Tahun Politik

Banyak orang mengatakan bahwa tahun 2014 ini adalah tahun politik. Ya, tentu saja karena ada dua hajatan besar perpolitikan di Indonesia diselenggarakan tahun ini. Yang pertama adalah yang sudah berlalu pada 9 April kemarin, yaitu Pemilu Legislatif. Kemudian yang akan menjelang, yaitu pemilihan presiden. Keriuhan pemilihan anggota legislatif samar menyisakan aneka peristiwa, dari panas-panasan karena disinyalir ada tindakan penelikungan, kemudian ada juga pusing-pusingan karena harus membayar hutang terkait dana kampanye.

Saat ini, yang lagi happening adalah Pilpres. Bukan main ramainya perdebatan di sana-sini. Ada yang membela calon yang dianggap lebih bersih, bahkan isu black campaign juga sedang merebak. Ditambah lagi satu hal yang menurutku tak masuk akal, yaitu banyak yang membandingkan bahwa capres yang satu lebih ganteng dibanding capres yang satunya lagi. Hadooh *nepok jidat

Jamkesda SamarindaTahun politik ini rupanya sedikit banyaknya berimbas juga ke wilayah kerjaku. Sebagai abdi negara yang bekerja di bawah pemerintah kota, dan kantorku menjalankan program yang dianggap sebagai program andalan pimpinan tertinggiku (Walikota), aku dan rekan kerja meningkatkan kewaspadaan. Ada yang mendukung terhadap program tersebut, dan ada juga yang tidak. Tidak menutup kemungkinan orang yang kontra tersebut berusaha menggoyang si tokoh utama melalui program andalannya, bukan?

Demikianlah dunia politik yang menurutku menyeramkan. Banyak pihak yang melakukan segala cara demi pemenangan calon yang diusungnya, atau menjatuhkan lawan politiknya. Entahlah ….

Aku dan rekan kerja di kantorku memilih untuk tetap bekerja sebaik-baiknya. Karena entah ada unsur politis atau tidak pada program yang dijalankan kantorku, intinya kami tetap memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan karena kami digaji, dan adanya unsur sosial dalam pekerjaan kami, itu membuat hari-hari kerja kami lebih bermakna dan berwarna.😀

7 thoughts on “Tahun Politik

  1. setuju, harusnya kampanye menampilkan sosok capres secara berimbang dengn visi dan misinya. Siapapun pemenangnya, mereka harus bekerja untuk kemakmuran rakyat dan Bangsa Indonesia, bukan golongan yang jadi kendraan politiknya *wong mereka digaji dari uang rakyat kok.

  2. aku dari dulu juga mikirnya gitu lho kin kalo pas pergantian kepemimpinan di negara yang biasanya akan dapat masalah itu ya PNS ya kan dulunya kepalanya siapa akhirnya ganti dan semua ikut berganti peraturannya cape deeeeh *puk puk akin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s