Wishing A Happy Ending

Hidup tidak melulu dihiasi oleh hal-hal yang menyedihkan, atau yang tidak menyenangkan hati. Ada kalanya kebahagiaan muncul di antaranya. Bukan hanya sesekali, tetapi pastinya kita sangat sering mendapatkan kebahagiaan itu. Bila dibanding-bandingkan, rasio antara kebahagiaan dan kesedihan, mungkin jumlah kesedihan hanyalah 0,00000… sekian persen dari kebahagiaan yang diberikan Pencipta kita.

Lalu kala kedukaan menimpa, tak patutlah rasanya mempertanyakan apa alasan-Nya merenggut kebahagiaan kita.

“Mengapa kau mengambilnya dariku, Tuhan?!”

Atau

“Apa salah dan dosaku, sehingga Engkau memberikan musibah ….”

Atau

“Lebih baik aku mati saja… aku tak kuat menanggung beban ….”

Dll.

Syukurlah, manusia diberi akal untuk berpikir, dan tentu saja juga diberi waktu untuk mengubah pikiran. Itu karena hidayah dari Allah yang menyadarkan bahwa kita adalah manusia yang penuh khilaf, sehingga kita tak perlu sombong dan mempertanyakan ketetapan-Nya.

Ini adalah sebuah tulisan untuk seorang sahabat yang insya Allah beberapa hari lagi akan memperoleh “Happy Ending“-nya. Aku yakin kini ia akan tertawa bila mengenang protesnya kepada Sang Khalik atas suami yang direnggut dari sisinya, yang hanya menyisakan ia dan seorang putra.

Aku yakin kini ia akan tertawa, atau menitikkan air mata, kala mengingat dulu ia berkeinginan menyusul Izrail yang membawa serta ruh suaminya ke alam baka.

Aku tahu kini ia akan tersenyum (kecut) kala teringat dulu ia telah mempertanyakan salah dan dosa apa yang telah diperbuatnya.

“Apa salah dan dosaku …?” tanyanya pada langit.

“Ya, banyak laaah. Pake nanya lagi!” sahutnya sendiri sambil tertawa lemah dan menggelengkan kepala, menyadari sebuah kebodohan.

Kini ia memiliki cerita yang lengkap, yang kisahnya sempat kuukir dalam sebuah flashfiction dengan judul “Sekarang atau Lima Puluh Tahun Lagi“. Aku tahu, sebuah FF sebenarnya tak cukup untuk menorehkan kisah itu. Namun aku sudah tak sabar untuk mengabadikan sebagian kisahnya dalam cerita.

Barakallah ….

Kedukaannya bertahun yang lalu, digantikan Allah dengan kebahagiaan yang jalannya tak disangka-sangka.

Barakallah …

7 thoughts on “Wishing A Happy Ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s