Teman Lama

“Sekarang berapa berat badanmu?”

Aku tersenyum mendengar pertanyaan perempuan di depanku ini. “Sekarang sudah ** kilo,” jawabku.

“Dulu kita masih langsing-langsing ya.”

Tawaku meledak mendengar kata ‘langsing’nya, karena memang sekarang bodi kami sebelas dua belas lah ‘bongsor’nya. Bobot kami sudah meningkat lebih dari 10 Kg dibanding dulu, saat kami masih unyu dan tergabung dalam Next Generation English Club sekitar tahun 1999.

Bicara bodi ini hanya sebagian dari percakapan kami. Ada hal besar yang dibagi kawanku itu.

“Mampir dong ke resto-ku,” ucapnya.

“Resto? Di mana?” tanyaku penasaran. Lalu saat dia menyebutkan sebuah alamat, aku terkejut kerena aku pernah ke sana. Resto itu cukup besar dan selalu ramai pengunjung.

???????????????????????????????“Tempo hari kantorku ngadain gathering di sana loh.”

“Iya, memang banyak yang ngadain gathering di sana.”

“Wah, nggak nyangka, ternyata resto itu punya kamu. Kirain punya orang luar Samarinda. Gimana ceritanya sih?” tanyaku penasaran.

Lalu bergulirlah cerita dari bibirnya. Yang semula diawali dari hobi memasak, lalu membuka katering kecil-kecilan di rumah. Kala itu yang memesan hanya satu dua orang, namun temanku ini sudah sangat senang. Promosi dari mulut ke mulut membuat usahanya meningkat, hingga dapur kecil di rumahnya sudah tak sanggup lagi menampung kegiatan kateringnya. Dia lalu mengontrak sebuah rumah kecil di Jalan Juanda 6 Samarinda, dengan tujuan untuk dijadikan dapur.

Rumah kecil itulah yang menjadi cikal bakal restonya. Dia dan suami kemudian mencoba-coba membuka tempat makan yang mirip dengan konsep kafe tenda. Beberapa kursi dan payung besar di halaman. Karena pengunjung terus meningkat, dia kemudian mengembangkan rumah itu menjadi bangunan resto berlantai 2. Bahkan kini atap juga dimanfaatkan untuk pengunjung.

???????????????????????????????

“Yen’s Delight” adalah nama resto milik temanku itu. Makanan yang ditawarkan bukan hanya makanan Indonesia, namun Chinesse food dan Japanesse food juga ada. Suatu malam aku pernah iseng lewat di depan restonya, subhanallah, pengunjung meluber hingga halaman.

“Aku menjual makanan yang kusukai, Kin,” ucapnya. Kurasa itu adalah salah satu kunci suksesnya, yaitu melakukan hal yang disukai.

Lagi pula harga yang ditawarkan juga tidak membuat kantong bolong. “Aku ingin semua orang bisa makan enak, tanpa harus membayar mahal,” lanjutnya.

Di penghujung pertemuan kami, dia berpesan, “Nggak ada yang nggak mungkin kok, Kin. Jadi, bermimpilah ….”

Ya, dan aku akan bermimpi. Meski bukan mimpi memiliki resto, setidaknya aku bermimpi untuk membuka usaha di bidang kuliner juga. Karena aku memang suka makan #eh

Baiklah, Sahabat sekalian, mari kita sama-sama bermimpi. Bermimpi … dimulai!!😀

Numpang narsis di wallpaper keren :D

Numpang narsis di wallpaper keren😀

22 thoughts on “Teman Lama

  1. kadang kita merasa wah denga pencapaian sahabat2 kita… padahal kadang mereka iri dengan hidup yang kita jalani…

    kita sama-sama bermimpi kan?🙂 Jadi teringat mimpi waktu kecil menjadi KOKI… awal mula saya jadi suka masak…

  2. Hal-hal besar yang selalu diawali dengan kata tidak mungkin, bisa saja terjadi kalau ada impian yang kuat disertai kerja keras dan doa untuk mewujudkannya.
    Dan bisa mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang kita cintai itu, mahal harganya🙂

    salam

  3. Hai kak Akin, dah lama ga bersua,😀
    aku juga suka makan, dan punya mimpi yang ntah kapan bisa terwujud, yang pasti setiap mengingatnya.. aku merasa lebih bersemangat, tersenyum.. dan merasa kuat.😀

  4. This is my first time i go to in this article. I found such a big amount of entertaining many items upon the website (blog) you, particularly it is dialogue. From the actual a lot of feedback on your own articles or blog posts, I considered I wasn’t the ultimate only one getting every one of the pleasurable in this article ! Keep in the great function.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s