Kinyis-kinyis

Jama’ah yang berkumpul di depan layar televisi, terlebih lagi bila tayangannya tentang selebriti negri ini, biasanya adalah kaum hawa. Tak terkecuali tempat kerjaku. Meskipun sebenarnya remot itu bukan dalam kekuasaan siapa-siapa, tetap saja bila hampir keseluruhan mata tertuju pada tayangan itu, artinya tidak boleh ada yang mengganti saluran televisi.

Aku berada di tengah-tengah jama’ah itu. Posisi televisi yang berada di depan meja perawat itu membuat sulitnya mata memandang ke arah lain. Kucoba menyibukkan diri dengan data-data pasien, enggan rasanya turut mendengarkan gosip-gosip itu. Tapi tetap saja bisa terdengar dengan jelas:mrgreen:

Usai tayangan selebrita, biasanya para penonton membahasnya kembali. Seperti halnya saat itu, berita seorang vokalis band yang beberapa waktu lalu melepas status dudanya, dengan menikahi seorang gadis muda yang bekerja sebagai pramugari. Aku senyam-senyum mendengar ulasan kembali oleh teman-temanku itu.

Senangnya ya, Pa**a sudah kawin lagi

Kayaknya dia sayang banget sama istrinya

Cocok banget ya sama istrinya.”

Istrinya cantik ya…

Nah pada titik ini pembicaraan bertambah seru:mrgreen:

Wajar aja istrinya cantik, lha wong masih muda gitu

Iya eh, kalo nggak salah baru 21 tahun. Masih kinyis-kinyis

He-eh. Kita aja waktu seumuran itu juga masih kinyis-kinyis kalee…

Mendadak seisi ruangan tertawa terbahak-bahak. Sepertinya mereka tiba-tiba tersadar bahwa ucapan mereka itu aneh. Entah apa yang terlintas di benak para wanita ini saat mengucapkan kata-kata tersebut. Seolah-olah tersirat nada kecemburuan pada kalimat itu. Cemburu karena wanita lain ada yang masih muda dan cantik, sedangkan ia merasa sudah tidak cantik lagi kurang menarik lagi. Hehehe… Wallahua’lam🙂

*****

Yup. Tak ada yang abadi di dunia ini. Yang dulunya kinyis-kinyis, atau istilah lainnya kiyut atau unyu-unyu (halah, istilah opo toh iki:mrgreen: ), cepat atau lambat akan menjadi penuh kerut dan peyot. Anti-aging manapun di dunia ini takkan mampu menahan perjalanan usia😀

Tadi saat aku membuka-buka laci di kamarku, aku menemukan kartu mahasiswaku dulu. Aku tersenyum memandang foto yang tertempel pada kartu itu. Seingatku kartu itu dibuat pada tahun pertama perkuliahan dulu, saat usiaku baru 17 tahun. Masih kinyis-kinyis juga, hehe…:mrgreen: (silakan bila ada yang muntah-muntah, aku tunggu di UGD😀 )

61 thoughts on “Kinyis-kinyis

  1. saya sih ga pengen muntah kok mba
    malah jadi mesem2 yg bikin suami curiga hahahaha
    iyalah … klo ada antiaging yg bisa bikin ga tua pasti laku keras
    hla wong yang buktinya blom sahih aja tetep laku keras tuh😀

    sendiri aja juga begitu, rajin ke salon demi menjaga flek dan jerawat hahaha … dan demi biar tetep kinyis2 gitu hihihi berapa duit yak setoran ke dokter dan salon setiap bulan? ckckck …

  2. dhe langsung batuk2 nih kak.. hahahahahaha..

    kinyis-kinyis itu versi dulu yaa kak, kalo ABG sekarang mah bilangnya unyu-unyu..😀 tapi dhe termasuk yang masih kinyis-kinyis lho, wong baru 20tahun.. hehe

  3. Kenyis-kinyis salah satu disenyebabkan oleh virus apa ya Mba ? mungkin virus minder kali yach…….???

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. waktu umur 21 warna rambutku masih hitam semua, tapi kini uban sudah meraja di kepala. Tapi gpp, memang begitu adanya, santai-santai saja.

    Kalau kinyis-kinyis istilah untuk kaum hawa, terus kaum adam apa mbak Akin?

  5. tua itu cuma tahun kelahiran Kin,
    tanggalnya masih tetap terulang setiap tahun,
    kinyis-kinyis toh sudah pernah rasakan, kematangan usia juga mulai menjemput, asyikk kok Kin, nikmati aja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s