My June

Bulan Juni ini, tepat setahun aku pindah kerja dari puskesmas 24 jam ke sebuah kantor jaminan kesehatan milik pemerintah daerah. Transformasi pekerjaannya juga sangat berbeda. Sebelumnya yang kuhadapi adalah pasien, kini aku menghadapi warga terkait jaminan kesehatan mereka. Sebelumnya aku bekerja dalam shift pagi, sore atau malam, kini aku teratur bekerja sesuai jam kantor, 5 hari dalam seminggu. Sebelumnya aku membelai luka, kini aku membelai keyboard. Intinya, dulu pekerjaanku berkaitan dengan kompetensiku sebagai seorang perawat, kini aku mengerjakan pekerjaan administratif, tetapi masih di bidang kesehatan.

Tak terasa, sudah setahun aku tak lagi bekerja sebagai seorang perawat. Aku teringat hal ini semalam, saat aku mengukur tekanan darah emak yang mengeluh pusing. Aku hampir merasa asing dengan stetoskop dan tensimeter yang dulu kugauli setiap hari. Aku tersadar bahwa sudah setahun aku tak lagi bekerja di puskesmas setelah 8 tahun aku bekerja di sana. Tak pernah lagi aku meraba-raba lengan atau tangan pasien, demi menelusuri pembuluh vena-nya saat akan dipasangi infus. Tak ada lagi bokong untuk disuntik. Tak ada lagi jeritan anak kecil yang ketakutan melihat petugas kesehatan. Tak pernah lagi menyelimuti pasien malaria yang tengah menggigil. Tak pernah lagi mengusap lembut bayi yang  baru keluar dari rahim ibunya. Tak ada lagi bisul untuk dipencet, kalau jerawat sih sering. Hehe ….

Tak sedikit yang menyayangkan kepindahanku dulu. Ada orang yang mengatakan bahwa kerja sebagai perawat lebih keren dari pada kantoran. Belum lagi yang meributkan tentang kenaikan pangkatku yang akan menjadi lebih lambat setelah tidak lagi menjalankan fungsi sebagai perawat.

Ya sudahlah. Aku menganggap jalan yang kulalui saat ini sudah digariskan dengan indah oleh Allah Ta’ala. Tinggal tunggu saja kejutan-kejutan manis yang telah disiapkan oleh-Nya. Tentu saja tanpa meninggalkan ikhtiar dan do’a yang selalu dikawal oleh tawakkal.

Ah … Juni ini memang manis. Semanis si dia yang unyu🙂

Countdown started …😀

16 thoughts on “My June

  1. Iya Mba…menunggu kejutan manis yang diberikan-Nya, dan ikhlas menjalani apa yang sedang diberikan-Nya sekarang…wujud syukur kita kaan? waaah membelai keyboard yaaak…jadi sering ngeblog dooong, hheeee

  2. Ya, saya bisa merasakan bedanya bekerja menghadapi benda mati (administartif) dan menghadapi pasien, tentu jauh banget. Menjadi perawat tentu akan banyak mengasah hati kita, berinteraksi dengan banyak kondisi dan keadaan orang lain dan seterusnya.
    Namun jika semua kita niatkan bekerja untuk ibadah, maka Insya Alloh semua akan menuju ridho Alloh Ta’ala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s