Jadoel

Aku hampir lupa bahwa kantorku menyediakan koneksi internet yang melimpah. Gegara pekerjaan yang tiada henti, aku hampir tak sempat memanfaatkannya, kecuali untuk urusan berkirim email terkait pekerjaan. Entah karena angin apa, pagi ini tetiba aku ingin mendengar lagu-lagu tempo dulu. Jadinya aku ngubek-ngubek youtube.com. Continue reading

Nokiyah Jaduliyah Sekoniyah

Yang punya hape, berarti orangnya berduit!

Ya, itulah yang tertanam di kepalaku, dulu. Saat aku kuliah di tahun ketiga Akademi Keperawatan, sekitar tahun 2000, dari 60 mahasiswa di kelasku, hanya ada 4 orang yang punya hape. Dua orang bisa punya hape karena disubsidi oleh pacar tajir, yang dua lagi karena mereka adalah pegawai negeri yang sedang melanjutkan pendidikan. Maklum saja, dulu harga handset hape mahal pake bingit! Belum lagi harga kartu perdana dan pulsa yang tidak kira-kira. Bahkan voucher pulsa yang tersedia baru yang nominal Rp 100 ribu. Pokoknya, setiap kali melihat orang yang menenteng hape, aku selalu berpikir pasti orang kaya nih. 😀 Continue reading

That’s Why (You Go Away)

Jam pulang di kantorku adalah pukul 4 sore setiap harinya, terkecuali hari Jum’at, pukul 3 sore. Namun tak jarang ada pekerjaan yang membuatku harus masih berada di kantor setelah jam tersebut. Rekan kerjaku yang lain ada juga yang demikian. Saat kantor sudah sepi, rekan yang laki-laki mulai mematikan AC, membuka jendela kantor, menghembuskan rokok dan menyetel musik, sambil mantengin layar monitor. Continue reading