Badai Perselingkuhan

Tya menghela napas. Entah sudah berapa lama ia berdiri di depan jendela kamarnya. Tirai merah jendela itu melambai pelan ditiup angin sore. Sejak beberapa bulan lalu, jendela itu telah menjadi tempat favoritnya untuk melamun.

Memandang ke rerumputan hijau di luar jendela diharap Tya dapat mengurangi beban pikirannya, seperti biasanya. Namun ternyata tidak untuk kali ini. Obrolan dengan seorang kawan lama di jendela chat semalam, masih terus melekat di benaknya. Kawan itu mengungkapkan cintanya yang telah lama terpendam kepada Tya, sejak mereka masih sama-sama duduk di bangku kuliah.

Tya mendongak dan tertawa ke udara. Ia merasakan kelucuan. Setelah 10 tahun ia dan sang kawan tidak berjumpa, tiba-tiba sang kawan mengungkapkan cinta. Mungkin pada kondisi lain Tya yang masih sendiri akan berusaha untuk membuka hati akan cinta pria itu. Namun pada kondisi sekarang, Tya menggambarkan sebuah tanda silang hayalan yang sangat besar antara dirinya dan pria itu. Kalimat-kalimat yang dituliskan kawannya itu kembali teringat olehnya.

Si Kawan : Aku sudah mencintaimu sejak kita kuliah. Tetapi aku malu untuk mengungkapkannya

Tya : Hehe… Ah, yang bener

Si Kawan : Sungguh. Kamu mau kan jadi pacarku?

Tya : Hei, aku nggak mau jadi selingkuhanmu.

Si Kawan : Kalau begitu kamu kulamar aja ya….

Tya : Aku gak mau jadi orang ketiga dalam keluargamu.

Si Kawan : Kalau begitu, kita pacaran aja ya… Ijinkan aku mencintaimu, please…

Sampai disitu Tya sudah merasa sangat muak dengan percakapan mereka. Menurut Tya, ini harus segera dihentikan.

Tya : Sori ya. Aku gak bisa menerima cintamu

Si Kawan : Aku gak peduli. Pokoknya aku cinta sama kamu. Besok malam aku jemput kamu ya, kita jalan-jalan.

Pttt… Mendadak listrik padam. Tya merasa sangat bersyukur, karena tak perlu menanggapi ucapan-ucapan kawan lamanya itu.

Tya mengeleng-gelengkan kepalanya, hampir tak percaya. Baru saja beberapa hari yang lalu ia mendengar curahan hati salah seorang sahabatnya yang janda karena ditingal mati suaminya. Sahabatnya itu resah karena ia berulang kali dihubungi oleh mantan pacarnya. Bukan hanya satu tetapi lebih dan kesemuanya masih berstatus sebagai suami. Apalagi kalau bukan ajakan untuk berselingkuh. Kini Tya juga mengalami hal yang sama.

Tya tak habis pikir, betapa mudahnya para pria itu untuk melirik wanita lain selain istri-istri mereka. Apakah kini perselingkuhan telah menjadi bagian dari gaya hidup? Tya kembali menghela napas.

Criingg. Ponsel Tya berbunyi menandakan ada pesan singkat yang masuk. Rupanya dari sahabatnya, Si Chubby.

“Mau curhat nih. Aku lagi galau” Bunyi pesan singkat di ponsel Tya.

Segera Tya menelpon sahabatnya itu. Sahabat yang langsung dihubunginya saat Si Kawan mengajaknya berpacaran.

“Tya, Yanto menelponku lagi”

Apa?? Mau ngapain dia?

“Katanya masih sayang sama aku dan dia mau kami kembali berhubungan seperti dulu”

“Astagfirullah. Padahal dia sudah menikah, kok masih menghubungimu”

Tya terhenyak. Lagi, kini bertambah lagi seorang sahabatnya yang diterpa godaan perselingkuhan. Panjang lebar Si Chubby mengungkapkan perasaannya.

“Meskipun dulu aku sempat menyayanginya, namun dia lebih memilih menikah dengan orang lain dibanding denganku. Sekarang, kehidupan rumah tangganya tak bahagia, ia malah ingin berpaling kepadaku. Aku ingin setia, Tya. Aku ingin setia pada suamiku. Aku gak boleh selingkuh. Itu dosa besar. “

Tya mengurut dada usai menutup percakapan dengan Si Chubby. Susah payah sahabatnya itu menata hati untuk suaminya dan demi melupakan mantan kekasihnya, kini datang pula godaan dari sang mantan. Tya mengulang kembali dalam hati do’a yang tadi sama-sama mereka ucapkan di akhir percakapan.

“Ya Allah, ampunilah kami. Peliharakanlah kami. Kuatkanlah hati kami…”

44 thoughts on “Badai Perselingkuhan

  1. Semoga saya tidak terjerumus menjadi laki laki yang seperti itu, Amiiin..

    Selamat dini hari ya Kak..
    __________

    Kaka Akin : Aamiin…
    Insya Allah…
    Bunga adalah segalanya [:)]

  2. badai selingan indah sudah tiba menghampir, begitukah?
    __________

    Kaka Akin : Hehe… kurang lebih begitu, Om.
    Syukurlah sudah ada anti badainya [:))]

  3. dalam menulis fiksi, bundo terkendala dalam menulis dialog.. seringnya terkesan kaku..

    belajar ma Akin, ah..
    __________

    Kaka Akin : Hwah… saya yang mestinya belajar dari Bundo nih [:)]

  4. selingkuh????
    Kamus dalam suatu hubungan yg ada pada Bab berapa itu kak??😀😀

    semoga kita semua menjadi orang2 yg bisa menjaga hati ya kak… Jangan sampailah kata selingkuh ada pada kehidupan kita…

  5. huehuehue ….
    emang deh badai tuh punya nama banyak ya😀
    kemarin heboh badai katrina eh sekarang badai perselingkuhan
    kira2 terpaannya sereman yang mana ya?😀

  6. untuk urusan selingkuh itu bukan datang dari satu pihak lho. Itu terjadi kalau ada 2 pihak yang terlibat. Namun memang sih yg suka main api itu dari (seringnya) dari pihak laki2. Ini bukan gaya hidup tapi ingin coba2 aja… percaya deh…kalau ga ya ga kenapa2

  7. saya bukan pria yang termasuk golongan itu loh mba…amiiin…
    tapi saya sangat benci orang yang udah berumah tangga masih cari kesana kemari buat pelariannya…ahhhhhhrrrhh..
    jadi inget saya pernah maki-maki orang kayak gitu tuh….

  8. itulah salah satu sebab dibolehkannya poligami, daripada berselingkuh yang mengakibatkan dosa. Namun semua tak kan terjadi jika kita menata hati, menundukkan pandangan dan mendekatkan diri kepada sang Ilahi.
    salam untuk kak Tya

  9. Perempuan mana yang ingin di duakan oleh pria-pria yang sudah punya keluarga,, nanti di bilang perusak RT orang.

  10. Harta yang paling berharga adalah Keluarga
    Istana paling indah, adalah Keluarga
    Puisi yang paling bermakna, adalah Keluarga
    Mutiara tiada tara, adalah Keluargaaaa………….

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  11. wah wah wah.. jadi kaya nonton sinetron nih.. Hehe
    Semoga ngga ngalamin badai ini.. tapi kata orang, Selingkuh itu Selingan Indah Rumah tangga Kukuh… hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s