Tugas Mimin

Belum pernah menjadi admin pada akun Twitter mana pun (kecuali punyaku sendiri), aku mengangkat diri sebagai admin akun Twitter kantorku yang hampir setahun tak ada kicauan apa pun. Email dan password kuminta dari rekanku yang menjadi admin sebelumnya, karena tugasnya sudah cukup banyak. Kupikir tugas menjadi mimin itu gampang, karena cuma butuh ngetwit beberapa kali dalam sehari, sesekali kultwit, share tautan tulisan baru di web dan sesekali livetwit. Ya, begitulah pemikiranku sebelumnya.

Ternyata eh ternyata tidak semudah itu. Maklum saja, karena aku belum berpengalaman. Setiap akan membuat tulisan di twitter, aku harus mempertimbangkan banyak hal. Misalnya saja tentang susunan kalimatnya, benar atau tidaknya isi twit, reaksi yang mungkin ditimbulkan, serta memikirkan cara memasukkan kalimat panjang ke dalam 140 karakter. Semua itu harus kupikirkan dengan baik, mengingat aku berperan sebagai wakil dari kantorku untuk membagi informasi kepada follower kami, atau follower akun-akun besar yang me-retwit twit kami.

Ada satu hal lagi, karena mimin akun kantorku hanya aku seorang, artinya aku harus siap menerima mensyen kapan saja. Seperti kejadian 2 hari yang lalu. Hari sudah senja saat ada pemberitahuan beberapa mensyen pada akun kantorku,  dari sebuah akun yang memiliki follower banyak dan berisi informasi mengenai kotaku. Dari timeline-nya aku membaca twit bahwa menurut mereka telah terjadi diskriminasi terhadap seorang pasien korban kekerasan yang dilakukan oleh sebuah rumah sakit pemerintah, dan akun kantorku dicolek karena kantorku adalah penjamin kesehatan si pasien.

Berawal dari broadcast BBM beberapa hari yang lalu yang berisi penggalangan dana bagi si pasien dan keluarganya. Broadcast itu kemudian diteruskan oleh akun twitter tersebut dalam beberapa kultwit. Aku bergidik membaca balasan-balasan kultwit itu. Betapa mudahnya sebuah pemberitaan di twitter bisa membentuk opini masyarakat, padahal belum tentu isi dari pemberitaan itu sepenuhnya benar. Kalimat-kalimat protes yang hampir sinis kepada pemerintah, berulang kali terlihat. Aku langsung menghubungi pimpinanku terkait pemberitaan itu, setelah sebelumnya aku membalas mensyenan dengan kalimat yang kurang lebih seperti ini, “keluhan kami perhatikan dan akan segera ditindaklanjuti. ” Untuk twit kami selanjutnya yang berkait dengan permasalahan di atas, aku meminta arahan terlebih dahulu dari pimpinan.

Alhamdulillah, kemarin (1/5) di koran Tribun Kaltim halaman 14 sudah muncul pemberitaan berupa klarifikasi mengenai permasalahan tersebut. Di situ dijelaskan bagaimana kondisi yang sebenar-benarnya. Karena memang dikhawatirkan ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kemalangan si pasien

Tugas menjadi mimin sih menyenangkan. Tetapi cukup mendebarkan juga bila ada masalah seperti permasalahan di atas. Aku juga perlu belajar cara eylekhan menanggapi keluhan dan kritik. Kalau menanggapi kripik sih aku tahu, cuma perlu di-hap saja😀

26 thoughts on “Tugas Mimin

  1. Sebelum berkicau informasi penting, kudu cari tahu dulu dasar berita atau inpohnya ya, Min. Adminah. . . Hahahaha

    Met bertugas, Ka. Semoga Kaka Akin sehat selalu. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s