SPSS dan MS Excel pada Aplikasi Komputer

(Postingan ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Aplikasi Komputer)

Rangkuman Materi Kuliah Aplikasi Komputer Semester V Kelas Anvulen FKM Universitas Widia Gama Mahakam

Mata kuliah Aplikasi Komputer merupakan lanjutan dari Mata Kuliah Pengantar Komputer di Semester III. Sebagian kuliah merupakan praktik komputer yang berkaitan dengan program Microsoft Excel, serta program SPSS. Di sini diajarkan bagaimana menuliskan perintah ke komputer, bagaimana mengkonversi rumus, dan bagaimana menganalisa hasil.

Penggunaan rumus dasar dalam Excel

Ms Excel berfungsi untuk hitung-menghitung. Kita bisa menghitung dengan menggunakan rumus atau fungsi-fungsi yang telah disediakan Microsoft. Kita bisa menggunakan operator matematika untuk membuat rumus di Excel.

– Cara menuliskan rumus dalam komputer

  • Pangkat : ^ contoh: 5³ –> 5^3
  • Akar : sqrt (khusus untuk diakarkan 2). Contoh: sqrt 25 = √25
  • Perkalian : *
  • Pembagian : /
  • Plus/minus : +/-

– Tingkat level perhitungan (TLP) yang harus diperhatikan

  1. Pangkat dan akar (√)
  2. Kali dan bagi (* dan /)
  3. Plus dan minus +/-
  4. Tanda kurung (lebih utama)

– Contoh perhitungan : 5-5^2+6^2+2×2+5-6-9=10

– Memasukkan rumus

  1. Pilih cell yang dijadikan tempat hasil perhitungan
  2. Awali rumus dengn lambang ‘sama dengan’ (=)
  3. Masukkan rumus yang akan digunakan
  4. Tekan enter pada keyboard

– Belajar Fungsi IF pada Ms Excel

Rumus IF digunakan untuk mengetahui suatu nilai/karakter dalam sebuah cell terpenuhi atau tidak terpenuhi, dari hasil tersebut kita bisa menentukan nilai/karakter apa yang akan ditampilkan si dalam cell pada Ms Excel.

Bentuk penulisan rumus IF –> IF(logical_test,[value_if_true],[value_if_false])

Keterangan:

logical_test : kriteria/nilai yang akan dipakai
value_if_true : nilai yang akan ditampilkan jika kriteria/nilai yang diuji terpenuhi
value _if_false : nilai yang akan ditampilkan jika kriteria/nilai yang diuji tidak terpenuhi

Contoh IFPerhatikan pada kolom D. Bila pengurangan kolom B terhadap kolom C berjumlah kurang dari nol, maka hasil pengurangan itu dikalikan dengan -1. Bila tidak kurang dari nol, maka akan tetap berisi jumlah pengurangan kolom B terhadap kolom C.

– Fungsi logika IF majemuk

Fungsi ini digunakan untuk menyeleksi beberapa kondisi yang menghasilkan nulai TRUE/FALSE bentuk umum : =IF(Kondisi 1;Pernyataan 1;IF(Kondisi 2;Pernyataan 2; Pernyataan 3))

– Fungsi VLOOKUP

Fungsi ini digunakan untuk membaca suatu tabel. Bila tabel disusun secara vertikal, digunakan fungsi VLOOKUP. Penulisan fungsi VLOOKUP memiliki bentuk sebagai berikut:

=VLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Col_index_num)

Catatan; Nomor indeks kolom (Col_index_num) merupakan angka untuk menyatakan posisi suatu kolom dalam tabel. Sedangkan nomor indeks baris (Row_index_num) merupakan angka untuk menyatakan baris dalam tabel tersebut.

***

Penggunaan SPSS (Statistical Package for the Social Science)

SPSS merupakan program aplikasi untuk melakukan perhitungan statistik dengan menggunakan komputer. Yang perlu dikakuan adalah  mendesain variabel yang akan dianalisis,  memasukkan data, dan melakukan perhitungan dengan menggunakan tahapan yang ada pada menu yang tersedia. Setelah itu, hasil perhitungan dianalisis.

Contoh penggunaan program SPSS

Perhitungan Chi- Square:

  • Contoh kasus:

Saat musim mangga, dilakukan penelitian pada 48 pasien di Puskesmas A. Data lengkap pada tabel di bawah ini.

tabel contoh kasusApakah ada hubungan antara konsumsi mangga dengan kejadian diare di wilayah XX, Puskesmas A? Chi tabel : 3, 841

Langkah-langkah yang dilakukan:

  • Menentukan hipotesis

H0 : Tidak ada hubungan antara kejadian diare dengan konsumsi mangga
Ha : Ada hubungan antara kejadian diare dengan konsumsi mangga

1. Buka program SPSS

Tampilan SPSSTampilan SPSS

2. Klik variable view yang ada pada bagian kiri bawah. Lalu isi variabel yang sesuai. Tuliskan nama variabel ‘sakit’ dan ‘perilaku’, tipe data (numerik), label. Pada values, isikan label values variabel sakit dengan angka 1=sakit dan 2=tidak sakit. Lalu label values variabel perilaku 1 = makan mangga dan 2 = tidak makan mangga.

Variable viewTampilan variable view

3. Klik ‘Data View’. Pada kolom ‘sakit’, masukkan angka 1 (sakit) dari baris 1-30, dan angka 2 (tidak sakit) dari baris 31-48. Kemudian pada kolom ‘perilaku’, tuliskan angka 1 dari baris 1-21, angka 2 pada baris 22-30. Lalu angka 1 lagi pada baris 31-38, dan angka 2 pada baris 39-48.

Data viewTampilan Data View

4. Klik ‘analyze’ pada deretan menu. Pilih ‘Descriptive statistic’, kemudian klik ‘crosstab’.

AnalyzeMenganalisa data

Akan muncul sebuah jendela Crosstab. Klik variabel ‘perilaku’ dan masukkan ke ‘row’. Lalu variabel ‘sakit’ pada ‘coloumn’. Pada bagian ‘Statistics’ beri tanda conteng pada ‘chi-square’. Lalu klik OK.

crosstabulasiCrosstabulasi

5. Akan muncul output seperti di bawah ini.

output SPSSOutput SPSS

Hasil perhitungannya terlihat seperti pada tabel di bawah ini.

Hasil perhitunganHasil perhitungan

Jadi nilai yang dilihat untuk tabel 2×2 adalah pada pada ‘b’, nilainya 0, 066. Lebih kecil dibanding Chi tabel. Maka Ho diterima. Yang artinya bahwa tidak ada hubungan antara kejadian diare dengan konsumsi mangga.

Contoh di atas hanya segelintir dari pemanfaatan program SPSS untuk mempermudah perhitungan statistik. Ada banyak pilihan analisa yang bisa digunakan sesuai penelitian yang dilakukan.