Dia yang Berteman dengan Kehilangan

Pernahkah Sahabat sekalian mengalami kehilangan dompet? Atau barang-barang lain? Berapa kali?

Dia adalah salah seorang kawan, yang juga rekan kerjaku di puskesmas dulu. Ini adalah salah satu status yang ditulisnya beberapa hari yang lalu di FB.

“‘KHILANGAN’ nama yg semakin akrab dgnku.. bahkan kami bisa dibilang sohib kental.. baru bbrp bln yll bertatap muka dgn si’KEHILANGAN’ eh tau2 dia sdh nyamperin aku lagi.. kangen ya mau bersua sama aku??
**hedeh,, kudu ke POLSEK, pak RT, KELURAHAN, KECAMATAN, CAPIL, BKD, BANK, Redaksi koran, stasiun radio, POLSEK lagi, trus jln2 ke Samsat*”

Dia memang tak salah mengatakan ‘akrab’ dengan kehilangan. Sejak awal mengenalnya, entah sudah berapa kali dia kehilangan dompet. Beberapa kali juga kehilangan telepon genggam. Lalu sudah dua kali kehilangan sepeda motor. Aku yakin, Allah memiliki rahasia di balik kejadian yang menimpa kawanku itu, karena dia adalah seorang kawan yang baik. Gak pernah itung-itungan sama teman.

Satu hal yang paling kuingat tentang kawanku ini adalah bahwa dia selalu menyisihkan penghasilannya untuk ibundanya, ayahnya sudah lama meninggal. “Jatah preman,” katanya. Aku tahu, istilah itu semacam tak sopan bila ditujukan kepada orang tua, karena anak memang sudah seharusnya berbakti. Namun bila berkaitan dengan kawanku ini, dia bukannya tidak hormat. Itu adalah salah satu gurauannya pada ibundanya itu, yang juga menunjukkan kedekatan dan kecintaanya pada beliau.

Yang paling baru terjadi pada malam Jum’at lalu adalah kawanku ini kehilangan ibunda tercinta, “preman”-nya. Beliau sudah terdengar mengalami sakit sejak lama.

Kehilangan memang tak dapat dihindari, namun keikhlasan setelah kehilangan itulah yang diharapakan dapat dilakukan. Semoga kawanku itu selalu diberi kelapangan hati.

19 thoughts on “Dia yang Berteman dengan Kehilangan

  1. Tentu saja pernah kehilangan dompet isi uang 3,8 juta jatuh di jalan alhamdulillah di balikin. Stnk hilang di balikin hape abis lebaran kemaren alhamdulullah masih ada di tempatnya. Namun bapak saya dah meningal. Saya merasa kehilangan.tapi ya sudahlah. Sudah lama tidak berkunjung ke sini.

  2. Setiap ada kejadian pasti disitu ada hikmah yang tersembunyi, manusia hanya aktor dan Allah adalah sutradara🙂

    Semoga “DIa” diberi kesabaran # Amin

  3. Kalau sudah tiada, baru terasa …
    Bahwa kehadirannya, sungguh bermakna …

    [Rhoma Irama]

    Rasa kehilangan hanya akan ada,
    Jika kau pernah merasa memilikinya …

    [Letto]

  4. Salam mbak.. mudah2an masih ingat dengan “blognya delia”
    dah lama gak mampir…

    kehilangan orang tua adalah kehilangan yang terbesar..turut berduka cita…😦

  5. Kalau dihitung-hitung, kehilanganku banyak juga. Kecopetan saja sudah 5x. Rumah dibobol rampok smp hilang laptop, tab , kamera dll juga pernah. Belum lagi mobil senggolan bbrp kali, keluar duit juga. Trus hutang2 yg ngakunya teman tp habis itu ngilang juga ada. Heheheee.. Tapi kata suamiku, namanya juga orang jalan, pasti ada aja masalahnya, sedangkan diem dirumah aja bermasalah. Jadi gak pernah kuhitung lagi, hilang ya sudah hilang aja, gak diingat-ingat🙂 Biar hidup dengan perasaan lebih santai.

  6. Ehemm,, singgah di blog mbak tiba2 segala perhatian, konsentrasi dan hasrat ingin tau tertumpu pada tulisan yg menimbulkan DeJavu dalam benak.. (langsung ingat si Kehi lagi dah.. *Kehi nama pendeknya sahabatku mbak, hehe)
    Wah mbak bikin tambah kangen nyokap nih, apalagi kmrn pas terima gaji sm TTP benar2 aneh rasanya.. biasanya buka amplop langsung disisihkan untuk arisan di gawean; biaya patungan iuran P_P_T*; jatah preman cantikku tersayang dan sisanya tetap di dalam amplop.. nah, awal bulan ini satu sisihannya bikin netesin air mata, tapi bukan berarti ga rela sampai harus menangis..
    InsyaAllah bisa ikhlas dan sabar kok mbak.. thank’s a lot atas doa dan dukungannya selama ini mbak..
    Petikan mbak ok bgt, itu juga yg bikin aku tetap bisa bersabar, tertawa dan masih merasa bahagia, bahkan kalo si Kehi menghampiri lagi, It’s OK.. I’ll be Allright.. selain itu alm. Emak jg pernah ngasi wejengan soal si kehi, mudah2an bisa jadi motivasi buat yang kehilangan juga.. kira2 begini kata2 beliau “kau dilahirkan dalam keadaan telanjang tanpa harta sedikitpun, bersyukur masih diberi nafas. Lalu Allah memberikan Rizky_Nya melalu bapak dan mamamu.. sampai kau bisa makan dan bersekolah hingga bisa bekerja seperti sekarang semuanya dari Allah”.
    Benar juga kalo mau difikir, efek negatif kalo si Kehi datang cuma secuil aja dari yang telah Allah berikan selama ini.

    ^mbak…. kangen kimbabnya naahhhhh…. huaaaaaa😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s