Mandi, yuk!

Akhir pekan biasanya dimanfaatkan sebagian orang untuk beristirahat, atau jalan-jalan bersama keluarga. Kemarin, kantorku juga mengadakan acara family gathering ke luar kota. Tidak terlalu jauh sih, hanya ke Kota Balikpapan yang jarak tempuhnya kurang lebih 3 jam dari Kota Samarinda. Meski sebenarnya agak berat meninggalkan kuliah, namun godaan hotel dengan beach view itu telah meluluhkan hatiku. Aku bisa berenang sepuasnya, pikirku.😀

Sayang sekali pantainya tidak bersih. Banyak terlihat sampah plastik di sana-sini. Mungkin karena pantai di depan hotel itu dekat dengan pemukiman. Aku mengurungkan niatku menjadi putri duyung berenang di pantai. Namun, kerinduanku untuk berenang di pantai, terobati dengan kolam renang yang tersedia. Kebetulan, aku belum pernah sama sekali berenang di kolam renang sebelumnya. Seru juga rasanya saat berenang bersama teman-teman yang belum pandai berenang.

credit

Nah, hal yang menjadi fokus perhatianku pada perjalanan kemarin adalah kamar mandi hotel, baik yang di kamar, maupun di tempat bilas. Bukan tentang kemewahan fasilitas hotel, seperti bathtub, kaca besar, wastafel marmer, dll. Namun yang kuperhatikan adalah SHOWER. Mungkin di rumah-rumah Sahabat ada yang sudah menggunakan fasilitas ini, tetapi di rumahku belum. Aku jadi terpikir untuk memasangkan selang shower ke kran air yang ada di kamar mandi mungilku.

Penggunaan shower memang lebih baik dibandingkan mandi dengan menggunakan gayung. Tentu ini merupakan bagian dari sikap irit di rumah. Hemat air, sehingga menghemat tagihan air PDAM. Tetapi, saat berbincang-bincang dengan beberapa rekan kerjaku, kata mereka ada anggota keluarga mereka yang tidak suka mandi pakai shower. Menurut mereka, sensasi mandi pakai gayung itu lebih berasa mandinya. Entah sensasi yang mana yang dimaksud. Mungkin saja sensasi suara berisik saat air diciduk dari bak, kemudian diguyurkan ke kepala dan badan. Atau mungkin sensasi saat segayung air mengenai tubuh, karena kalau pakai shower, air yang keluar sedikit-sedikit. Hehe ….

Sebenarnya di rumahku agak berbeda. Rumahku terbuat dari kayu dan beberapa anggota keluargaku mandi di pelataran yang ada di samping rumah yang dilindungi dinding papan dari luar. Biasanya mereka mandi dengan menggayung air dari drum, sambil menyikat lantai papan pelataran. Badan bersih, lantai pun bersih. Jadi sebenarnya ada penghematan juga di sini.😀

Bagaiman pun cara mandi, semoga tetap menghindari pemborosan air ya. Jangan lupa, mandi pakai sabun.😀

Tulisan ini tidak diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit:mrgreen:

18 thoughts on “Mandi, yuk!

  1. Biasanya yg mandi pakai shower itu orang galau.. Mandinya duduk tertunduk, mukul-mukul dinding sambil bilang “kenapa…kenapa…kenapa ini semua terjadi..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s