[Promt #31] Keabadian yang Sempurna

Credit

“Pokoknya nanti aku mau pacaran sama brondong,” bisik Minah.

“Kalo aku, pengen ngumpulin duit yang banyak, biar bisa foya-foya,” sahut Minuk.

“Ehm!” suara Eyang Putri membuat mereka berdua terdiam. Sebuah sosok berjubah hitam bertudung ponco keluar dari kamar. Mereka lalu duduk di lantai.

Eyang Putri menata sebuah botol berwarna merah, bunga tujuh rupa dan barang lainnya di atas meja kecil di antara mereka. “Kalian harus tahu, ini adalah air sakti yang bisa membuat kalian abadi.”

Kompak Minah dan Minuk mengangguk.

“Air sakti ini namanya Tirta Amerta. Kakek buyut saya yang mengambil air ini dari dasar samudra dalam perantauannya selama puluhan tahun. Kesaktian air ini tidak diragukan lagi. Saya kini berusia 150 tahun.”

“Ckckck  …. Seratus lima puluh tahun,” gumam Minah.

Eyang Putri lalu menyodorkan botol Tirta Amerta dan sebuah wadah krim kepada kedua bersaudara itu. “Kalian harus menggabungkan kekuatan kedua barang ini.”

“Ini … krim anti-aging?” tanya Minuk keheranan. “Untuk apa, Eyang?”

“Tirta Amerta akan membuat kalian abadi. Sedangkan krim ini untuk membuat keabadian kalian menjadi sempurna.” Eyang Putri lalu berdiri dan melepas jubah. “Jangan sampai kalian seperti saya. Tak ada gunanya kalian hidup abadi, bila kalian seperti ini,” ucapnya sedih sambil menunjukkan seluruh kulitnya yang penuh kerutan.

Ditulis untuk MondayFlashFiction Prompt #31: Tirta Amerta

19 thoughts on “[Promt #31] Keabadian yang Sempurna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s