[Oleh-oleh #2-GA Irit] Nasi Goreng Daur Ulang

Dari sekian puluh peserta Giveaway Irit tapi Bukan Pelit, ada beberapa blogger yang menuliskan tentang kebiasaan dalam menghemat makanan. Umumnya mengenai cara menghindari pemubaziran makanan dengan cara mendaurulangnya. Tentu saja makanan yang didaur ulang adalah makanan yang masih layak makan, bukan yang sudah basi.

Sumber gambar

Biasanya yang diaur ulang adalah nasi yang diolah menjadi nasi goreng. Mbak Myra Anastasia bahkan menuliskan beberapa pilihan nasi goreng, baik yang menggunakan sisa bumbu rendang, atau menggunakan suiran daging/ayam sisa. Pasti maknyuss-lah rasanya, apalagi kalau bumbunya mantap.😀

Mengapa nasi goreng?

Tentu karena nasi adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam setiap keluarga biasanya selalu tersedia nasi putih. Nasi ini memang cenderung masih tersisa. Apalagi di kampung kadang ada hajatan yang ngasih berkatan. Biasanya jumlah nasinya lebih banyak dibanding lauknya. Nasi sisa inilah yang diolah menjadi nasi goreng.

Orang Indonesia suka makan nasi goreng, karena memang nasi goreng adalah salah satu resep warisan emak. Dalam sepekan, selalu ada hari untuk makan nasi goreng. Tak heran bila banyak tempat makan yang menjual hidangan nasi goreng, mulai dari warung-warung pinggiran, hingga restoran berbintang. Bahkan di banyak acara yang kuhadiri, misalnya acara resepsi pernikahan, juga menyajikan nasi goreng dalam menu mereka. Ehm, semoga yang ini bukan dari nasi sisa ya … hehe ….😆

Nasi goreng ternyata juga disukai di Jepang. Seperti yang dituliskan Aisyah di blognya. Tetapi sepertinya beras Jepang yang pulen itu kurang pas untuk dibuat nasi goreng ya. Kalau kata Mbak Myra Anastasia, nasi goreng itu lebih enak kalau nasinya pera (agak keras). Tips dari Mbak Myra, nasi (dalam keadaan dingin) sebaiknya dimasukkan ke dalam kulksa dulu selama beberapa saat. Barulah setelah itu digoreng.

Semoga kita tak akan lagi membuang-buang makanan, terutama nasi. Sebelum nasi terlanjur basi, yuk, kita olah menjadi nasi goreng. Tambahkan saja sisa bumbu, sisa lauk, atau sisa makanan apapun yang sesuai. Taraaaa, akan tersaji nasi goreng daur ulang yang lezat.😀

 

25 thoughts on “[Oleh-oleh #2-GA Irit] Nasi Goreng Daur Ulang

  1. Terus terang saya penikmat nasi goreng sejak kecil sampai sekarang dan Insya Allah sampai nanti.
    Saya tidak suka nasi goreng yang digoreng lagi
    Nasi goreng pulen lebih saya sukai lho
    kaget melihat gambar header, terima kasih ikut mengompori teman2 yang ain untuk menulis buku
    Salam hangat dari Surabaya

    • Nasi goreng yang digoreng lagi itu sering dilakukan para pedagang di pinggiran di kota saya, Pakdhe. Mereka duluan bikin nasi goreng, trus pas ada yang pesan, diangetin deh😦

      Semoga banyak teman yang semangat nulis🙂

  2. ibu saya juga sama teh, kalau ada nasi sisa semalam pasti pagi2 bilang “a emam sareng nasi gorengnya? sanguna seeur keneh (a makan sama nasi goreng ya, nasinya masih banyak)😀
    tapi kalau tiap hari ya bisa dibayangkan sendiri:mrgreen:

    teh, saya pemilik blog hitamputihjingga.wordpress.com bikin baru biar suasana baru. semoga teteh masih ingat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s