Peristiwa Pagi

Pagi selalu terburu-buru. Demi apa?

Demi mempertahankan penghasilan. Demi menghindari tumpukan potongan pada penghasilan tetap tiap bulannya, maka harus buru-buru ke kantor. Bila terlambat, siap-siap saja menerima potongan pada gaji atau tunjangan.

Apakah ada di antara Sahabat yang pernah melihat iklan di televisi, tentang seseorang yang berlari mengejar sesuatu saat masuk kantor? Pada iklan itu juga ditunjukkan rekan-rekannya menyoraki untuk memberi semangat. Akhirnya dia berhasil tepat waktu absen pada alat pemindai sidik jari.

Saat melihat iklan itu, aku terkekeh, karena ingat diri sendiri. Rasanya hampir setiap pagi aku berpacu dengan waktu. Berkendara di sela kepadatan lalu lintas Samarinda. Kadang aku sukses tiba di kantor sebelum atau pas di 7.30. Tak jarang jua lewat, alias telat. Paling sebal saat telat di 7.31.

Benda di bawah inilah yang memberikan warna di pagi hari. Aku yakin, bukan hanya aku atau rekan kantorku yang mengejar-ngejar benda serupa, demi penghasilan.

image

Demi meningkatkan disiplin pegawai, pemerintah kota mewajibkan absen dengan alat pemindai sidik jari. Aku sangat setuju, supaya kehadiran pegawai bisa lebih terpantau.

Tetapi eh tetapi … ternyata setiap sistem tidak menutup kemungkinan memiliki kelemahan. Pun dengan absen sidik jari. Ada oknum nakal yang mengutak-atik alat itu, sehingga meskipun datang terlambat setiap harinya, ia bisa memiliki record yang bagus. Psstt … jangan bilang siapa-siapa ya, aku pun pernah  diajari caranya.😀

Alhamdulillah aku tidak tergoda. Tak mengapalah tunjangan berkurang sekian persen, daripada melakukan kecurangan dan duitnya nanti juga tidak dapat berkah.😀

Bagaimana dengan peristiwa pagi Sahabat sekalian?

Ehm, hasil penjurian GA Irit tapi Bukan Pelit sudah tiba. Insya Allah akan diumumkan sesuai rencana, tanggal 5 Februari 2014.

19 thoughts on “Peristiwa Pagi

  1. Yang berstatus pegawai memang tak terhindarkan masalah buru-buru tiap pagi ini, Mbak Akin. Apa boleh buat. Itu kan bagian dari tanggung jawab, gak boleh telat🙂

    • Kata tante saya, jam berapapun kita pulang kerja, atau lembur sampai jam berapa pun, tetap percuma saja bila paginya kita gak bisa datang tepat waktu. Hadeeh…

    • Psstt… bangun lebih pagi tuh, kadang gak berlaku bagiku. Karena tetep aja ada hil-hil yang bikin riweuh di pagi hari😀

  2. Iya bener mba…dikantor juga satu menit ajah dipotong tanpa ampun he he he he..buru2 pagi bukan cuma soal itu saja,,,,raanya sayang kalo waktu banyak terbuang dijalanan ..mosok 3 jam an baru sampe kantor..mending lebih pagi dan menghemat waktu lebih kurang 1.5 – 2 jam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s