Galau Kokomsel

Alkisah ada sebuah operator seluler di suatu negeri yang bernama Kokomsel. Apakah ada di antara Sahabat sekalian yang pernah mendengarnya? 

Akin, seorang perempuan yang ingin selalu update, mencoba memanfaatkan Si Kokom dengan berlangganan paket data di ponsel pintarnya. Ini juga atas saran seorang temannya, karena dia sering mengeluhkan koneksi internet yang lelet saat memakai jasa operator lain. Setelah memastikan pulsanya cukup, Akin membeli paket sebesar 3 GB seharga Rp 60.000, untuk pemakaian selama 1 bulan.

Memang Si Kokom pintar. Jumlah 3GB itu tidak bisa dipakai oleh konsumen begitu saja. Akin jadi galau. Sekian MB mungkin bisa dipakai kapan saja, baik itu jaringan 3G maupun 2G. Namun ada pula yang hanya bisa dipakai saat jam kalong saja, atau ada sekian MB yang hanya bisa dipakai pada jaringan wifi Kokomsel saja. Akin sudah jarang membuka mata saat jam kalong, dan jaringan wifi Kokomsel juga jarang ada di kotanya.

Rupanya Kokomsel suka membuat orang galau. Suatu hari Akin mendapatkan pesan singkat dari Si Kokom, yang memberitahu bahwa datanya tersisa sedikit. Padahal baru saja beberapa hari dia membeli paket data. Akin lalu melakukan pengecekan sisa paket di ponselnya. Setelah menekan tombol bintang sekian sekian sekian pagar, muncullah tulisan jumlah paketnya yang masih tersisa beberapa MB. Akin lalu mengabaikan pesan singkat itu karena merasa paket datanya masih ada.

Beberapa jam kemudian, Akin terkejut saat akan mengirim pesan singkat yang selalu gagal. Dia lalu mencoba mengecek pulsanya. Akin lunglai. Pulsanya sekitar Rp 16.000, ludes. Rupanya koneksi data di ponselnya menggunakan atau memotong pulsa. Padahal berulang kali Akin mengecek sisa data, selalu menunjukkan bahwa masih ada paket data di ponselnya. Mestinya sih pulsanya tidak terpotong.

Kejadian di atas ternyata terulang kembali untuk kali kedua setelah Akin mendaftar untuk paket bulan berikutnya. Jumlah pulsa yang raib sekitar Rp 24.000. Sisa paket data di ponsel Akin juga masih cukup banyak. Akin jadi patah hati. Padahal dia telah membayar/membeli paket data, tapi ternyata pulsanya masih tetap terpotong.

Dengan sedikit marah, Akin berniat mendatangi Kantor Ikanpari, tempat kumpulan customer service Kokomsel berada. Dia sudah mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan diajukan pada mas-mas atau mbak-mbak CS. Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang ditulis Akin pada selembar kertas.

  • Manakah yang lebih valid, antara pemberitahuan Kokomsel lewat pesan singkat, ataukah pengecekan sisa data lewat bintang sekian-sekian-sekian pagar
  • Paket data masih ada, mengapa pulsa terpotong?
  • Apakah Kokomsel adalah pencuri pulsa?
  • Apakah Kokomsel adalah PENIPU?

Setelah lewat beberapa waktu, Akin mengurungkan niatnya untuk datang ke Kantor Ikanpari. Dia merasa pesimis akan solusi yang (mungkin) akan diberikan. Akin juga bertekad tidak menggunakan jasa Kokomsel lagi untuk sambungan data.

 

39 thoughts on “Galau Kokomsel

  1. Aku gak pernah pake kokomsel, tapi pernah nyoba pake Inotel, sama kayak gitu, Kak. Wis abis itu aku nggak percaya lagi. Masih mendingan pake XL, serius nggak pake promo

  2. Saya pernah 100 rubu lenyap mbak….mungkin paket data yang tersedia kan xxxflash 3g dan xxxflash yang mana flashnya lebih sedikit kuotanya. Ada beberapa interaksi internet yang ternyata hanya bisa diakses dengan flash sementara jika flash yang sedikit itu habis maka si pulsalah yang diembat walaupun paket flash 3g nya masih banyak

    • detail itu yang seringkali terlewatkan oleh konsumen. Dikira si kokom baek banget karena ngasihnya banyak, eh ternyata gak bisa dipake😦

  3. Saya pakai operator ini juga, Mbak. Awalnya lancar jaya. Kebetulan punya saya pascabayar gitu. Nah, masuk bulan ke lima…jederrr tiba-tiba tagihannya membengkak sekali padahal pemakaiannya pun tidak begitu sering. Bulan ini, sengaja disisakan beberapa MB untuk mengecek bagaimana cara bayar-nya. eh, ternyata masih tetep mahal juga. Duh, pakai apa ya Mbak enaknya?

    • Pasca bayar si kokom emang sering bikin kaget. Jangn coba2 deh kalo dipake buat internetan. Itu Mbak Anazkia bilang dia pake extra large. Cobain aja🙂

  4. aku malah patah arang sama temannya si Kokom.., isi pulsa mulu dan nggak dipake malah pulsanya abis terus, hanya krn di tempat lama sinyanya dia on terus..,

    sekarang aku putusin temannya Kokom, dan bertahan pakai Kokom yg langganan…., lancar jaya ngeblog dari hape terus.., pakai paket minimal aja ok lho

  5. Argonya kenceng ya Kak …
    Ya … begitulah …
    Memang kita kadang suka bingung memeriksa kelebihan-kelebihan yang mereka tawarkan … saking bingungnya … saya sampai pasrah … hehhe

    Salam saya Kak

    (23/3 : 9)

    • Semoga gak ada lagi konsumen yang ngerasa ketipu, Om🙂
      Dan semoga para operator itu menyediakan pakt data yang lebih murah😀

  6. Ganti kartu…!😀

    Sudah 3 ini saya pake 3 (Tri). Beli yang 3 GB atau yang 5 GB, lancar jaya… Serius… Gak pake bo’ong. Pernah pake XL juga, tapi koq ngerasa lebih mahal daripada 3. Pake Indosat juga begituh. Jadi yaaaa…. Tetap ke 3 (Tri) ajha dah…

    3 m3mang k3r3n. #Eh

  7. selalu ada tanda bintang kecil ( syarat dan ketentuan berlaku ) dibalik sesuatu yang terlihat murah dan menggiurkan. Saya juga pakai salah satu operator yang dengan Rp 25.000 mendapatkan 5GB di jam 00.00 – 12.00, 500MB di jam 12.00 – 00.00. Wal hasil, seringkali sisa kuotanya terbuang mubazir, karena justru saya sering pakai di jam 12.00 – 00.00 WIB.

  8. Saya nggak pakai provider itu jadi nggak tahu bagaimana2nya
    Saya pakai karto hallo
    Skarang lebih irit karena jarang telpon, palig sms
    BB saya pakai XL paket hemat saja hampir 50rb/bulan
    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s