Memulai Dari Nol

Tiada sebatang pohonpun di hutan yang tiba-tiba tumbuh menjadi besar seketika. Selalu diawali dengan biji yang tumbuh di tanah, perlahan-lahan mengecambah hingga menjadi pohon besar yang mungkin diameternya mencapai sekian meter. Demikian halnya kehidupan manusia dalam berumah tangga. Setiap keluarga melewati fase pembentukan hingga menjadi kuat yang diawali pada suatu titik, yaitu titik nol. 

Gambar dari sini.

Menurutku, menggabungkan dua insan dengan pernikahan merupakan titik nol sebuah keluarga, entah bagaimanapun kondisi kedua belah pihak. Namun sebagian besar orang berpendapat bahwa yang dimaksud dari titik nol dalam membangun keluarga adalah “tidak memiliki apa-apa (harta) saat memutuskan untuk menikah”. Karena itu suami (dan istri) kemudian berjuang untuk mencari rizki dalam rangka menafkahi keluarga.

Sama halnya dengan yang dialami oleh Tarry yang memulai titik nolnya dengan suami sekitar tiga tahun yang lalu. Sebuah perjuangan yang tidak tanggung-tanggung, karena dari segi jarak yang membentang antara keduanya saja sudah merupakan sebuah ujian. Pilihan keduanya untuk mencari nafkah di tempat yang sedemikian jauh dari tanah air, serta masing-masing berada di negara yang berbeda, suami di Taiwan dan istri di Hongkong, adalah sebuah jalan yang mereka tempuh demi cita-cita rumah tangga mereka.

Keputusan Tarry untuk menikah setelah sekian panjang lika-liku kisah cinta yang dihadapi, terlebih lagi dengan seseorang yang Tarry anggap biasa-biasa saja, merupakan kekuatan bagi rumah tangganya. Dengan kondisi nol, atau tidak memiliki apa-apa kecuali iman di dada, Tarry dan suami bertekad untuk saling bekerja sama dalam membangun rumah tangga. Kelak angka nol tersebut bisa pecah dan membuahkan kebaikan-kebaikan, bukan hanya untuk Tarry dan keluarga, namun juga untuk warga di sekitar tempat tinggal mereka nanti sekembalinya ke tanah air, insya Allah.🙂

Tidak sedikit pula orang yang mengatakan bahwa kehidupan rumah tangga yang dimulai dari bawah, akan lebih terasa sensasinya dibandingkan bila semua telah tersedia sejak awal pernikahan.😀

Semangat ya, Tarry!

Insya Allah diriku bisa mengambil pelajaran dari semangat Tarry dalam memulai dari nol.😀

______________________________

Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “CINTA ANTARA 2 NEGARA” yang diadakan oleh Tarry KittyHolic.

45 thoughts on “Memulai Dari Nol

  1. Jika kita yakin dengan apa yang kita putuskan, maka memulainya kembali dari nol pun tidak jadi masalah. Kekuatan cinta antara suami dan istri yang dilandasi iman yang kokoh, insya Allah akan mampu menerjang segala rintangan yang menghadang di hadapan.

  2. segala sesuatu emang ada awalnya ya😀 awal yang baik prosesnya bisa baik eh keluarannya juga baik deh😀 #maaf tante aku komentar sambil ngerjain tugas jadi muter2 ya😛

  3. memulai dari nol karena memang niat utk ibadah hanya krn Allah swt semata,, sepertinya bukan masalah Kak
    malahan akan bertambah kuat ikatan perkawinan tsb

    Semoga sukses di acara giveaway ini ya Kak🙂
    salam

  4. asswrwb, dg memulai dr nol, segala pahit dlm fase2 awal bs dirasakan bersama, insyaAllah mudah2an lbh kuat mengarungi bahtera rmh tangga dg baik…Amin.^_^

  5. memulai sesuatu dari nol dan terus meningkat akan lebih baik dari pada memulai dari atas dan terjerumus pada jurang kehancuran

    selamat dan sukses atas kontes dan opininya yang luar biasa
    BTW kapan memulai mendayung bahtera kehidupan baru dengan tulisan SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

    Semoga Allah memberikan yang terbaik buat kakaakin, dekat atau jauh pokoknya yang terbaik dech

    salam dari pamekasan madura

  6. Memulai dari awal emang memang sesuatu banget mbak. Apalagi nanti pas dipetik hasilnya. Walaupun hasilnya ga gede-gede amat, tapi usaha yang keras pasti akan membuat diri sangat amat terasa senang.

  7. Tidak selalu memulai dari nol itu buruk.. jauh lebih baik dibandingkan dengan yang mulai dari minus. tapi, seberapa besar usahanya lah yang bisa bikin jadi lebh bermakna.

    ikut GAnya Tarry juga yah.. goodluck ya kak Akin. moga menang.

    maaf banget lama nggak mampir dimari. Lagi disibukkan dengan kegiatan di dunia nyata🙂
    (alesan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s