Careless

“Nih, Mbak, yang ini mestinya dirawat!” ucap seorang rekanku sambil mencoel kedua belah pipiku yang penuh bintik.

Aku tersenyum sambil mengusap pipiku. “Hehe … jadi, harus dirawat ya?”

“Iya dong, Mbak. Usia kita ini sudah nggak muda lagi. Sudah kepala tiga! Muka kita cuma satu, nggak ada yang jual serepnya. Kalo nggak dirawat, muka kita bisa ancur.”

“Hehehe ….” Lagi, tanggapanku hanya kekehan.

“Ih, kamu ini, Mbak. Bener-bener deh! Sini, kutemani ke salon langgananku.”

“Ngapaiin??”

“Ya perawatan lah. Kamu harus facial.”

“Nggak mau, ah. Mahaaal.”

“Nggak mahal kok. Cuma dua ratus ribu sekali facial, hasilnya sudah bagus.”

“Tuh kaan, dua ratus ribu. Nggaak deeh …”

Rekanku itu pun berlalu sambil ngedumel karena keenggananku melakukan perawatan wajah.

Di lain waktu, seorang rekanku yang lainnya mendekatiku sambil menunjuk-nunjuk jilbab kaos yang kupakai ke kantor.

“Ini nih, Mbak, lain kali jangan dipakai.”

“Loh, kenapa?” tanyaku keheranan.

“Kamu tuh kelihatan kuyu dan nggak cantik kalo pake jilbab langsungan, Mbaaak!”

“Oh, hehehe ….” Kali ini aku berusaha terkekeh cantik.

“Coba deh pake pashmina, atau jilbab kain, supaya kelihatan segar gitu.”

“Iya deh ….”

“Ingat loh, yang ini jangan dipakai lagi,” ucapnya sambil menepis jilbabku.

“Iya deh, iya ….”

Setelah rekanku itu berlalu, aku berkaca pada layar monitor laptop yang sedang ‘sleep’. Aku tau, rekan-rekanku bermaksud baik. Mereka memperhatikan dan berusaha memberi masukan untuk penampilanku yang super sederhana. Baru kusadari, jilbab kaos yang kupakai hari itu kubeli bertahun-tahun yang lalu, dan memang cukup ‘butut’. Karena terburu-buru dan tak sempat melilit pashmina, aku memilih jilbab yang praktis untuk ke kantor.

Hmm … hatiku bertanya, apakah aku sebegitu cueknya dengan penampilanku …? Rasa-rasanya, meski telah memiliki pendamping hidup nanti, aku tetap ingin berpenampilan seperti sekarang. Hehehe ….

Bagaimana dengan Sahabat sekalian? Apakah perawatan ke salon juga? Pake jilbab kaos atau kain/pashmina?

26 thoughts on “Careless

  1. Ada 2 kalimat yg menarik sangat : 1. meski telah memiliki pendamping hidup nanti, aku tetap …. dst … 2. Bagaimana dengan Sahabat sekalian? Apakah perawatan ke … dst …๐Ÿ™‚

    Pertanyaan no.1. … berarti dia masih ..? Sedangkan pertanyaan no.2. … pertanyaan ini bukan utkku x ya..?

  2. soal ke salon sama mbak, sampai kepala tiga ini, baru sekali didandani di salon, jaman kelas lima SD pas acara kartinian. Pusing deh dengan segala aroma parfum. dan sejak saat itu, nggak mau lagi masuk ke salon.
    klo jilbab jadi/bergo biasa saya pakai di rumah/jalan-jalan. Klo ke kantor pakai jilbab segi empat/pasmina, nggak masalah bahan kaos atau kain, yang penting bukan jilbab jadi.

  3. Urusan ke salon gak pernah. Sama juga, alasannya mahal hihi..
    Sedangkan urusan jilbab seringnya pakai paris. Pengen sih pke Pashmina tapi gak bisa ngelilit-lilitnya. Kalau yang langsungan juga kadang-kadang, itu kalau sudah mualeeesss banget tampil cantik haha..

  4. Aku gak pernah perawatan salon Kaka Akin…sayang duit hehehehe..perawatan sendiri aja cukup…

    Pake jilbabnya tergantung sikon mBk, kalo di rumah ya yg kaos langsungan itu kalo pergi2 suka pasmina ato jilbab paris,,,yg simpel2 ajalah…๐Ÿ™‚

  5. Perawatan nggak usah ke salon lah sekarang mah, kita bisa bikin sendiri krim facial dari bahan-bahan alami dan bersifat herbal, di internet infonya banyak hehehe soalnya aku juga suka facial maklum suka tumbuh jerawat hehehe tapi nggak ke salon, yang bisa dilakukan sendiri aja… soal pakaian… hmmm… relatif juga ya, asal kita nyaman dan masih dalam tataran kesopanan ya gpp ya… tapi nggak ada salahnya sih memperhatikan penampilan…๐Ÿ™‚ aku pikir itu nggak akan merusak kesederhanaan selama kita tetap beperilaku baik๐Ÿ™‚

  6. Merawat anugerah wajah dengan pola sendiri bahan alami di sekitar kita yang gak ribet (madu, ngadem dengan mentimun/bengkoang) juga bagian syukur koq.
    Btw kepala halamannya begonia sangat cantiik, pengin nowel tanam..

  7. aku dulu ga pernah facial dek trus dibilangin gitu juga jerawatnya karena itu trus aku coba facial ternyata memang ga boleh malah mukaku jadi kaya iritasi
    ada beberapa orang yg ga harus facial koq untuk perawatan dan jenis kulit kita yang berminyak dan berjerawat itu bisa dirawat dengan rajin cuci muka plus sekarang ini sih aku lagi coba pake madu clover gitu dikasi jeruk nipis/lemon ayooo dicobaaak

  8. dulu sempat coba ke salon bareng teman *tapi ga kuat ‘dicongkel2’ gitu mukanya. Perawatan itu perlu sebagai bentuk terima kasih kita kepada ‘diri’ dan anugerah-Nya, dirumah aja dan harus disempatin dengan bahan alami aja Kin *tip dari kajol diatas boleh dicoba.
    Jilbab kalo jalan masih pakai yang segi empat dijadikan segitiga, ga betah sama yg ribet. kalo jilbab kaos jadi untuk kegiatan rumah dan sekitarnya.

    • Saya belum perna sama sekali ke salon buat perawatan diri atau pun potong rambut. Hehe …
      Tapi sekarang udah saya usahain pake jilbab kain, sebisa mungkin menghindari ngantor pake jilbab kaos.๐Ÿ˜€

  9. aku nggak pake perawatan ke salon,,,tp aku cukup rajin bersihkan wajah biar nggak jerawatan.aku pake pembersih biasa,,,lalu kalo jilbab aku, pake jilbab paris yg dilipat segitiga lalu pake peniti,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s