Coblos yang Cantik

Puluhan wajah menghiasi tepi jalan Kota Samarinda. Rupanya sudah jelang masa pemilihan calon anggota dewan legislatif. Ada wajah yang tercetak di atas banner berukuran kecil, hingga lebarnya sekian meter kali sekian meter. Kadang perhatianku tertuju pada wajah-wajah itu, atau membaca nama yang tertera, siapa tahu aku mengenali siapa caleg tersebut. Continue reading

Simple Life

Aku membuka mata dan melirik jam yang terpasang di dinding kamar. Pukul 4 dini hari. Saatnya bangun. Masih ada beberapa puluh menit sebelum masuk waktu sholat shubuh. Tak lupa aku bersyukur atas rasa gatal di kaki akibat gigitan nyamuk, atas rasa kebelet pipis karena kandung kemih yang penuh, atau rasa lapar karena perut sudah berjam-jam kosong. Semua rasa itu merupakan manifestasi dari satu hal, yaitu ‘hidup’. Hidup yang masih diberikan oleh Sang Pemilik, dan aku yang masih diijinkan-Nya untuk hidup. Continue reading