Dari Sepatu Kungfu Hingga Flat Shoes

Aku sangat suka pakai sepatu. Seingatku, sudah sejak SMP aku mengenakan sepatu di saat santai. Aku memilih sepatu kets warna putih, untuk membedakannya dengan sepatu sekolah yang diwajibkan berwarna hitam. Bahan kanvasnya sangat kusuka. Saat sepatu itu terpasang di kakiku, aku merasa sangat keren. Biasanya busanaku saat santai dulu adalah celana bermuda dan kaos oblong, ditambah sebuah topi.

Lalu saat SMA, aku mulai meninggalkan sepatu dengan tali-temali yang (cukup) merepotkan. Untuk sekolah, aku memilih menggunakan sepatu kanvas yang modelnya mirip sepatu kungfu. Saking sukanya dengan sepatu itu, sampai-sampai sepatu itu juga kukenakan di saat santai, atau saat ada kegiatan ekskul. Sudah bisa diduga, sepatunya jadi mudah kusam. Warnanya sudah bukan hitam lagi, tetapi abu-abu kecoklatan. Syukurlah emak masih mau membelikanku sepatu, meski bukan di tahun ajaran baru. Lagi-lagi aku memilih sepatu dengan model yang sama.😀

kurang lebih seperti ini penampakannya😀 (credit)

Setelah lulus SMA, aku sudah terbiasa memilih sendiri sepatu yang kusuka. Pandanganku teralihkan dari sepatu kungfu ke sepatu datar yang modelnya cantik-cantik. Kupikir, mungkin sudah saatnya untuk tampil feminin, namun tetap sederhana. Jarang  sekali aku punya sandal, jika ada, biasanya bentuknya sepatu sandal, atau sandal oleh-oleh. Mungkin karena aku sering memakai kaus kaki, jadi lebih terasa nyaman dengan sepatu. Ke tempat kerja, kondangan, ke mall, bahkan ke pasar becek, aku juga pake sepatu.

Oh iya, waktu kuliah di Akademi Keperawatan dulu, kampusku membagikan sepatu pantopel putih yang tumitnya kira-kira setinggi empat sentimeter. Mungkin dimaksudkan agar para mahasiswa perawat bisa tampil elegan. Padahal cukup melelahkan betis. Saat bekerja di puskesmas rawat inap, aku bisa memakai sepatu datar favoritku, tanpa membuat betis lelah. Tetapi, biasanya saat di puskesmas sepatu akan terganti dengan sandal/sandal jepit. Jadi, malam hari tak akan ada suara horor ‘tak-tok’ sepatu. Mungkin yang ada hanya suara “sreeet sreeet”, bukan suara suster ngesot, tetapi suara sandal jepit yang diseret.😀

Kini aku sudah pindah tempat kerja. Bukan lagi di puskesmas, tetapi di sebuah kantor yang letaknya di lantai dua sebuah gedung. Sepatu formal hanya sekali dua kali kupakai, karena aku lebih merasa nyaman menggunakan sepatu datar, atau flat shoes untuk turun naik tangga. Saat membuka Zalora, aku tertarik pada sebuah sepatu yang menurutku unyu banget. Semoga bisa kesampaian memilikinya.😀

cantik kaaan😀

22 thoughts on “Dari Sepatu Kungfu Hingga Flat Shoes

  1. Sepatu kungfu yang dimaksud kaka sebenarnya jadi alternatif terapi. Selain kaki gak mudah kapalan, tur ringan dipakai, cuma tengkuk luar gampang bengkok pas dibuat jongkok.

    Btw, kakaakin selama ini perawat toh?😮

  2. Aku malah hobinya pakai sandal jepit, Mbak, termasuk ke mall, hahaha…. Tapi sekarang mau ubah kebiasaan itu deh, soalnya bikin kaki kusam dan kotor. Mungkin kalau pakai sepatu, kesehatan kaki bisa lebih terjaga, hehe….

  3. Memang kalau untuk bekerja itu enak yang flat …
    saya suka capek sendiri kalau melihat karyawati-karyawati di kantor saya yang dulu pake flat shoes … kesannya … kurang sigap gituh …
    kesannya pesolek … yang tidak bisa kerja … *maaf* ini terlalu mengeneralisir … hehehe

    Lain dengan yang memakai flat-shoes … kesannya … sigap … cekatan … pintar …

    Salam saya Kak

  4. Saya dulu pas SD punya sepatu kungfu, kalau istilahe dulu sepatu bruce lee.. enak sih ringkas, sebab pas nyopot tak perlu buka tali

  5. Gue pengen shoegas! Sepatu pelawan grafitasi, sehingga gue bisa lompat kemana gue mau dg enteng. Atau parkour shoes yg anti slip pas gue wall run. Tapi sepatu merah di atas tuh jelek bgt! Bhahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s