Prompt #110-Meninggalkan Surga

Langkahku gegas, tapi sebuah tangan menahanku.
“Tunggu dulu!”
“Aku yakin ini tempatnya, Yah!”
“Sudahlah ….”
“Aku yakin Ibu ada di dalam sana!”
Ayah termenung, lalu tangannya meraih dompet dari saku dan menatap foto Ibu. “Sudah lama Ibumu pergi. Aku yakin dia masih secantik dulu.”
“Tentu, Yah. Ibu pasti masih cantik.”
“Mari kita pulang saja.”
“Apa? Apakah Ayah ingin menyia-nyiakan perjalanan kita sejauh ini? Apa sulitnya masuk dan bertanya pada penjaga, apakah kita bisa bertemu dengan Ibu atau tidak?”
“Mungkin memang benar Ibumu ada di dalam sana,” ucap Ayah lunglai, “tetapi kita tetap tidak bisa menemuinya.”
Ayah menunjukkan dompet beliau yang kosong. Aku pun turut lunglai sambil menatap ke pintu di mana para penjaga meminta lembaran uang berwarna merah sebagai penebus tiket masuk. Aku mendengus kesal melihat tulisan ‘Paradise’ yang berkedip-kedip di samping pintu masuk, seolah sedang mengejek dua lelaki pecundang.

___________________________

Jumlah : 140 kata
Disertakan pada Prompt #110 – Liburan Bersama Ayah  / Mondayflashfiction

7 thoughts on “Prompt #110-Meninggalkan Surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s