Belum Gajian (Mestinya Sih) Tak Mengapa

Ini nih berita yang happening banget di Kota Samarinda, eh, setidaknya sih di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Samarinda. Banyak pegawai yang terkejut saat mengecek ATM atau ngeprint buku tabungan sejak tanggal 4 Januari 2016. Ternyata tidak ada tambahan dana yang mestinya diterima setiap bulan, alias tidak gajian. Aku juga termasuk yang terkejut, karena ini adalah yang pertama kali terjadi selama aku jadi PNS. Kabar pun simpang siur terkait penyebab ketiadaan atau tertundanya gaji ini.

IMG_20160111_091325

Tak sedikit keluhan yang terlontar dari para pegawai. Ada yang merisaukan cicilannya, biaya sekolah anak-anaknya, bahkan biaya hidup untuk keluarga. Para pegawai perempuan masih merasa aman, karena ada gaji suami. Lalu bagaimana dengan pegawai laki-laki? Terlebih lagi di beberapa kantor, para pegawai juga tidak mendapatkan tunjangan sejak 2 bulan terakhir.

Saat ngobrol dengan salah seorang pegawai perempuan, aku jadi terinspirasi karena beliau kalem-kalem saja saat berita ini mencuat.

“Kita harus pandai-pandai mencari tambahan. Terserah saja, mau bisnis, investasi, atau apa saja,” jelas beliau.

Aku menarik kesimpulan bahwa kita harus kreatif. Kalau-kalau kejadian seperti ini terulang lagi, kita bisa punya lumbung lain tuk menyambung hidup. Hehe …

HIKMAH

Di lain sisi, ada yang bahagia dengan ditundanya gajian. Menurut seorang kawan, ini semacam ‘paksaan’ untuk menabung lah. Sementara ini mesti mengetatkan ikat pinggang, sambil bersabar menunggu tibanya masa gajian beberapa bulan lagi. Misalnya gajian di Bulan Maret, dan perkiraan gaji Rp 2 jt/bulan, hitung-hitungannya kira-kira seperti ini:

3 x Rp 2 jt = 6 jt

“Lumayan kaan, bisa beli banyak barang tuh,” celetuknya.

“Trus, selama nunggu gajian, kita ngapain?” tanyaku.

“Kita catat aja apa yang rencananya akan kita beli nanti. Misalnya hari ini kita tulis ‘beli sepatu’, lalu besok kita tulis lagi ‘beli tas’, dan seterusnya gitu ….”

Aku terkekeh mengulas pembicaraan kami. Yang jelas penundaan gajian ini menurutku menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kalangan pegawai Pemkot Samarinda. Kami perlu belajar untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan masing-masing. Yang biasa jajan bakso, ganti jajan cilok. Trus yang biasa makan ayam bakar saat makan siang, ganti bawa bekal dari rumah. Tak lupa tuk meningkatkan rasa syukur agar meskipun sedang sempit, tetap akan terasa lapang. So simple!😀

Senangnya punya tabungan …😀

8 thoughts on “Belum Gajian (Mestinya Sih) Tak Mengapa

  1. Mulai skrg dijadikan pelajaran dan putar otak mencari usaha yg lain.. harus dibuat skala prioritas kebutuhan ni mba.. 😊 tetap tersenyum walaupun di dalam hati terasa miris.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s