Blogger Samarinda di Asean Blogger Festival Indonesia 2013 (Part 1)

Asean Blogger Festival Indonesia (ABFI) 2013 digelar di Kota Solo atau yang kini bernama Kota Surakarta. Sebagai utusan dari komunitas blogger Samarinda, aku antusias mengikuti kegiatan ini. Setibanya di Bandara Adi Sumarmo, aku bertemu dengan beberapa blogger. Sebuah mobil jemputan telah disiapkan di bandara. Saat di mobil, terjadilah perkenalan singkat dan seru antar blogger yang baru pertama kali bertemu. Lalu kamipun diantar ke hotel tempat menginapnya sebagian peserta ABFI dan sekaligus tempat penyelenggaraan kelas-kelas ABFI.

Pemikiran awal saat aku akan berangkat ke Solo, acara ini akan menjadi semacam kopdar raksasa antar blogger dari seluruh wilayah Indonesia, ditambah negara-negara ASEAN. Diinformasikan ada sekitar 21 peserta dari negara-negara ASEAN, dan lebih dari 200 peserta dari Indonesia. Saat berada di tempat acara, aku mendapati bahwa acara ini jauh melebihi ekspektasiku. Setiap peserta kemudian dibawa ke dalam rangkaian kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya.

Berdasarkan yang tertera pada website resmi ASEAN Blogger, alasan pemilihan Kota Solo sebagai tempat pelaksanaan ABFI 2013 adalah dalam rangka memperkenalkan adanya situs-situs warisan di kota ini, sebagai awal mula titik penghubung mata rantai warisan budaya ASEAN. Aroma budaya begitu kuat menguar saat berada di Solo. Karenanya menurutku merupakan pilihan yang tepat saat pembukaan ABFI 2013 dilaksanakan di kediaman Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Loji Gandrung. Acara yang diadakan pada Kamis malam tanggal 9 Mei 2013 itu menjadi semacam gerbang pengenalan terhadap budaya Solo lebih banyak lagi. Batik yang menjadi dresscode, suguhan tari-tarian, hidangan makan malam yang sangat mewakili Solo, menjadi titik awal kegiatan ABFI.

Kegiatan hari kedua diadakan di salah satu ruang pertemuan yang ada di Hotel Kusuma Sahid. Dimulailah aktivitas yang agak serius, semacam seminar, namun tetap bisa santai. Jika ada yang bertanya, apa sih manfaatnya bagi blogger dengan mengikuti seminar-seminar itu? Sebagaimana kita ketahui, senjata blogger ada di ujung jarinya. Mereka menyalurkan ide di kepalanya dan mewujudkannya dalam bentuk tulisan. Seperti yang sempat disinggung oleh Bapak Hazairin Pohan dari Kemenlu RI, yang ternyata beliau juga blogger, bahwa blogger memiliki peranan penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih cepat dan lebih luas melalui tulisan-tulisannya. Seminar yang mengusung tema “Re-inventing the Spirit of Cultural Heritage in  Southeast Asia” itu diharap dapat menjadi penyatuan persepsi mengenai kebersamaan yang dibentuk berlandaskan pada kesamaan kepemilikan warisan budaya di kawasan ASEAN.

Suasana seminar ABFI 2013Suasana seminar ABFI 2013

ASEAN Blogger digagas sebagai wadah bagi berbagai komunitas blogger yang ada di negara yang tergabung dalam ASEAN. Kedepannya, ASEAN Blogger diharap dapat mendukung terbentuknya ASEAN Community 2015, yang cakupan kelak dapat memberi pengaruh baik pada perkembangan berbagai aspek, seperti sosial, budaya dan ekonomi. Karena itu pada seminar lanjutan juga dibahas tema-tema yang mendukung, seperti mengenai kesiapan kita dalam komunitas ASEAN 2015, peran sosial media dalam membangun komunitas sosio-kultural ASEAN, serta diskusi mengenai potensi-potensi pariwisata di negara-negara ASEAN. Untuk melemaskan kepenatan para peserta, panitia sudah mempersiapkan acara hiburan usai deretan seminar. Penampilan beberapa musisi, membuat suasana ruang seminar menjadi penuh keceriaan.

Setelah seharian berkutat dengan seminar, malam harinya para peserta dijadwalkan untuk mengunjungi Festival Seni Mangkunegaran. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari Hotel Kusuma Sahid tempat aku menginap, aku memanfaatkan kesempatan itu untuk berjalan kaki bersama beberapa rekan blogger, sambil menikmati Kota Solo di malam hari. Beberapa rekan sudah mengeluhkan perut yang minta diisi, kami lalu berburu kuliner yang ada di sekitar Mangkunegaran.

Mangkunegaran Art FestivalMemperhatikan para penari yang siap tampil🙂

Kegiatan hari ketiga diawali dengan sharing mengenai masing-masing negara, yang dilakukan oleh blogger yang mewakili. Ada blogger yang membuat presentasi yang sederhana mengenai negaranya, ada pula yang sangat dipersiapkan dengan baik. Contohnya blogger dari Filipina, hampir seluruh peserta mendapatkan peta pariwisata negaranya. Mereka memanfaatkan ajang ini untuk sekalian mempromosikan pariwisata mereka.

Peta Pariwisata FilipinaMau ke Filipina? Lihat peta ini saja.😀

Usai acara sharing, dilanjutkan dengan pembagian peserta dalam kelas yang lebih kecil sesuai dengan tema yang diminati. Tema pada Break out Session 1 adalah: ASEAN’s Plans against Cybercrime, Freedom Of Expression, Internet Governance Forum, Culinary ASEAN Blog, dan Building bloggers’ communities in ASEAN Member States. Pada sesi pertama ini aku memilih kelas Culinary ASEAN Blog. Kita tahu bahwa kuliner juga merupakan komponen penting dalam industri pariwisata.  Blogger kini memegang peran yang begitu besar dalam memperkenalkan aneka kuliner daerah-daerah yang pernah dikunjunginya. Kemudian pada Break Out Session 2 dibuka kelas dengan tema: Inspiring Blogger, Travel Blogger, Photoblogging, Advocacy Online, dan ASEAN Blogger Action  Plan for ASEAN Community Building.

Siang harinya adalah jadwal kunjungan ke Museum Purbakala Sangiran dan Candi Sukuh. Karena jumlah peserta yang banyak, jadinya kunjungan ini dibagi menjadi 2 kelompok. Aku memilih untuk turut pada kunjungan ke Museum Sangiran. Setelah kunjungan-kunjungan ini, sore harinya seluruh peserta kemudian dibawa ke Urban Forest yang ada di tepi Bengawan Solo.

Sebagai warga yang juga tinggal di tepi sungai, yaitu tepi Mahakam, aku mengapresiasi Pemkot Surakarta yang merelokasi warganya dari tepi Bengawan Solo. Terlebih lagi tempat pemindahan warga tersebut tanpa menimbulkan masalah, karena disesuaikan dengan keinginan warga itu sendiri. Tepi sungai bekas hunian warga kemudian ditanami pepohonan, yang kemudian wilayah itu disebut Urban Forest.

Gathering at Urban Forest

Sementara ini masih terlihat gersang🙂

Pakde Blontank Poer menyinggung bahwa pemerintah bertekad membangun kawasan hijau di situ. Bila kemudian sungai kembali pasang atau meluap dan pohon-ponon yang baru ditanam hanyut terbawa arus, maka akan terus dilakukan penanaman ulang hingga bisa terwujud kawasan hijau itu. Tak ayal aku membayangkan bagaimana tampilan tempat itu 5 atau 10 tahun yang akan datang, kala rerimbunan sudah mulai menghiasi. Pastilah akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi warga untuk berkumpul, terlebih lagi pohon-pohon yang dipilih untuk ditanam adalah pohon buah. Sebelum acara usai, dilakukan penanaman pohon oleh perwakilan blogger dari masing-masing negara ASEAN.

Jadwal Sabtu malamnya adalah free program. Sebenarnya diisi dengan kegiatan jalan-jalan keliling Kota Solo dengan menggunakan bis tingkat yang ada satu-satunya di Solo. Kuotanya terbatas, jadinya tidak semua peserta ABFI bisa merasakan serunya naik bis itu, termasuk aku. Aku dan beberapa rekan blogger memilih untuk berjalan kaki dari Hotel Kusuma Sahid menuju  Sahid Hotel. Di Sahid Hotel ada deretan sepeda ontel yang bisa dipinjam dan kami berencana keliling Kota Solo dengan menggunakan sepeda. Sayangnya ada rekan yang kurang nyaman menaiki sepeda yang sadelnya terlalu tinggi. Jadinya kami memutuskan untuk berburu kuliner lagi saja.

Agenda pada hari keempat diawali dengan buru-buru naik bis usai sarapan. Kami dibawa ke stasiun kereta api untuk menaiki sepur Kluthuk Jaladara, sebuah kereta api uap yang menjadi salah satu icon pariwisata Kota Solo. Para peserta ABFI diberi kesempatan langka untuk mencicipi kesempatan berada dalam kereta api kuno yang berjalan membelah Kota Solo di Minggu pagi. Suara peluitnya yang nyaring dan uapnya yang mengepul, menarik perhatian warga yang sedang berada di kawasan car free day di tengah kota itu.

@sepurNarsis di Sepur Kluthuk Jaladara

Akhirnya kegiatan ABFI ditutup di Keraton Solo,  yang diisi dengan sambutan dari pihak Kemenlu RI dan Keraton Solo. Tak ketinggalan sajian tari-tarian tradisional. Secara keseluruhan, acara ABFI 2013 ini didukung penuh oleh Kementrian Luar Negri, Kementrian Komunikasi dan Informasi, Kementrian Pariwisata adn Ekonomi Kreatif serta Pemkot Surakarta. Berbagai media partner juga telah mendukung kelancaran ABFI 2013 Solo, diantaranya useetv.com yang menyiarkan live streaming acara langsung dari venue, serta Telkom Indonesia yang mendukung dengan penyediaan koneksi internet. Acara yang digelar selama 4 hari, dari tanggal 9-12 Mei 2013 ini diharap bisa meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta, sehingga bisa terbangun kebersamaan menuju Komunitas ASEAN 2015.

Sumber gambar

33 thoughts on “Blogger Samarinda di Asean Blogger Festival Indonesia 2013 (Part 1)

  1. padahal pada prakteknya semua yang standby di depan bus bisa ikutan tuh🙂 ada kok yang tidak daftar kemudian ikutan.
    Kebalikannya, ada juga yang daftar tapi tidak jadi ikut karena belum mandi!!:mrgreen:

  2. saya dua hari mengikuti streaming di useetv, memang kagiatannya seru dan menarik walo ada beberapa pemateri membuat saya jenuh menontonnya

  3. hampir seluruh peserta mendapatkan peta pariwisata negara Filipina …

    ini baru terasa seperti pertemuan Asean Blogger beneran🙂

    Salam saya Kak

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin….

    Lama tidak mampir bersapa mesra. Saya selalu ingin merasai keakraban dunia blogger melalui acara kopdar sebegini. Tetapi tidak pernah pun mengetahui kalau di Malaysia juga ada. kerana saya lihat di Indonesia banyak ya acara sebegini.

    Melihat posting lalu, ada foto Akin dengan mbak Evi… wuiihhh, buat saya cemburu nih. Ingin sekali dapat jumpa Akin dan yang lainnya secara real. Mudahan kita bisa berkopdar bersama di kemudian hari… di akhirat, Insya Allah jika tidak bisa di dunia fana ini. Aamiin.

    Salam manis dan sayang buat Akin selalu dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Insya Allah setiap pertemuan dengan blogger bisa mempererat tali silaturrahim, Bunda🙂
      Ehm, semoga bisa ketemu Bunda di dunia terlebih dahulu😀

  5. Liputan komplit dari kegiatan keren. Terima kasih sahabat blogger Samarinda bisa menikmati kota Surakarta, pastinya juga jadi ajang promosi wisata.
    Senjata berada di ujung jari…. Luar biasa dan jadi lebih hati-hati.
    Salam

  6. wah.. baru tahu kalo ada event asean blogger..
    mesti yang datang adalah blogger2 sekaliber kaka akin ya?
    ini peserta yang datang karena invitasi atau siapapun boleh dengan biaya sendiri? #hihi.. maaf awam#

  7. lengkap liputannya Mbak. Sewaktu saya ikut ABFIK jug, sekamar sama Blogger Balikpapan, Mas Norjik (lupa nama aslinya), seru soalnya kan satu kamar, diskenario dg blogger lain, jadi bisa kenalan dan banyak temen…

    Ini Mbak Akin, temennya Mbak Edi Kusuma Kompasiana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s