Kamu Bisa Masak?

Kamu bisa masak nggak sih?

Menurutku, pertanyaan di atas merupakan salah satu pertanyaan sensitif yang diajukan pada seorang perempuan. Sama halnya dengan pertanyaan “Kamu suka bersih-bersih nggak sih, kalau di rumah?”. Seingatku, sudah lebih dari sekali aku menerima pertanyaan tentang kemampuanku dalam hal memasak. Aku yakin ada di antara Sahabat sekalian -yang perempuan- yang pernah mendapat pertanyaan serupa.

Perlahan-lahan aku mencoba memahami alasan dilontarkannya pertanyaan seperti itu. Bila pertanyaan itu datang dari si calon potensial pendamping hidup, mungkin dia merasa cemas kalau-kalau tidak diberi makan saat berkeluarga nantinya. Dan bila pertanyaan itu datang dari orang lain di sekitar kita, kemungkinan besar karena mereka tidak ingin melihat rumah tangga yang mengenaskan karena istri yang tidak pernah memasak.

Credit

Berdasarkan pengalaman beberapa orang (perempuan) yang kukenal, awalnya tidak semua dari mereka pandai memasak. Dan kini, mereka adalah koki terhebat dalam keluarga. Bahkan ada yang sampai membuka usaha katering. Alah bisa karena biasa. Setelah bertahun-tahun menjalani trial and error, akhirnya mereka bisa menjadi yang terbaik. Terlebih lagi sekarang adalah era kemudahan, Mbah Gugel bisa membantu menyajikan aneka resep yang dibutuhkan.

Memang, keterampilan memasak merupakan salah satu bekal penting dalam berumah tangga. Setuju? Namun menurutku, makanan sangatlah bergantung pada selera. Apa yang biasa dimasak oleh seorang perempuan, belum tentu bisa cocok di lidah seorang lelaki (yang baru jadi suaminya). Contohnya, ada salah seorang temanku yang khusus berguru atau meminta resep kepada keluarga suaminya di kampung, agar dia bisa memasak makanan kesukaan suaminya.

Kembali ke pertanyaan di atas, saat pertanyaan itu diajukan padaku, aku bingung. Setelah berpikir sesaat, aku menjawab, “Aku nggak bisa masak.”

Ya, kurasa itu adalah jawaban yang paling tepat.

Kurasa segelintir tulisanku yang berlabel ‘Makanan‘ di blog ini, belum bisa memberi gelar ‘bisa masak’ padaku. Lagipula, belum tentu si calon potensial bakal suka dengan masakan Korea.😀 #eh

30 thoughts on “Kamu Bisa Masak?

  1. Saya pikir sih semua bisa masak, la wong saya yg laki laki aja bisa koq. Tinggal masukin beras ke penanak nasi, sayuran ke kuwali dikassih bumbu garam n bawang yg diulek jadi deh.
    Yg jadi pertanyaan kenapa harus dituntut enak? Nikmati aja apa adanya, ntar kalau dah ketemu takaran bumbu yg pas jadi enak juga. Dan kalau mau benar benar enak ya ke resto aja, gitu aja koq repot.
    Kalau ada calon yg nanya bisa masak atau nggak, tanya balik ke dia
    “Kamu mau menikahiku atau masakanku”

  2. sama kak,nyante aja..dulu sbelu nikah,saya g bisa masak sma sekali,,ngekos pun g ada dapur jadi pilih beli,waktu kerjapun pilih beli juga😀,pas nikah bisa sendiri…suami suka apa,pelan2 kita tahu dan cari tahu resepnya…..semua akan indah pada waktunya,eciyeeee ngomong apa sih ini hahahah

  3. Betuuuul! Aku punya tips nih. Jadi, waktu pengantin baru gitu, jangan lupa sedia kecap & garam di meja. Amati deh penambahan manis & asinnya, trus jadikan panduan trial & error di masakan. Lama2 jadi masakan terlezat keluarga deh :))

  4. Kemampuan memasak nggak ada sangkut pautnya dengan atribut biologis.🙂
    Aku pribadi suka masak, dan kebetulan di jurusan studiku ada mata kuliah permak percobaan makanan, di sana aku suka eksperimen masakan hehehe keterampilan itu memang perlu dilatih, dan memang butuh waktu🙂
    Kita nggak perlu jadi koki, cukup mencintai🙂

  5. Ini pertanyaan memang menggelitik …
    Namun demikian bagi lelaki itu ,,, yang terpenting adalah … Wanita tidak anti ke dapur … bisa atau tidak bisa memasak itu nomer dua …

    Kalau dia belum-belum sudah alergi dengan cipratan minyak goreng atau jijay sekali dengan busa cuci piring … yaaaa ke laut saja …

    Salam saya

  6. Kalo saya sih jelas gak bakal ada yang nanya bisa masak atau gak… tar kalau ada yang nanya, saya jawab dengan mantap… BISA

    Bisa masak Air, mie rebus instan, mie goreng instan:mrgreen:

  7. …😀 aseli lucu mbak. saya suka.
    alhamdulillah saya sangat suka masak. masakan asia khususnya. nasi goreng jowo, spesialisasi saya.

    akhirnya, umminya anak-anak pun ketularan kesukaan saya itu. jadi seminimal apapun bahannya, akan menjadi maksimal di tangan saya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s