Selamat Datang dari Tanah Suci

Kloter jamaah haji sudah mulai berdatangan ke tanah air. Alhamdulillah, beberapa jamaah haji yang berasal dari kampungku dapat tiba di rumah dalam kondisi sehat wal afiat. Biasanya acara syukuran di rumah masing-masing digelar dalam rangka kedatangan para haji/hajjah ini.

Yang menyenangkan saat mengunjungi rumah orang yang baru pulang haji ini, tak lain dan tak bukan adalah oleh-olehnya😀 Biasanya bagi yang agak berkelebihan, camilan dan pernak-pernik khas oleh-oleh haji ini dikemas dalam kantong plastik kecil-kecil dan dibagikan kepada tetangga  yang datang saat syukuran. Meskipun kita tahu, kemungkinan besar oleh-oleh itu dibeli di Indonesia juga, tapi tetap saja senang saat menerimanya. Untuk air zam-zam, biasanya disajikan dalam cangkir yang super imut, supaya semua bisa kebagian🙂

Bila berjalan di kampungku, kita akan mudah tahu siapa-siapa saja yang berangkat haji. Sekitar menjelang waktu kedatangan orang yang berhaji, di depan rumahnya akan dipasang sejenis gapura ucapan “selamat datang dari tanah suci”. Gapura ini terbuat dari triplek yang kemudian diberi cat dan dihiasi bendera plastik serta lampu hias yang akan berkerlap-kerlip di malam hari.

Hmm… kok dipasangin bendera merah putih ya?? Kira-kira apa maksudnya?? *Haduh, tanya aja sama yang masang*:mrgreen:

Nah, kalo pintu pagarnya rada lebar, ukuran gapura juga menyesuaikan😀

Kata ibuku, pembuatan gapura haji ini ternyata cukup mahal juga. Ada tetangga yang pesan gapura seharga Rp 2 juta. Namun ada juga yang ingin lebih hemat dengan cara meminjam gapura tetangga yang sudah berangkat tahun sebelumnya🙂 Kalau ibuku, insya Allah beliau ingin yang sederhana saja, yaitu tak usah memasang-masang gapura segala bila beliau naik haji tahun depan🙂

Semoga jamaah haji yang telah tiba di tanah air bisa menjadi haji yang mabrur…🙂

-oOo-

Sepertinya kebiasaan orang yang pulang haji di kampungku kurang lebih sama saja dengan yang di daerah lain ya…?

Atau mungkin di daerah Sahabat malahan biasa-biasa saja?

Bertekad : Menabung mulai sekarang, semoga bisa naik haji juga😀

32 thoughts on “Selamat Datang dari Tanah Suci

  1. Aku mengamankan pertamax disini😀
    Yang berkunjung, silakan dibaca-baca…
    Maaf, aku belum sempat beredar di dunia maya, karena ngantuks berats habis jaga malam😀
    Sekarang aku mau berangkat kerja lagi, mengabdi kepada negara:mrgreen:

  2. unik banget ya Kin ada gapura khusus.. tapi syukurlah Ibu maunya gak usah pake gapura segala, cukup Akin berdiri di depan nungguin tamu udah jadi deh Gapura yang lebih manis😀

  3. Kalo masalah oleh-oleh Denuzz gak mau ketinggalan😀

    Di tempat Denuzz tidak ada acara pasang gapura segala sih. Tapi yang jelas suasana kampusng bakalan rame saat keberangkatan calon haji dari rumah dan kepulangannya. Pokoknya rame banget deh!!! Semua orang keluar untuk mendoakan.

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  4. Oyen sempet takjub lho Mbak Akin, karena di Jawa kagak pernah pake gapura penyambutan begitu, dulu pernah Oyen posting juga di Blog lama, judulnya penyambutan haji di kalimantan, lengkap dengan foto beragam model gapura, yang kebetulan sepanjang perjalanan dari Tabalong ke Banjarbaru banyak banget di pinggir jalan…🙂

    xixixixixi… salut dah, jadi semakin pengen ikut naik haji🙂

    entar kite bareng ya Mbak. AMin🙂

  5. Tidak ada gapura di tempat saya, yang ada adalah kunjungan para tamu yang tiada hentinya untuk mendapatkan oleh-oleh dari tanah suci

  6. ga pakai gapura kin,, cuma bagi oleh-oleh iya,,
    kalo yang kenal kesemuanya dikasih, walaupun ga berkunjung ke yang pulang haji itu,, apapun bentuk penyambutan dan tradisinya semoga jadi haji yang mabrur..

  7. yang terpenting adalah hatinya bukan sambutan atau gembar-gembor……………

    sangat sulit sekarang ini menemukan seorang haji yg benar2 berhati haji………..

  8. di medan ada nasi kuning di tempat khusus, di atasnya ada hiasan bendera dari kertas dan keranjang telur rebus, biasanya itu yang paling ditunggu anak2 kalau acara nyambut haji

  9. ya masing2 daerah punya kekhasannya sendiri ,Kak.
    kl ditempat bunda sih paling hanya diundang kermhnya,ngaji sebentar,trus bagi2 oleh oleh🙂

    Semoga Ibunya Kakaakin, selalu sehat utk segera mengunjungi Baitullah, amin
    salam

  10. Kakaakin … ikut mendo’akan sang ibu, semoga dapat berangkat menunaikan ibadah haji tahun depan dan pulangnya menjadi haji mabrur … amin.

    btw cerita ‘air zamzam, waktu saya ikut ibadah Umrah dulu … saya mengambil air zamzam ke sumbernya dgn membawa jerigen 5 ltr … waktu itu bulan puasa, terasa banget beratnya memikul jerigen itu ke hotel …😀
    salam …

  11. Ditempat saya …
    tidak ada hal yang khusus Kak …
    Hanya yang selalu ada adalah …
    Selamatan kecil disertai mendoa ketika mau berangkat …

    dan

    Syukuran ketika mereka sudah sampai kembali di tanah air

    Salam saya Kak

  12. Kayanya memang tradisi memasang gapura selamat datang jamaah haji, mungkin sangat melekat untuk wilayah kita Kalimantan yang meliputi kaltim, kalsel dan kalteng. Ini perkiraanku saja lho

  13. Kalau ditempat saya di Jakarta, banyak yang membagi2kan oleh2 seperti kata kaka akin bilang. Tapi tidak sampai membuat gapura.
    Didaerah pemukiman padat di Jakarta ada juga yang sampai membuat seperti itu, tapi tidak umum ditempat saya.

    Bagi kami membuat gapura itu sangat unik, dan berkesan, hanya saja jangan sampai membebani tuan rumahnya. Betapa tidak Naik haji saja sudah membutuhkan dana yang tidak sedikit.

    Yang paling penting adalah mendapatkan haji yang mabrur, begitukan…

    Amiin… Semoga Ibu kakaakin taun depan dapat melaksanakan Haji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s