Kamu Orang yang Bagaimana?

“Waktu pertama kali ketemu sama mbak anu, aku takut loh,” ucap salah seorang rekanku, “Kirain dia itu orangnya jutek.”

Aku dan beberapa rekan kerja yang lain tertawa, karena kami tahu, orang yang dimaksud itu sama sekali tidak seperti yang dikira. Jadinya pembicaraan kami membahas bagaimana pendapat kami masing-masing saat bertemu pertama kali satu sama lain. Tetapi sebenarnya aku tidak terlalu terlibat dalam pembicaraan, hanya sesekali nyeletuk. Seperti biasa, aku lebih banyak mendengar dan menyimak. Terlebih lagi aku terhitung paling belakangan masuk ke kantorku yang sekarang.

“Kamu dulu pendiam banget!”

“Aku kan masih malu-malu.”

“Namanya juga masih baru.”

“Kalian kan sudah duluan kenal, sedangkan aku belum punya teman.”

Aku suka mendengar pembicaraan itu, karena mereka blak-blakan. Tak ada yang boleh marah, karena kesan pertama itu mewakili penilaian orang lain terhadap diri kita. Jika memang terkesan kurang baik, maka yang bersangkutan mungkin bisa memperbaiki diri, agar tidak terlalu memberi kesan pertama yang negatif terhadap orang lain.

Aku jadi teringat setiap kali kopdar dengan blogger yang baru kujumpai. Pada saat-saat inilah orang lain menilai diri kita. Pertemuan pertama tentu tidak dapat mewakili penilaian secara keseluruhan terhadap seseorang. Namun pertemuan pertama sangatlah penting, karena banyak orang yang ‘memegang’ kesan pertama. Tak jarang aku menanyakan pada rekan blogger yang kutemui itu, “Menurutmu, aku orang yang bagaimana?” Lalu, tanggapan mereka bagaimana? 😀

Kembali pada rumpian rekan-rekan kerjaku, kami sepakat bahwa lambat laun kami jadi semakin akrab, karena sudah saling kenal. Kebersamaan di tempat kerja, berbagi emosi dan bekal/makanan, menciptakan kedekatan yang nyata.

Beberapa saat kemudian, aku berujar, “Waktu aku baru masuk, aku juga masih malu-malu. Aku kan orangnya pendiam, nggak banyak bicara ….”

“Halaah, Mbak ini …!” Langsung saja rekan-rekanku bergaya seperti akan menimpukku.:mrgreen:

“Loh, benar, kan? Aku ini orangnya pemalu,” ucapku.

Mereka langsung bubar.😀

17 thoughts on “Kamu Orang yang Bagaimana?

  1. Kalo dengan orang baru saya juga malu-malu kok mbak.. Hanya orang2 tertentu saja yang bisa langsung cair.. Ibaratnya udah pembawaan dari sononya.
    Bahkan pas kopdar BN lalu, bisa dibilang saya malu2 loh ketemu blogger2 lain, makanya cari temen yg sama2 sendiri dan saling nempel sampe selesai.
    Kaka Akin sepertinya jg pendiam, mgkn kalo udah kenal dan akrab, lama2 baru keluar sifat aslinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s