Kok Salah Sih?!?!

Sejak awal masa perkuliahan di Akademi Keperawatan, kami para mahasiswa diajarkan berbagai macam praktek tindakan keperawatan dasar, seperti cara memandikan pasien, mengukur tekanan darah, memberi makan pasien dll. Praktek tindakan ini nantinya akan sangat bermanfaat saat kami bekerja di rumah sakit, puskesmas atau klinik. Dosen-dosen kami sangat tekun dalam memberikan pengarahan, karena mereka nggak mau entar lulusannya malu-maluin karena nggak bisa kerja.

Salah satu tindakan keperawatan dasar yang diajarkan adalah “Mempersiapkan pasien yang akan dioperasi”. Banyak hal yang harus dipersiapkan pada pasien yang akan dioperasi, mungkin bagi Sahabat yang pernah dioperasi mengalami hal ini. Memang persiapan operasi dilakukan sesuai dengan operasi apa yang akan dijalani pasien, namun secara umum yang dipersiapkan antara lain : klisma (mengosongkan usus besar), puasa, mencukur rambut sekitar daerah yang akan dioperasi dll.

Dosen kami wanti-wanti, agar saat kami menjalani praktek mahasiswa di rumah sakit, kami harus selalu memperhatikan instruksi yang diberikan. Bila perlu tanya lagi untuk konfirmasi, karena dulu katanya pernah kejadian saat perawat senior memberi perintah pada mahasiswa yang sedang praktek agar mempersiapkan salah seorang pasien yang akan dioperasi dan terjadi kesalahan. (FYI, biasanya perawat memanggil seniornya dengan sebutan “kakak”, “Mas” atau “Mbak”)

Perawat senior : “Dik… pasiennya dicukur ya!”

Mahasiswa Praktek : “Iya, Kak”.

Titik. Segitu aja. Entah karena takut pada senior yang galak, atau nggak mau dikira bego, akhirnya si mahasiswa ini langsung mencukur rambut pasien yang akan dioperasi. Pasien tersebut saat itu akan dioperasi perutnya.

Saat di meja operasi, dokter telah bersiap melakukan operasi pada perut pasien. Betapa terkejutnya dokter dan perawat karena ternyata rambut pada daerah pubis pasien masih tumbuh dengan lebatnya🙂 Padahal daerah sekitar tempat operasi harus bebas dari hal-hal yang mungkin menjadi sumber penularan kuman. Dan sebagai kebalikannya… yang plontos adalah… rambut di kepala pasien!!!😯

Ckckck… gini deh jadinya bila tidak memperhatikan apa yang dikerjakan. Yang dimaksud cukur rambut pubis, malahan nyukur rambut kepala😦  Kasihan deh pasiennya… Padahal operasinya di perut, ehh… malah rambut di kepalanya ikut-ikutan plontos. Kalo pasiennya laki-laki sih, masih tak mengapa, tapi kalo pasiennya perempuan???:mrgreen::mrgreen:

Semoga mahasiswa praktek keperawatan sekarang semakin cerdas dan nggak sembarangan melakukan tindakan lagi:mrgreen:

_______________________________

Lucu nggak lucu, pokoknya udah berusaha ngikut Liga Tertawa di BlogCamp.

Bagi yang belum tahu nih… Pubis : suatu tonjolan tulang pada daerah diatas kemaluan, yang biasanya ditumbuhi rambut.

72 thoughts on “Kok Salah Sih?!?!

  1. hahahaaa…………….. salah tanggap nih ya………..
    terimakasih Kakaakin, telah membuat bunda tertawa pagi ini,ngakak malah😀😀😀
    salam

    Semoga sukses diacaranya PakDhe ya Kakaakin

  2. mbok dijelaskan apa yang dimaksud pubis tuh, kalau kubis saya hafal.

    Terima kasih atas partisipasinya
    saya catat sebagai peserta
    salam hangat dari BlogCamp

  3. Hahahahaha,Mbak….ada2 aja, Meli ngerti kok…. Makanya klo ngasih intruksi itu harus lengkap n jelas, jadi tafsirannya pun ga kan salah….
    Kasihan bener tuh pasien, sudah jadi kelinci percobaan, jadi gundul jg hehehehe

  4. hua..ha..ha.. lucu banget kin.
    saya nggak bisa bayangkan apa yg ada di fikiran pasien.. apakaah cukur rambut bgian salah satu prosedur operasi?

  5. jiahahaha… ini namanya kurang informasi ya?? makanya sebelum bertindah tuh harus jelas perintahnya.

    kalau dalam dunia bisnis ada istilahnya : NEVER ASSUME😛

    • Jika kebetulan perawat seniornya galak, berarti si mahasiswa takut bertanya:mrgreen:
      Takutnya ntar diomongin “kamu ini… masa’ yang bgini aja nggak tau!!” hehe…

  6. memang antara teori dan praktek kadang berbeda. Mungkin ketika mendengar perintah kalo bisa tidak hanya dalam kata-kata tapi intruksi dari kertas intruksi.dan ditulis detail apa saja tidakannya. Hingga mengurangi resiko kesalahan

  7. trs kelanjutannya gimana kin? ngga papa tu operasi ditunda? mudah2an ngga da miss communication lagi ya.. bahaya juga kalo sering2 salah🙂 okay, sukses dengan acaranya

    • Jaman dulu, siswa/mahasiswa yang praktek di RS dibebani pekerjaan yang lumayan banyak. Keseringan cape nggak ketulungan karena pasien banyak. Kesalahanpun sangat mungkin terjadi.

  8. Huahahahaha ….
    saya ngakak membaca ini Kak …
    sungguh …

    Mohon izin … kalau boleh cerita ini saya akan jadikan salah satu ilustrasi contoh dalam training – training saya …
    Tentang … Mis Komunikasi …
    dan juga perlunya menerima Informasi secara lengkap …
    dan tidak mudah mengambil kesimpulan sendiri …

    Salam saya Kak

  9. Hehehe.. namanya juga Junior..
    kalao langsung nyukur daerah pribadi si pasien.. bisa-bisa bangun dan ngamuk2..

    Tapi mo nanya senior.. bisa-bisa diamuk ama kakaknya..
    Serbasalah kali ya… hehhe..

    Kocak ! bagus cerita dan cocok ikut kontes

  10. huahahahaaaa…. smoga menang di liga tawa ya kak… bener2 ketawa ini mah. Tapi kata pasiennya lumayan juga dapet bonus cukur rambut hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s