Kala Musim Durian Tiba

Saat berkendara bersama emak, kami melewati beberapa penjual durian. Buah musiman ini selalu menarik perhatian kami dan memasukkannya dalam percakapan, meskipun belum tentu kami mampir untuk membelinya. Seperti halnya sore tadi, aku tak tergugah untuk menikmati si raja buah ini.

“Wah, itu penjual durian, Mak …,” ucapku sambil menunjuk seorang penjual durian di seberang jalan.

“Iya ….”

“Mak, kalau dihitung-hitung, entah sudah berapa duit yang kita keluarkan setiap kali musim durian ya.”

“Mungkin banyak.”

Lalu kami tertawa. Sebenarnya kami tidak pernah menghitung dengan pasti berapa pengeluaran untuk membeli durian.

Harga durian di Kota Samarinda memang bervariasi. Biasanya, saat bertanya harga durian ke penjualnya, maka akan dijawab per-50 ribu atau per-100 ribu. Tumpukan durian diklasifikasikan berdasarkan ukuran besarnya. Ada yang Rp 100 ribu/3 buah, Rp 50 ribu/2 buah, bahkan ada yang Rp 5 ribu/buah, tentu untuk durian yang imut. Biasanya aku membeli durian yang ukuran sedang, yang Rp 50 ribu/3 buah. Dan bila penjualnya sedang baik hati, kita bisa mendapat durian 7 buah durian ukuran sedang dengan harga Rp 100 ribu.

Keluargaku adalah keluarga sederhana dan makanan yang disajikan di rumah juga apa adanya. Namun kala musim durian tiba, keluargaku yang terdiri dari emak, tante dan pamanku jadi ngiler durian. Beberapa durian yang kami beli, biasanya langsung disantap bersama-sama dan langsung habis. Aku senang melihat ekspresi mereka. Candaan silih berganti terlontar, terlebih tentang kenangan-kenangan saat dulu mereka makan durian di kampung.

Namun satu hal yang kemudian terlintas di benakku, bahwa keluarga yang tinggal di rumahku ini sudah tidak muda lagi. Meskipun katanya durian itu mengandung 1001 manfaat, aku juga tetap harus memperhatikan kesehatan mereka, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sepertinya kami harus menahan diri setiap kali musim durian tiba. Hehe ….

Bagaimana dengan Sahabat sekalian? Apakah suka makan durian juga?

19 thoughts on “Kala Musim Durian Tiba

  1. murah banget 50 ribu dapat 3
    yg jago durian di rumah cuma aku. kin
    jadinya nggak beli untuk bawa pulang , ada yang nggak tahan bau durian sih

  2. Kalau dari buahnya langsung tidak begitu suka, Bun. tapi kalau sudah diolah, suka😀. kalau langsung aromanya menyengat sekali, hehe..

  3. Durian ?
    saya nyerah …
    walaupun empuk … saya kurang begitu suka …
    (aaahhh … om-om nggak asik niihhh …)

    Salam saya Kakaakin

    (10/3 : 8)

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin….

    Saya penggemar Raja buah ini juga mbak. Memang perlu dijaga had pemakanannya kerana bisa mengundang penyakit. Sudah musim durian di sana ya, kalau di tempat saya sudah berlalu 2 bulan lalu.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s