Molen

Seiring dengan meningkatnya harga sembako, maka harga jajanan juga cenderung meningkat. Mungkin saja ada penjual yang tidak menaikkan harga jualannya, namun merubah ukurannya menjadi lebih kecil. Setahuku snack buatan pabrik yang dijual dalam kemasan juga ukurannya menjadi kecil atau volumenya yang berkurang, meskipun kemasannya masih tetap sama. Misalnya biskuit, wafer, bolu, berbagai macam stick dan lain-lain.

Jajanan pinggir jalan di Kota Samarinda juga mengalami perubahan. Dulu harga gorengan masih Rp 500 perbuahnya. Kemudian meningkat menjadi Rp 2.000 untuk 3 buah atau Rp 700 perbuah. Kini sudah menjadi Rp 1.000 perbuah. Sementara untuk jajanan lain semacam lumpia goreng, pukis, dll bisa lebih mahal lagi.

Diantara penjual jajanan pinggir jalan di Kota Samarinda, ternyata masih ada yang berbaik hati menjual dengan harga murah, yaitu Rp 500 perbuah. Mari diserbuuu!!:mrgreen:

Inilah penampakan molen yang murah meriah itu. Kami sekeluarga sangat menyukai molen ini. Bukan karena harganya yang murah meriah itu (eh, sebenarnya itu salah satu alasan juga sih😀 ), namun molennya memang enak. Kulitnya yang renyah, tidak terlalu manis, membuat kami ingin makan dan makan lagi. Biasanya kami membeli sejumlah Rp 10.000 untuk dimakan pada suatu sore, ditemani dengan teh panas😀

Yang membuat kami lebih menyukai molen ini adalah adanya beberapa pilihan isian. Bukan hanya pisang saja, tetapi juga ada kacang hijau dan nanas. Beberapa waktu lalu malah pernah pula ada yang isi nangka, tapi tidak bertahan lama karena harga buah nangka yang mahal. Aku paling suka yang berisi nanas, apalagi bila nanasnya manis, hmm…😛


Apakah bisa dibedakan yang mana berisi nanas, pisang dan kacang hijau? Dari kiri ke kanan berturut-turut nanas, pisang dan kacang hijau. Nanasnya berupa seiris kecil yang kemudian dibalut kulit molen. Molen pisangnya juga lumayan mungil, karena hanya dari sepotong pisang, bukan sebuah. Kemudian yang isi kacang hijau menurutku lumayan besar.

Makan jajanan yang tidak seberapa besar ini lumayan menyenangkan. Karena ukurannya yang relatif kecil, jadi lebih mudah untuk dimakan dan tidak membosankan. Setelah selesai menyantap sebuah molen, masih bisa makan molen lain dengan isi yang berbeda😀 Molen ini juga lumayan bisa menggantikan singkong rebus dikala singkong di samping rumah omku belum ada yang bisa dicabut😀

Molen favorit kami ini biasa kubeli pada penjual yang mangkal di Jl. Pramuka atau di Jl. Dr. Soetomo, Samarinda.

62 thoughts on “Molen

    • Hehe… sayang banget kami gak punya alat iu, Mbak…
      Karenanya saya cenderung beli molen ini sore hari, saat penjualnya baru buka. Semoga minyaknya masih baru ya…😀

  1. Malam2 mampir sini,lapeer..
    Masih ada ga molennya..

    Ini makanan Fav Kak,Molen ..
    Kalo di tempatku ada yang isinya ketan item,coklat,kacang ijo,nanas,pisang,hmm..
    sama masih 500 harganya,tapi kecil2 ka,tinggal Am sekali gigitan..hhe..

  2. bikin kulitnya itu lhooo yg ribet
    kudu punya gilingan mie nya kan?😀
    itu yg aku blom punya
    jadi sementara ya klo pengen molen beli aja deh … 2 juga udah cukup hehehe
    eh tapi di jakarta blom nemu molen yg isinya bukan pisang …😀

    • Sepertinya gak semua penjual molen itu bisa membuat kulit molen yang enak ya..😀
      Dari pada ribet, mending kita beli walau dikit aja kan…?😀
      Ntar kalo ada penjual molen, ditanyain deh.. siapa tahu sudah menambah variasi isian😀

  3. wah, blum pernah nyobain moleng eh molen isi nanas ama kacang ijo (klo di sini bilangnya pisang moleng mba)🙂

    dari bentuknya juga beda2, lucu yah?
    eh mba, sarungnya dah sampai. makasih yah. fotonya ada di post terbaru saya. makasih banyak yah “D

    • Ehm… sama aja di Samarinda, sebagian orang juga menyebutnya moleng kan…. hehe…
      Bentuk gulungan kulitnya itu memang menyerupai isinya. Bila biasanya molen pisang itu panjang2, yang ini agak lebih pendek, karena pisangnya dipotong serong😀

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin…

    Sangat enak menatapi molen di atas. Tapi saya tidak bisa membayang isi molen, nanas, pisang dan kacang kerana ia dibungkus.

    kalau bisa, mbak Akin buat sedikit bedah perut molen itu biar bisa diliat isinya, waahh.. tentu saya yang jauh dan tidak pernah merasainya ingin sekali mahu makan molen itu.

    tambah lagi ya mbak foto molen itu sesudah selesai post motermnya.😀

    Salam mesra selalu.

  5. iya betul,jajanan jaman sekarang makin kecil-kecil
    kalau dekat kosan saya ada onde-onde,molen,dll seharga 200 tapi imutnya bisa langsung dihabiskan dalam satu gigitan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s