(Study) Tour to Bali

Sepertinya frase study tour cukup akrab di telinga masyarakat kita. Istilah lain yang maknanya kurang lebih sama adalah studi banding, sama-sama ada unsur studi dan jalan-jalan atau tur-nya, dan biasanya porsi jalan-jalannya sama-sama lebih besar. Ada studi banding yang menuai kontroversi seperti yang dilakukan oleh para anggota dewan yang terhormat, ada juga yang dilakukan dalam rangka menghabiskan anggaran kantor saat akhir tahun #eh. Kalau yang satu ini, biasanya populer di kalangan wahasiswa tingkat akhir, yaitu study tour kampus. Mungkin maksudnya adalah agar mahasiswa refreshing dulu sebelum mulai magang dan ngurusin skripsi.

Kegiatan study tour ini disambut dengan lumayan antusias oleh rekan-rekanku sesama mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Widyagama, Samarinda. Aku sih suka-suka aja, karena rasanya sudah cukup lama aku tidak jalan-jalan *cek, masih ada tahi lalat di kaki, hehe. Pada awalnya setahuku tujuan kami adalah Jakarta-Bandung. Aku sudah siap-siap mau nyolek ojek cantik yang mungkin bisa menculikku saat berada di Bandung *lirik Teh Nchie. Ternyata eh ternyata, tujuan kami berganti ke Bali, dan aku baru mengetahuinya beberapa jam jelang keberangkatan.

What?! Bali?! Horee!

Karena perjalanan kali ini adalah study tour, saat packing tak ketinggalan atribut untuk study-nya, yaitu jas almamater. Atribut ini kupakai saat kami melakukan kunjungan ke Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Rupanya Ilmu Kesehatan Masyarakat di kampus ini tidak berdiri sendiri sebagai satu fakultas, melainkan masih berada di bawah Fakultas Kedokteran. Setahuku di universitas negeri lain ada juga yang menempatkan jurusan-jurusan kesehatan (Kesehatan masyarakat, Keperawatan, dll) di bawah FK.

Kunjungan ke Universitas Udayana terjadwal pada hari kedua dalam rangkaian study tour kami. Lalu ngapain aja saat kunjungan? Lihat-lihat kampus orang? Harus itu! Sambutan para dosen dan perwakilan mahasiswa Prodi Ilmu Kesmas Udayana sangatlah hangat. Sharing dari para dosen dan organisasi kemahasiswaan memberi masukan yang berharga, sehingga pertemuan selama kurang lebih 2 jam itu cukup membekas di hati.

???????????????????????????????

Bukti Kunjungan😀

Nggak penting :
Q : Kin, ngapain aja di Bali? Pantai? Belanja?
A : Ehm … ceritanya sih panjang. Semoga bisa melanjutkan cerita di postingan berikutnya😀

20 thoughts on “(Study) Tour to Bali

  1. di tempat anak sulung saya namanya FKIK.
    Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
    ada empat Fakultas : Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Farmasi dan Keperawatan

    Salam saya Kak
    (9/3 : 1)

  2. Tok… tok… tok…
    Assalamualaikum…
    Kak Akinnya Ada? Semoga berkenan menerima kehadiran ane.. hehehe😀 Maklum udah lama nggak mampir… Bali mengingatkan ane akan banyak cerita dan membuatku ingin selalu kembali disana, semoga bisa terwujud dalam waktu dekat ini… dan semoga kita senantiasa diberikan kelapangan untuk senantiasa bersilaturrahmi… Aamiin..🙂

    Dari Abu Hurairah ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

    ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ”

    “Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahmi”

    *SaHaTaGo (Salam Hangat Tanpa Gosong) pojok Bumi Kayong, Ketapang-Kalimantan Barat

  3. Baca ini jadi pengen pulang kampung ke rumah orangtua di tanjung lesung banten nih. Udah pernah ke tanjung lesung bblum mbak? enak lho pantainya bersih gak kaya kuta di bali, mau watersport juga jauh lebih murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s