Seorang Bunda

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.

Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Secara otomatis, kita tak bisa mengelakkan interaksi. Kita juga melihat apa yang dilakukan orang lain, begitu pun sebaliknya, orang lain melihat apa yang kita lakukan. Bila sepak terjang kita tidak baik, maka akan meninggalkan kesan yang tidak baik pula di benak orang lain. Bila tingkah laku kita baik, maka yang tersisa adalah kesan yang baik. Ditambah lagi hal-hal yang baik itu akan selalu terngiang, bahkan mungkin akan disampaikan pula kepada orang lain, agar semua mengetahui tentang kebaikan itu. Continue reading

Menyeberang Sungai Mahakam dengan Kapal

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.

Kota Samarinda merupakan ibukota Propinsi Kalimantan Timur. Sebuah sungai besar bernama Mahakam membelah kota ini dan membagi kota dengan istilah Samarinda Kota dan Samarinda Seberang. Aku lahir dan besar di Samarinda Seberang, dan hingga kini masih tinggal di salah satu kecamatan yang ada di Kota Samarinda itu. Karena pusat kegiatan warga berada di kota, makanya mobilisasi warga cukup tinggi setiap harinya, dari Samarinda Seberang ke kota. Sejak dulu, kami terbiasa menyeberang dengan menggunakan kapal kecil/ketinting. Memang sekarang sudah ada jembatan Mahakam dan angkutan kota, namun tak sedikit warga yang masih memilih menggunakan kapal untuk menyeberang. Continue reading

Kaos Cool ‘n Smart Blogger

Berasal dari sebuah kegiatan bertajuk #bloGodok yang diadakan dwimingguan bagi para blogger Samarinda, tercetus sebuah pe-er. Pada pertemuan #3 dilemparkan pe-er berupa sebuah tag kepada kami, yaitu “Jalan Tembus Aminah Syukur”, untuk kami tulis di blog masing-masing. Hasilnya akan dilihat pada pertemuan #4, siapa yang menduduki puncak teratas laman pencarian Google.id. Continue reading

Bermain di Kolong Rumah

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing. Begitu pula dengan warganya dan cara mereka hidup di daerah tersebut. Tak terkecuali kampungku. Daerah tepi sungai Mahakam yang kerap digenangi air Mahakam kala sedang pasang itu membuat warga mempersiapkan bentuk rumah yang sesuai, yaitu rumah pangggung. Hampir semua rumah memiliki tiang-tiang membentuk kolong rumah. Saat sungai pasang, maka air akan lewat di kolong rumah. Continue reading

Apa Kabar Para Korban Kebakaran?

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Sudah lebih dari empat bulan berlalu sejak malam terjadinya kebakaran di samping rumahku. Lokasi kebakaran yang berbatasan langsung antara Masjid Shirathal Mustaqiem dan rumahku itu kini sudah tak melulu kosong. Hingga kini, lahan bekas kebakaran itu sudah banyak yang dibangun kembali oleh pemiliknya. Jika memiliki dana, membangun kembali sebuah rumah memang tak memerlukan waktu yang lama. Terlebih lagi rumah-rumah di lingkungan tempat tinggalku adalah rumah kayu. Continue reading