Mau ‘Encus’, Bu

“Oh, mau ‘encus’ ya?”

Telingaku menangkap pembicaraan antara seorang ibu dan anak laki-lakinya -yang berusia sekitar 5 tahun- di depanku. Perhatianku teralihkan dari lembaran Kartu Keluarga yang berisi daftar anggota keluarga ibu itu. ‘Encus’? Aku penasaran dengan artinya. Perlahan jemariku masih bergerak di atas keyboard laptop, meng-entry data keluarga si ibu untuk kemudian dibuatkan kartu peserta Jaminan Kesehatan Daerah, sambil  menantikan percakapan selanjutnya.

“‘Encus’ di situ ya. Di pojokan,” ucap si ibu kepada anaknya, sambil menunjuk ke arah luar lobi kantorku.

Aku menangkap yang dimaksud dengan ‘encus’ adalah buang air kecil. Oh, tidak! Bila sampai itu terjadi, halaman kantorku akan berhiaskan aroma semerbak.

“Anak ibu mau buang air kecil ya?” tukasku, “Silakan ke toilet, Bu. Ada di belakang.”

“Oh iya, Bu,” sahut si ibu sambil menggandeng anaknya menuju ruangan belakang kantorku.

credit

Aku terkekeh. Ada-ada saja tingkah seorang ibu di tempat umum. Bukannya mencari toilet, malah menyuruh anaknya untuk pipis sembarangan. Di rumah tanteku pernah ada ibu dan anaknya yang bertamu. Anaknya disuruh ke pojok halaman untuk pipis. Kalau seperti ini, tidak heran bila saat anaknya besar jadi suka pipis sembarangan.

Apakah ada pula di antara Sahabat sekalian yang pernah menyaksikan hal seperti ini?

18 thoughts on “Mau ‘Encus’, Bu

  1. Encus ? hahaha … kok begitu ya istilahnya … lucu … imut … eksotis …
    kalau BAB mungkin istilah halusnya …

    Emfus … mffuf … ah entahlah … qiqiqi

    Salam saya

    (18/3 : 17)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s