Apa Salah dan Dosaku?

Apa salah dan dosaku?

Kalimat ini berulang kali terucap dari mulut seorang sahabatku, tepat setahun yang lalu. Aku adalah satu diantara beberapa orang yang memegangi sahabatku di hari itu. Ia berusaha meronta. Ucapan-ucapan putus asa terus terlontar dari mulutnya. Ia terus menyangkal.

“Apa salah dan dosaku ya Allah… Mengapa kau ambil suami yang sangat kucintai? “

“Mas… kenapa kamu pergi duluan, Mas… Aku mau mati juga. Aku mau ikut kamu ya, Mas…”

Hatiku pilu saat melihat kesedihan sahabatku itu. Aku cukup terkejut melihat reaksinya terhadap kehilangan suaminya. Aku hampir tidak yakin dengan pendengaranku waktu itu, ketika sahabatku itu ‘protes’ kepada Allah, bahkan mengatakan ingin mati sekalian. Namun kemudian aku menyadari dan memaklumi, mungkin duka yang sangat mendalam membuat sahabatku khilaf. Alhamdulillah, seiring dengan berjalannya waktu, kini ia telah menyadari bahwa apa yang dihadapinya merupakan ketetapan dari Allah Ta’ala dalam rangka menaikkan derajatnya. Ia tiba pada satu kesimpulan :

Jika kita mempertanyakan salah dan dosa apa yang kita perbuat hingga Allah menimpakan cobaan kepada kita, tentu saja akan ada sebuah daftar yang sangat panjang. Menyakiti hati orang lain, berdusta, kikir, malas, berburuk sangka, mungkin merupakan segelintir dari jenis dosa yang kita perbuat. Apakah perlu bagi kita untuk mempertanyakannya lagi?

Kita tahu, bahwa keimanan itu bisa naik, dan tak jarang turun. Selintasan pikiran akupun sempat “hampir” mempertanyakan pada Allah Ta’ala, “apa salah dan dosaku” pada suatu ketika aku mengalami hal yang mirip dengan sahabatku itu. Bukan tentang kehilangan suami, namun sebaliknya, kehilangan calon suami. (semoga Allah mengampuniku).

Dulu kupikir tahun ini akan menjadi tahun yang penting bagiku. Di kala awal ta’aruf dengan si dia berbulan-bulan yang lalu aku menaruh harapan. Lamarannya, meskipun masih belum resmi, kuterima. Keinginannya untuk saling mengenal terlebih dahulu kuiyakan, insya Allah tanpa melanggar syariat. Kemudian permasalahan pertama menghadang. Setelah beberapa waktu berlalu masalah dapat diselesaikan. Namun permasalahan lain datang lagi dan kali ini menyebabkan si dia mengirimkan pesan singkat yang intinya adalah “…mungkin kita belum berjodoh…”. Dan akupun kehilangannya…

Sungguh, pengalaman sahabatku diatas sangat melekat di hatiku dan (insya Allah) kujadikan pelajaran. Di kala kehidupan berjalan tidak sesuai dengan yang kuharapkan, aku tidak buru-buru protes kepada Allah. Karena jika aku menoleh ke belakang, aku hanya bisa tersenyum kecut. Apa yang kudapatkan saat ini, merupakan buah dari amal dan perbuatanku di masa lalu. Salah dan dosa yang kulakukan di masa lalu telah membuat kerusakan pada beberapa titik di hati.

Yang perlu kulakukan sekarang hanya satu. Reparasi. Aku hanya perlu memperbaiki hatiku. Hati yang berlubang karena sifat kikir, dapat ditambal dengan memperbanyak sedekah yang ikhlas. Hati yang robek karena sering berburuk sangka, dapat diplester dengan istigfar dan menyambung tali silaturrahim. Hati yang membengkak karena rasa malas yang kronis, dapat disembuhkan dengan mempelajari pengalaman orang lain, betapa suatu kesuksesan dapat dicapai karena adanya usaha dan perjuangan. Kemudian hati yang membusuk dapat disegarkan kembali dengan meningkatkan rasa takut kepada Allah Ta’ala.

Sekarang harus semangat! Bila tertimpa musibah, tentu saja kita tidak perlu merasa sedih yang berkepanjangan. Ucapkan saja “innalillah…”. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Jika kita merasa Allah tidak mencintai kita, mesti dipikir-pikir lagi deh. Karena setiap detik kehidupan kita, setiap kejadian terkecil yang kita alami, adalah karena rahmat dari Allah Ta’ala.

Insya Allah takkan terucap lagi kata “apa salah dan dosaku?”.

-oOo-

Subhanallah… Karena pengalamannya, kini sahabatku itu mampu menasehati orang lain yang berputus asa saat menghadapi cobaan.
Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun yang diadakan oleh BlogCamp.

43 thoughts on “Apa Salah dan Dosaku?

  1. Ah…Akin…

    sungguh indahnya…
    curhatan yang bisa saja menjadi cerita tentang putus cinta biasa…
    Tapi dapat diceritakan dengan begitu indahnya oleh Akin…

    Semangat terus ya Kin…
    Pasti akan bertemu dengan jodoh yang leboh baik…

    Selamat ngontes jugaaaaa:)

  2. bunda pernah juga mengalami hal ini ,Kak
    ketika ibu mertua meninggal dunia 4 thn yg lalu, bunda hanya bisa diam, diam, dan diam, tdk menyalahkan Tuhan, namun tdk ikhlas menerima cobaan ini, walaupun tau, hal ini adalah yg terbaik bagi Beliau, krn Beliau cukup lama (2thn) tdk bisa bangkit sama sekali, hanya berbaring seperti bayi lagi…hiks…😦
    kalau inget , jadi sedih lagi..
    alhamdulillah, sekarang sudah bisa ikhlas, walaupun msh sering merindukan Beliau.
    ( lho kok, malah curhat si bunda ? )😀

    Semoga beruntung ya Kak, dikontes yg diadakan BlogCamp ini ,amin
    salam

  3. Tidak ada satupun diantara kita yang luput dari salah dan dosa, masalahnya, janganlah kita mempertanyakan ini kepada Allah, coba tanyakan kediri kita sendiri.
    Sukses mbak, semoga aku bisa nyusul.

  4. Sebagai manusia, kita banyak berbuat salah dan dosa. Karena itu harus kembali padaNya… Subhanallaah, jadi teringat ibu-ku yang sangat sabar dan tabah kehilangan suami tercintanya. yakni ayahku tercinta.

    Salam kenal

  5. Belajar tentang Quantum Ikhlas aja Mbak. Semuanya bisa dikendalikan dengan kekuatan alam bawah sadar. Kalaupun ada duka, keikhlasan hati akan membuatnya makin legowo.
    Tulisan yang ‘wah’ …
    Refleksi taon baru hijriah juga ni.
    Met taon baru hijriah Kak …🙂

  6. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ——

    Dulu, waktu SMP, kyknya waktu saya belum paham syariat (pdhl sekarg juga belum paham benar T.T) seringkali melontarkan kata serupa…

    Oh ya mba,,semoga kontesnya menang ya ^^

    ——

    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

  7. Sesuatu yang buruk dimata manusia belum tentu buruk dihadapan Allah SWT
    Allah tahu yang terbaik untuk umat-NYA, insya Allah kelak akan datang jodoh yang terbaik untuk Kakak Akin duni dan akhirat

    Semoga sukses dalam lombanya ya…saya bantu dengan doa yang tulus🙂

  8. Assalaamu’alaikum mbak Kakaakin…

    Sungguh saya tersentuh dengan apa yang berlaku kepada sahabat mbak. Sungguh, apabila kita kehilangan orang yang tersayang pasti akan merasai kesunyian yang amat sangat dan kesedihan yang meruntun hati. walau sepasrah manapun kita ketika itu, naluri kita tidak sanggup berpisah sedangkan kita tahu semua itu kehendak Tuhan.

    Alhamdulillah, senang mengetahui sahabat mbak sudah kembali menerima apa yang terjadi. semoga beliau semakin tabah dan kita juga mengambil iktibar darinya. Oleh itu, berpada-padalah mencintai manusia agar kepergiannya dapat diredhai dengan sesungguhnya.

    Semoga menang kontesnya mbak, saya menyokong dari luar. Senang dapat membaca tulisan mbak yang mengesankan ini. membuat saya berkaca sendiri.

    Selamat menyambut maal hijrah 1432.
    Salam sayang dan manis dari saya di Sarikei, Sarawak.😀

  9. selamat bermuhasabah Mbak Akin, semoga muhasabahnya bisa menjadi awal yg baik di tahun depan, dan dapet kiriman dari pak dhe … amin😀

  10. Membaca tulisan ini, mungkin kita sekarang harus menanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa semua cobaan yang diberikan Allah kepada kita adalah wujud kasih sayang-Nya…

    Sukses buat kontesnya!

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  11. Allah mengikuti prasangka kita, jadi jangan sekali2 berprasangka buruk padaNya, Astaghfirullah….

    yang sabar ya kak, dibalik kesabaran ada kebahagiaan dan dibalik rasa syukur ada keberkahan..🙂

    moga sukses di kontes KUMAT

  12. postingan ini, benar2 hati ini tersentuh…
    postingan ini, ada ruh nya mbak..
    dan sil yakin postingan ini ditulis dengan hati,,,
    hmm…
    terimakasih telah mengingatkan, dan jadi introspeksi diri sil juga di akhir tahun ini…

  13. Betul,Mbak. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita adalah sesuatu yang baik untuk kita meskipun terasa menyakitkan. Allah tidak pernah begiru saja memberi ujian kepada kita tanpa alasan. Insya Allah klo kita menyadari hal itu, hati akan menjadi tenang🙂
    Moga sukses buat kontesnya ya,Mbak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s