Aroma Kekasih

Ada yang mengatakan bahwa aroma kekasih tak akan terlupa. Memangnya, aroma apakah yang dapat tercium dari seorang kekasih? Apakah aroma nafasnya saat sedang berbicara begitu dekat? Ataukah aroma tubuhnya saat berpeluk erat? Atau mungkin aroma yang begitu manis, karena merupakan gabungan antara aroma fisik dan cinta? Kurasa itu adalah perpaduan antara sensasi yang pernah diterima oleh hidung, ditambah dengan rasa rindu. #eeaaaa😀

“Ah, mari kita membicarakan hal lain. Pembicaraan tadi sudah menjurus ke area dewa(sa),” ucap seorang kawan.

Aku terkekeh.

Selama 3 pekan ini puluhan aroma berseliweran di jagad maya. Aku mencatat ada 67 sahabat yang mendaftarkan aroma kenangannya pada event Giveaway: Cerita di Balik Aroma. Beberapa sahabat memiliki kenangan yang berkaitan dengan aroma kopi. Selebihnya, sahabat menceritakan aroma yang sama sekali berbeda. Bahkan ada yang unik dan tak disangka-sangka. Sebagai seorang perempuan pencinta kenangan, aku sangat terkesan membaca kenangan-kenangan Sahabat terkait dengan aroma.

“Aroma itu berbeda dengan bau loh, Kak,” lagi, ucap seorang kawan.

“Iya, aku tau,” sahutku. “‘Bau’ itu cenderung konotasinya negatif, seperti bau pesing atau bau busuk. Sedangkan ‘aroma’ lebih positif. Karena itu aku memilih menggunakan kata ‘aroma’.”

Tentu saja, aroma yang ditulis oleh sahabat, bukan hanya seputaran bebauan yang wangi saja. Yang kurang sedap juga banyak. Namanya juga kenangan, bisa jadi apa saja yang berkaitan dengan kejadian di masala lalu.

Tanggal 28 Mei 2013, pukul 23:59 WITA adalah waktu yang kujanjikan sebagai batas akhir Giveaway Cerita di Balik Aroma. Aku mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan Sahabat pada event sederhana ini. Semoga proses penjurian lancar, sehingga pengumuman pemenang bisa dilaksanakan sesuai rencana. Insya Allah ada tambahan pada tali asih, karena ada sumbangan berupa buku dari Neng Ila Rizky.

Ah, senangnya… Aroma-aroma menguar di jagad blogsphere.

Lalu muncul lagi pertanyaan dari seseorang. Memangnya, aroma kekasih itu yang bagaimana?

Karena aku tidak punya kekasih, inginnya suami aja, menurutku aroma kekasih itu kira-kira seperti padang rumput. Tatapannya, tutur katanya, reaksinya terhadapmu, serta kehadirannya secara keseluruhan itu menyegarkan. Sehingga kau betah berlama-lama di sana.

Padang RumputTempat yang harus dikunjungi lagi, sambil nenteng kamera beneran. Colek Bu Dey😀

Sebuah ceracauan subuh, di antara hasrat ingin mengunyah modem, atau ngejedotin kepala ke dinding. Sungguh, koneksi ini membuatku galau…

35 thoughts on “Aroma Kekasih

  1. Hahaha …
    Saya tersenyum membaca bait-bait terakhir …

    Yang jelas … ini ide yang sangat orisinil Kak …
    Saya pujikan ide kontes ini …
    Sukses untuk perhelatannya …

    salam saya Kak

  2. Sepakat dengan On Her, alinea terakhir memberikan kesan menarik. Saya mendo’akan segera mendapatkan suami yang menjadi kekasih selama-lamanya, yang memberikan segenap rasa mendalam

  3. Sejujurnya,,, beberapa bulan belakangan ini aku sering sekali mengunjungi makam ibundaku untuk mendoakannya dan sekedar meresapi ‘aroma perkuburan karena cepat atau lambat aku pasti akan berada disana.

    Oya mbak,,, terimakasih banyak telah mau bersedia mereview blog sederhana saya dan insyaallah saya akan mereview blog ‘Try 2B cool ‘n smart ini meskipun kelak tulisan saya sangat jauh dari sempurna dan mungkin juga tidak sesuai dengan deskripsi aslinya yg sangat luar biasa ramahnya karena memang saya sangat jarang berkunjung ke blog2 sahabat.
    Salam.

  4. Sebuah ceracauan subuh, di antara hasrat
    ingin mengunyah modem, atau ngejedotin
    kepala ke dinding. Sungguh, koneksi ini
    membuatku galau…
    ____________

    kalimat diatas gak kebaca mbak, akhirnya perlu di copy dulu baru bisa baca🙂

  5. Aroma itu… Iyyaaa beda dgn bau kak…

    Subhanallah, pasti seru membaca kenangan para sahabat ya kak.. Spt sy kemarin bs ketawa sendirian di depan lappy.. Hihihi…
    Sukses GAnya kak.. Sukses jg buat kakaakin dan pak Juri.. Hehe.. Selamat menjuri pak juri..

    Oiya satu lagi, sy ngundurin diri dari panitia yaaa.. Hahahaaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s