Bangga Itu Sederhana

Beberapa waktu sebelum aku pindah ke tempat kerja yang baru, salah seorang rekan kerjaku di puskesmas rawat inap sempat berkelakar bahwa mungkin penampilanku akan berubah nantinya.

“Jangan-jangan pas nanti kita ketemu, Mbak sudah beda. Pake sepatu high heel, tas KW, dan pake make-up ….”

Rekan lain menimpali juga dengan canda. Aku pun tertawa.

“Nggak laaah,” sahutku.

Kemudian aku menyadari bahwa sahutanku bisa saja salah, karena manusia itu bisa dengan mudahnya berubah. Hari ini mengucap A, esoknya B.

Kini, sudah beberapa bulan aku bekerja di tempat yang baru, dengan suasana yang benar-benar berbeda dibanding tempat kerja sebelumnya. Rekan kerjaku berpenampilan trendy, karena kerja di kantoran. Sebagian besar memang pas dengan gambaran yang diucapkan rekanku dulu, sepatu high heel, tas KW, dan make-up.

Karena absen di kantorku menggunakan scan jari, biasanya para pegawai (termasuk aku) buru-buru untuk tiba di kantor agar tunjangan tidak dipotong gegara terlambat datang. Sebagian rekanku ada yang tidak sempat dandan di rumah. Jadinya mereka membawa set make-up ke kantor dan mulai dandan setelah duduk di kursi mereka. Mulai dari mengaplikasikan pelembab atau alas bedak, lalu dilanjutkan dengan tahap-tahap lainnya. Aku kerap memperhatikan bagaimana kelincahan mereka mendefinisi garis mata dengan menggunakan eyeliner. Lalu sentuhan akhir, pemasangan soft lens yang bisa menimbulkan kesan mata seperti mata boneka.

Cantik! Keren! Tetapi bukan gue banget!

Aku tetap menjadi aku seperti sebelumnya, tak terpengaruh lingkungan untuk tampil keren. Menurutku, tampil keren itu adalah dengan menjadi diri sendiri yang selalu tampil sederhana. Dan aku bangga menjadi sederhana.

Bukan bermaksud untuk membuktikan ucapanku sendiri di hadapan rekan-rekan di tempat kerja yang dulu, namun aku hanya melakukan sesuatu yang paling mudah, yaitu menjadi diri sendiri. Mudah bagiku, belum tentu mudah bagi orang lain, karena kecenderungan seseorang ingin seperti si ini atau si itu. Di saat kita memiliki pemikiran ingin ‘tampil’ seperti orang lain, di saat itu pula kita ‘kehilangan’ diri kita sendiri. Itulah mengapa aku mempertahankan menjadi diri sendiri yang tetap sederhana, dan aku bangga menjadi sedehana.

No make-up ;)

Stay simple😉

46 thoughts on “Bangga Itu Sederhana

  1. intinya mah… di mana pun kapan pun kalao tetep menjadi diri sendiri gak muluk2.. sederhana… itu yg membanggakan.. gak berubah menjadi hal yang ‘kurang’ di mata mereka…

    asal gak tambah jelek aja.. gak kaya aku… hahahahaahhahaa…

  2. Saya sering bingung klo liat seseorang yg ke kantor dg make up full
    Yg terpikir gmana klo dzuhur dan ashar
    harus make up ulang kah..hehee

    Kaka.. dirimu cantik apa adanya ^^

  3. Halo Kaka Akin ..
    Setuju bahwa menjadi diri sendiri itu adalah yg paling utama, karena kita akan merasa sangat nyaman.
    Sedikit berbagi pengalaman ya.. Saya pun berada di lingkungan kerja yg mau ga mau harus tampil rapi, cantik. Bukan saya banget lah. Tapi seiring berjalannya waktu, saya memang mengikuti arus.. Dengan catatan tidak lantas hanyut. Saya tetap belajar memperbaiki tampilan saya, tujuannya adalah rapi.. Saya tetap pake flat shoes, tas rangsel yg emang sy banget..
    Intinya, perubahan itu tidak mengapa, asal tidak memaksakan kepribadian kita.. Tetap menjadi diri sendiri.

    I like this post.

  4. Tampil sederhana itu pilihan yang tepat bagi wanita, banyak produk kecantikan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kadang malah merusak wajah. Asesoris pun sekarang mahal. Yaa berpenampilan sederhana jangan lupakan senyuman biar aura kecantikannya terpancar alami!

  5. Akiiiiin…
    kalo dandan itu gak sesuai dengan kata hati…yah jangan dilakukan…

    Dan setuju banget dengan quote nya Kin…
    Jangan sampe kita melakukannya demi orang lain…
    tapi lakukan aja demi diri sendiri🙂

    ada yang pake bulu mata palsu juga gak Kiiiin…hihihi…

  6. Jgn kejebak pada frase “jadi diri sendiri” ! Kadang diri kita gak baik pada satu segi dan itu musti diubah. Jgn trpaku “jadi diri sendiri” dalam hal ini. Apalagi dg awalan kata “bangga”.

    Kadang kita juga bisa ngeliat org laen yg lebih move on dari diri kita. Jadikan contoh! Itu lebih baik daripada gak coba buat move on dari segala hal!

  7. sukaa dengan artikel ini. Aku malah miris ketika ada perempuan yang selalu berburu aneka baju dan make up karena ketinggalan jaman, menurutnya.
    Woaaa
    aku bersyukur aku menjadi diri sendiri yang ketinggalan zaman😀
    sebab aku lebih merasa nyaman begini tanpa harus berusaha menjadi orang lain..😀

  8. Ah, saya juga enggak suka dandan. Minimalis aja, malah udah dua tahun ini saya enggak pake bedak lho. Cuma pelembab aja. Lipstik? Engak juga,pake pelembab bibir aja seingetnya hehehe. Meski jangn sampe cuek banget deh. yang penting kita fresh, nyaman dan enggak berantakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s