Mata Jeli

“Terima kasih, Bu, Mbak,” ucap salah seorang warga usai mendapatkan pelayanan di kantorku.

“Sama-sama, Pak,” aku dan rekan di sampingku menjawab kompak.

Usai bapak itu pergi, langsung saja aku dan rekanku itu berpandangan, dan meledaklah tawa kami.

Bukan, kami bukan menertawakan si bapak yang baru saja berlalu, tetapi kami memperhatikan sapaannya itu terhadap kami. Rupanya mata si bapak memang jeli. Dia melihat perbedaan jelas di wajah kami. Aku yang sudah berumur 30-an, dan rekanku yang masih unyu dan kinyis-kinyis dan bahkan belum genap 20 tahun usianya. Si bapak menyapaku dengan panggilan “Bu”, sedangkan pada rekanku, dia menyapanya dengan “Mbak”.

??????????Bisa dilihat kan perbedaannya? Hehehe …. (by Camera 360)

Kebanyakan orang memang berhati-hati dalam menggunakan kata sapa terhadap seorang perempuan dan juga laki-laki. Misalnya dengan melihat dan menebak-nebak berapa usia seseorang dari gurat wajahnya. Terkadang juga ada yang menggeneralisai, misalnya seorang guru, atau pemberi pelayanan di kantor pemerintahan, biasanya dipanggil ibu/bapak.

Aku pernah juga melakukan kesalahan dengan menyapa seorang warga di kantorku. Dia kusapa “Bapak”, eh ternyata adalah seorang perempuan. “Saya ini perempuan, Bu,” katanya.

Aku lalu meminta maaf. Aku terkecoh gegara penampilannya yang maskulin.

Bagaimana dengan Sahabat sekalian? Disapa apa di tempat kerja?😀

32 thoughts on “Mata Jeli

  1. dulu waktu masih kerja di sapa mbak,
    dua tahun lalu masing dipanggil ‘Neng’ atau mba,
    pindah ke Jabar yang lebih dominan suku Sunda-nya, secara mereka jago dandan, langsung deh dapat panggilan ‘ibu’ *padahal masih berasa awet muda😀

  2. Kalau disapa orang sudah sering Te, terutama saat di warnet. Aku sering dipanggil Om [?] berasa begidik tubuhku, gak cucok, mau meronta tapi ya sudahlah. Tapi kalau dirumah sering di panggil Kakak. Itu sih adik-adik yang ku lessi di Balai Desa.

  3. Saya ?
    Hahahah … ya jelas lah … Pak …
    orang sudah gaek begeneeehhh …

    I tell you a secret Kak …
    Saya suka ngeblog … karena saya bisa terhindar dari sapaan Pak itu …
    saya di panggil Om … (rasanya lebih mudaan dikit gituh)

    salam saya Kak

    (19/5 : 5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s