Perpusda Kaltim

Kartu Anggota

Sewaktu masih berstatus mahasiswa, aku memiliki kartu anggota Perpustakaan Daerah atau Perpusda Kaltim dan tentu saja cukup sering berkunjung ke sana. Seolah-olah kesannya belum keren kalau belum menjadi anggota Perpusda. Perpustakaan yang kini memiliki nama resmi Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur ini berlokasi di Jl. Ir. Juanda Samarinda dan selalu ramai oleh pengunjung.

Bagian yang dulu paling sering kukunjungi adalah bagian fiksi. Aku merasakan perubahan kecenderungan bacaanku. Awalnya hanya seputar Trio Detektif, hingga semua koleksi sudah kubaca. Lalu beralih ke Agatha Christie, Sidney Sheldon, Michael Crichton dan novel-novel lainnya. Yang paling kusukai adalah yang bergenre misteri, lengkap dengan aksi detektifnya, atau yang berkaitan dengan medis. Kadang kondisi bukunya sangat lecek, karena telah dipegang oleh banyak orang.

Bagian kedua yang sering kukunjungi adalah bagian referensi buku kesehatan. Aku kerap meminjam buku yang berkaitan dengan tugas kuliah. Bagian lain yang juga sering kukunjungi adalah bagian bahasa. Selain Bahasa Inggris, aku sempat tertarik untuk belajar Bahasa Mandarin dari buku-buku yang ada, namun akhirnya berhenti karena pusing sendiri. Bagian lain yang tak kalah menyenangkan adalah bagian anak-anak. Sayangnya koleksi di sini tidak dapat dibawa keluar. Jadinya aku kerap duduk di kursi kecil atau lesehan, sambil  membaca komik-komik Jepang.

Kini, setelah lebih dari 10 tahun kartu keanggotaanku habis masa berlakunya, aku kembali tertarik untuk menjadi anggota Perpusda Kaltim. Sebenarnya hampir setiap hari aku lewat di depan gedung Perpusda dan aku melihat telah banyak perubahan pada bangunannya. Ditambah juga kini Perpusda buka hingga malam hari dari Senin – Jum’at. Sedangkan Sabtu dan Minggu hanya sampai sore. Wow! Ini benar-benar kemajuan karena perpustakaan juga buka di hari Minggu. Bagi yang tidak sempat ke Perpusda pada hari kerja, bisa berkunjung ke sana pada akhir pekan.

Cara perdaftarannya sangat mudah. Cukup ke bagian informasi, lalu kita diarahkan untuk mengisi biodata lengkap di komputer, setelah itu kembali ke bagian informasi untuk diberi pengantar ke bagian pembuatan kartu. Di bagian pembuatan kartu ini aku membayar sebesar Rp 15.000 (kata temanku, gratis untuk mahasiswa). Setelah kartu selesai, aku boleh meminjam buku. Oh iya, kartu anggota ini berlaku selama setahun.

Registrasi dengan mengisi biodata di web resmi Perpusda Kaltim

Setelah berfoto, ternyata kartu anggotanya langsung jadi😀

Kartu Anggota

Alasanku sebenarnya mendaftar sebagai anggota Perpusda adalah ingin membaca majalah. Majalah apakah gerangan? Yaitu majalah Femina. Mungkin sebagian dari Sahabat sudah tahu bahwa majalah Femina mengadakan sayembara penulisan cerpen dan cerbung. Salah seorang Sahabat menyarankan agar aku membaca karya-karya yang terbit di majalah itu, bila ingin ikut sayembaranya. Tempat yang memiliki koleksi majalah terlengkap tentunya adalah perpustakaan, dari pada meminjam dari orang lain atau membeli sendiri (malas beli😀 ). Lalu aku duduk di bagian koleksi cetakan dan membuka-buka setumpuk majalah Femina yang kuambil dari raknya. Kesimpulanku atas cerpen/cerbung yang terbit di majalah Femina adalah aku tidak yakin bisa menulis seperti itu. Hingga tulisan ini kubuat, aku masih belum memastikan akan ikut atau tidak.😀

Alhamdulillah, kini aku sudah (kembali) menjadi anggota Perpusda Kaltim. Semoga kelak aku sempat untuk mengeksplorasi koleksi bagian-bagian lain di Perpusda. Bagaimana dengan Sahabat? Apakah juga menjadi anggota Perpusda di daerah Sahabat?

33 thoughts on “Perpusda Kaltim

  1. Aku memperbarui kartuku bulan Februari. Mahasiswa juga bayar kalo mau bikin kartu anggota.
    Mungkin aja ada peraturan baru.

    Wifi-nya juga gratis tuh.. Yang mau browsing-browsing, bawa aja laptopnya..😀

  2. Sejak tak lagi berstatus mahasiswa aku bukan anggota pustaka manapun mbak hiks, tapi untunglah bisa pinjam2 buku di pustaka kantor suami.

    Ada yg bilang : kita tidak tahu kemampuan kita sampai kita mencoba. *Ayo ikut aja mbak, pasti bisa kalau diusahakan benar2. #ikut ngedukung.

    Salam

  3. Perpustakaan harus keren dan canggih dong, jangan kalah sama taman bacaan sewa. Perpustakaan harus mampu mengubah imej “ketradisionalannya” menjadi tempat rekreasi pendidikan yang nyaman dan tidak terkesan kaku.

  4. Perpustakaan bisa menjadi srana pendukung dalam bidang pencerdasan bangsa. Semoga semakin banyak perpustakaan di daerah pelosok yang dapat menanamkan minat membaca dan menulis bagi dunia anak-anak.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s