Emak-emak Semakin Eksis dengan Notebook Tipis

Salah seorang kawanku, beberapa waktu lalu didiagnosis menderita skoliosis, atau kelaianan susunan tulang belakang yang berbentuk seperti huruf “S”. Apa pasal? Kawanku adalah seorang emak-emak yang aktif. Dia sedang melanjutkan jenjang pendidikannya di sebuah universitas. Dengan seabreg tugas kuliah, dia pun harus membawa beban yang cukup berat dengan hanya menggunakan sebuah tas cangklong. Lambat laun, tanpa disadari bahunya jadi miring. Hal ini terlihat jelas oleh orang lain yang berada di belakangnya. Belum lagi keluhan-keluhan nyeri pada tulang belakang yang kerap menghampiri. Kemudian dia disarankan oleh dokter untuk (jika memang harus) membawa beban dengan posisi yang seimbang di bahu kiri dan kanan dengan menggunakan ransel (backpack).

Sekarang adalah eranya bergerak. Emak-emak tak mau ketinggalan untuk beraktifitas, baik di dalam rumah, maupun di luar rumah. Banyak emak yang bekerja di berbagai sektor. Dukungan teknologi dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan. Berbagai perangkat, termasuk notebook pun mengisi tas dan kemudian dibawa ke sana-kemari, sesuai kebutuhan kerja. Minimal emak menenteng atau membawa tasnya dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya. Emak harus membawa perangkat yang berat, belum lagi ukurannya yang cukup besar. Bisa-bisa emak akan menderita skoliosis juga seperti cerita tentang kawanku di atas.

Kini aku lebih sering menggunakan ransel untuk membawa perangkat kerjaku. Tentu saja karena tak ingin menderita skoliosis. Aku membawa notebook-ku yang ukurannya 14″ untuk bekerja, karena seringkali ada pekerjaan yang sifatnya personal. Meski sudah menggunakan ransel, ternyata bahuku masih kerap terasa nyeri.

“Empat belas inci itu berat!” kata seorang kawan. “Beli yang 8 inci saja, supaya nyaman kalau dibawa kemana-mana!”

Aku berpikir, mungkin memperkecil ukuran layar notebook, bisa membuat nyaman bahuku, karena lebih ringan. Namun aku merasa tidak nyaman saat bekerja dengan memandangi layar yang sempit. Belum lagi bila harus melihat tabel-tabel. Saat terhubung ke internet, tampilan dengan layar 14″ juga jauh lebih memuaskan. Lagi pula, setahuku belum ada satupun laptop atau netbook berukuran 8″ di dunia ini yang memiliki fitur DVD-RW. Akhirnya, tak jarang aku pasrah meninggalkan notebook-ku di rumah, karena beratnya dan kemampuan baterai yang sangat tidak bisa diandalkan. Padahal bisa saja saat itu aku membutuhkan notebook untuk keperluan kerja atau yang lainnya.

Saat ini aku juga berstatus sebagai mahasiswa sebuah universitas di kotaku. Notebook sangat dibutuhkan di kelas, terlebih kini banyak aplikasi berkaitan dengan mata kuliah yang kuambil. Lubang stop kontak di kelasku yang jumlahnya terbatas, membuatku berebut dengan mahasiswa lain untuk memasang colokan charger. Lalu bila listrik padam, aku terpaksa menyimpan rapi notebook-ku ke dalam tas, karena sama sekali tak bisa digunakan.

Aku tahu, yang kubutuhkan adalah notebook dengan layar 14″, yang sama sekali tidak membebani bahu, yang baterainya sangat bisa diandalkan dan pastinya dilengkapi dengan DVD-RW.

Saat membaca  tentang notebook Acer Aspire E1-432, aku merasakan jatuh cinta. Notebook ini sangat pas untuk memenuhi kebutuhanku. Layarnya 14″, lebih memuaskan untuk dipandang. Dimensi Acer Aspire E1-432 yang 30% lebih tipis dibanding notebook biasa, tentulah menjanjikan bobot yang jauh lebih ringan dan bahuku jadi lebih aman. Ketebalannya yang hanya mencapai 25,3 mm saja membuat penampilan notebook langsing ini semakin berkelas dan sangat tepat buat emak-emak yang ingin tetap eksis.

Ketebalan 25,3 mm, lebih tipis 30% dibanding notebook konvensional

Notebook tipis, bukankah biasanya fiturnya terbatas? Mungkinkah DVD-RW bisa tertanam di notebook tipis itu? Hal ini juga menjadi pertanyaanku, karena apalah artinya notebook layar lebar kalau tidak bisa memutar DVD bila sesekali kita ingin menonton film kesukaan, atau membuka file yang tersimpan dalam bentuk CD/DVD. Ternyata Acer Aspire E1-432 tidak meninggalkan fitur ini. Sebuah optical drive/DVD-RW turut disertakan untuk melengkapi kebutuhan penggunanya.

Daya tahan baterai yang menjadi salah satu pertimbangan terpenting dalam memilih notebook, sudah ditangani oleh Acer Aspire E1-432. Notebook ini menggunakan prosesor Haswel yang kerjanya sangat efektif, sehingga tidak boros baterai. Baterai yang digunakan adalah baterai 4-cell (2500mAh) yang daya tahannya jauh lebih maksimal. Inilah mengapa dikatakan bahwa notebook ini bisa bertahan hingga 6 jam jika memutar konten multimedia (HD). Wow! Aku sudah membayangkan bila bekerja dengan notebook ini, aku tak perlu kebingungan bila ternyata charger-nya tertinggal di rumah. Saat kuliah pun aku bisa tetap membuka notebook meski colokan di kelas terpakai semua, atau bila listrik padam.

Mak, bukannya notebook tipis itu mahal ya?

Tiba-tiba terdengar bisikan dari salah satu sudut hatiku. Maklum saja, setiap kali melihat brosur atau semacamnya tentang notebook tipis, pasti harganya mahal. Ternyata harga Acer Aspire E1-432 ini tidak menjulang tinggi bila dibanding fitur-fitur keren yang dimilikinya. Notebook ini dibanderol dengan harga Rp 4.749.000, sebuah harga yang lebih murah bila dibandingkan notebook yang kumiliki saat ini.

Emak-emak kini bisa semakin eksis dengan notebook tipis. Tak perlu lagi khawatir terkena skoliosis ataupun nyeri bahu akibat mengangkat beban yang cukup berat. Emak bisa tetap menjalani aktifitasnya yang memerlukan perangkat notebook, tanpa khawatir kehabisan baterai bila beraktifitas cukup lama.

Nah, sekarang tinggal pilih, mau yang warna piano black, atau silver?😀

“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

37 thoughts on “Emak-emak Semakin Eksis dengan Notebook Tipis

  1. Saya masih bertahan dengan netbook lama mbak. kedepannya pengen beralih ke Notebook biar sanggup dipakai desaign grafis. kalau bisa sih yang lebih slim. Biar enak dipanggul🙂

    Sukses dengan kontesnya

  2. jadi inget temenku juga mba, ada kelainan tulang punggung gegara bawa ransel yg beraaat banget. iya sih, dia fotografer sebuah media, jadi tiap hari piranti lengkap kameranya digotong ke mana-mana..😀

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Akin…

    Saya juga membeli notebook hanya kerana memudahkan saya membawanya ke sana sini atas urusan tugas dan bisa dimasukkan ke dalam tas tangan. Bimbang juga ya, kalau kena skoliosis ini. rasa nyeri menjadikan kita kurang nyaman untuk beraktivitas.

    Semoga sukses lombanya, mbak. Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s