Makhluk Kecil di Mangkuk Bakso

“Mbak, makan rambutan nih.”

Salah seorang rekan kerja menawariku buah yang kulitnya berambut itu. Di atas salah satu meja di kantor digelar rambutan yang terlihat segar.

“Nggak ah. Ntar ada ulatnya,” sahutku.

“Nggak ada lah, Mbak. Ini kan masih segar.”

Aku hanya mencicipi satu, karena rambutan (kini) bukanlah buah kesukaanku. Dulu aku sangat suka makan buah ini. Suatu ketika aku makan rambutan dan menemukan ulat pada bagian pangkal buahnya. Kejadian ini berulang, hingga (hampir-hampir) membuatku jera makan rambutan.

Gara-gara ulat, yang membuatku merasa geli, merinding disko. Dan sepertinya si ul-ul (ulat) itu cukup sering terlihat oleh mataku. Masih mending bila makhluk itu terlihat di suatu tempat, di mana saja. Tapi bila terlihat di makanan, aku jadi parno. Misalnya aku pernah menemukan ulat di tumisan kacang panjang, seterusnya aku jadi berpikir keras saat akan makan masakan berbahan kacang panjang. Aku juga pernah melihat makhluk mungil itu di daun kemangi pada lalapan saat aku makan ayam bakar di sebuah warung. Jadinya hingga kini aku enggan menyantap kemangi di warung.

Apakah Sahabat pernah menyantap capcay, atau sayuran lain yang berbahan kembang kol? Tips untuk mengolahnya sebelum dimasak adalah kembang kol yang sudah dipotong-potong sesuai tangkainya, harus direndam dalam air garam terlebih dahulu. Ini dimaksudkan agar si ul-ul yang ada di sela-sela kembang kol, bisa segera keluar dari persembunyiannya. Aku sering kali bertanya-tanya, saat harus membeli capcay, atau makan capcay di luar, apakah ada ulat pada kembang kol dalam capcay yang kubeli? Apakah koki-nya merendam kembang kol itu dalam air garam? Kalau begini, aku menghindari capcay saja, atau bila tidak, aku tidak mengambil kembang kolnya. Benar-benar ribet kan ya?😆

Di antara semua pengalaman di atas, beberapa waktu lalu aku pernah sedikit ‘bersahabat’ dengan si ul-ul. Aku punya langganan penjual bakso. Suatu siang, aku sedang lapar-laparnya, dan aku langsung menyantap bakso yang dihidangkan di depanku. Saat bakso tersisa separuh, aku melihat ada seekor ulat berukuran sekitar 2-3 Cm yang tubuhnya memanjang karena sudah matang. Aku terdiam. Terpikir olehku, kira-kira sudah berapa ekor ulat yang kumakan ….😦

Menurut Sahabat, bagaimana reaksiku kemudian?

Ternyata aku kalem saja, tidak histeris. Ulat itu kuenyahkan dari mangkokku. Setelah itu aku melanjutkan makanku dengan nikmatnya. Kupikir mungkin si ul-ul itu berasal dari daun sawi. Bisa jadi karena perut yang lapar, atau karena baksonya enak banget, atau karena tidak ingin mubazir, aku menghabiskan baksoku.

Tetapi, kini aku masih saja merinding disko setiap berpapasan dengan si ul-ul. Tak bisa berkompromi. Bukan hanya saat menemukannya di makanan, di luar itu juga aku tetap saja merasa geli. Bahkan untuk menambahkan gambar ilustrasi penampakan ulat saja aku tak tega.

Aku tak habis pikir saat ada yang menertawakanku sambil berkata, “Hah? Mbak geli sama ulat?”

Memangnya ada di antara Sahabat yang tidak merasa geli pada ulat? Adakah di antara Sahabat yang tidak merinding disko saat bertemu si ul-ul?

Jadi? Apakah tidak ada yang sepertiku nih? Hahaha ….😀

20 thoughts on “Makhluk Kecil di Mangkuk Bakso

  1. kalau saya ga cuma ulat Kak
    tapi juga semut, lalat dan apa aja makanan yang sudah ada tambahan mahlik lain akan membuat selera makan hilang
    tapi ga sampai jera ..minimal lebih berhati hati kalau makan lagi buah atau makanan yang sama..

  2. Hahaha …
    Saya kasih tau satu tips … Kak …
    Kalo mau makan … indera yang didaya gunakan hanya indra pengecap dan indra penciuman …

    Indera penglihatan … tidak perlu dipakai .. atau kalaupun dipakai … kasih moda yang paling low … hahaha

    Ulat ? Geli ? …. mmm saya tidak geli … kalau ada ulat di makanan … buang saja ulatnya … lalu makan lagi … (qiqiqi)

    Salam saya Kak

    (1/3 : 7)

  3. Saya gak hanya merinding, tpi langsung ilfil. Huaaaah.😆
    Meski pernah dengar, ulat itu kan daging juga, ulat sayur gak berbahaya. Tapiii, tetap saja tak kuasa!. Ahahahha

  4. AYO BURUAN DAFTAR BEASISWA KE RUSIA DAN BELLARUSIA, BEASISWA PENUH UNTUK MASYARAKAT KALTIM…. !!!!!

    Telah di buka Beasiswa Kaltim ke Rusia dan Belarusia, mulai tgl : 3 – 10 Maret 2014, adapun jurusan yg dibuka :
    1. Teknik Mesin
    2. Teknik Elektro
    3. Teknik Kimia
    4. Teknik Konstruksi
    5. Teknik Informatika & Komputer,
    6. SAINS ( Kimia, Fisika, Bioteknologi,dll)

    SILAHKAN MENGHUBUNGI DI 082157557541 atau langsung datang ke sekretariat beassiwa kaltim di dinas pendidikan provinsi kaltim.
    (@Tim Pengelola Beasiswa Kaltim )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s