Sahabat… 😉